WHO: COVID-19 Akan Jadi Penyakit Endemi, Apa Artinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan perihal kemungkinan COVID-19 yang tidak akan hilang dan akan berubah menjadi penyakit endemi. Apa maksudnya?

Bagaimana COVID-19 menjadi penyakit endemi?

COVID-19 penyakit endemi

COVID-19, penyakit akibat virus SARS-CoV-2 menyebar dari China ke seluruh dunia. Penyebaran yang meluas ke seluruh negara di seluruh benua di dunia membuat WHO menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global sejak Maret lalu.

Pandemi adalah penyebaran penyakit baru yang mempengaruhi banyak orang. Menurut WHO, sebuah wabah penyakit bisa dikatakan pandemi jika telah ke banyak negara di beberapa benua. Hal ini terjadi dengan COVID-19.

Pandemi COVID-19 saat ini sudah menyebar ke seluruh benua di dunia kecuali Antartika. Angka penularannya yang belum memperlihatkan penurunan membuat beberapa ahli membuat beberapa skenario bagaimana pandemi ini berakhir.

Ketua tim darurat kesehatan WHO Michael Ryan menyatakan kemungkinan COVID-19 tidak akan benar-benar hilang dan bisa menjadi penyakit endemi di masyarakat.

“Virus ini mungkin tidak akan pernah hilang dan kemungkinan akan menjadi salah satu penyakit endemi di masyarakat,” kata Dr. Ryan dalam konferensi pers WHO, Rabu (13/5).

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

59,394

Terkonfirmasi

26,667

Sembuh

2,987

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Apa itu endemi?

Endemi adalah penyakit yang biasanya mewabah di suatu wilayah tertentu. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), endemi mengacu pada kehadiran suatu wabah penyakit terus menerus pada populasi di bentang geografis tertentu, seperti satu wilayah, negara, atau benua.

Penyakit yang termasuk endemi antara lain malaria dan demam berdarah dengue (DBD) yang setiap tahun masih ada kasus yang terdaftar di beberapa daerah.

Malaria diketahui umumnya berada di daerah hangat dekat dengan garis khatulistiwa, itulah sebabnya pelancong yang berniat mengunjungi daerah tersebut memerlukan obat pencegahan. Indonesia merupakan negara endemi penyakit malaria terutama di wilayah provinsi Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kemungkinan pandemi COVID-19 berubah menjadi endemi

akhir pandemi covid-19

Hingga kini vaksin belum ditemukan dan masa depan berakhirnya COVID-19 belum bisa diprediksi dengan tepat.

Pernyataan WHO bahwa COVID-19 akan menjadi penyakit endemi tersebut dimaksudkan untuk mengajak masyarakat agar lebih realistis melihat skenario perjalanan pandemi ini.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Center for Infectious Disease Research and Policy (CIDRAP), pandemi COVID-19 ini kemungkinan muncul dalam beberapa gelombang ledakan kasus.

Itu berarti setelah ada penurunan jumlah penambahan kasus positif, kemungkinan ada gelombang kedua COVID-19 dalam beberapa waktu. Mengacu studi tersebut, kemungkinan akan butuh waktu lama untuk menghentikan penularan COVID-19.

Ahli epidemiologi Universitas Padjajaran dr. Panji Hadisoemarto juga menyatakan adanya kemungkinan wabah COVID-19 akan menjadi endemi.

New Normal Akibat Pandemi COVID-19 dan Efek Psikologisnya

Untuk penyakit yang sifatnya akut dan menular itu selalu ada outbreak, ada wabah kecil atau ledakan kasus. Katakanlah demam berdarah, itu selalu ada ledakan kasus setiap tahun ada, setiap 5 tahun ada, cuma seringnya jumlah segitu-segitu saja, itu yang kita sebut kondisi endemi,” kata dr. Panji kepada Hello Sehat.

“Sebetulnya kondisi seperti ini bisa terjadi. Secara natural bisa terjadi pada COVID-19 juga, tapi bisa terjadi dalam jangka waktu berapa lama saya nggak tahu karena belum simulasikan,” jelasnya.

Kemungkinan COVID-19 benar-benar hilang dan tidak menjadi penyakit endemi adalah jika telah ditemukan vaksin untuk menangkal penularannya. Vaksin COVID-19 ini harus sangat efektif dan tersedia untuk diimunisasikan ke semua orang.

Sampai saat ini belum ada yang berhasil membuat vaksin COVID-19. Beberapa negara masih dalam proses uji klinis sedangkan Indonesia baru memulai meneliti vaksin COVID-19 sendiri.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Berkerumun Saat Pandemi

Meski bahaya penularan COVID-19 masih tinggi, banyak orang sudah mulai berkerumun. Ternyata, ini disebabkan oleh rasa aman palsu saat pandemi. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, serta tips untuk melakukannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30/06/2020 . 4 menit baca

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Jamur Cordyceps Militaris Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Jamur Cordyceps militaris, sebagai suplemen yang memiliki potensi untuk meningkatkan sistem imun tubuh dalam melawan virus penyebab penyakit.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 menular lewat ac

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
tinggal sendiri selama pandemi

Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 6 menit baca