Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengizinkan penyelenggaraan kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang akan dilakukan serentak pada akhir tahun ini. Kampanye pilkada dari konser hingga pengumpulan massa diizinkan dengan syarat mengikuti protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19. Kondisi ini menjadi problematis di tengah kasus positif virus SARS-CoV-2 di Indonesia masih terus bertambah hingga 4.000 kasus setiap harinya.

Seberapa bahaya penularan COVID-19 di tengah konser jika Pilkada Serentak 2020 tetap berlangsung?

Bagaimana kegawatdaruratan penularan COVID-19 jika konser saat pilkada diselenggarakan?

penularan covid-19 di kampanye pilkada serentak 2020 berbahaya

Pelaksanaan kampanye Pilkada Serentak menjadi sorotan karena KPU memberi izin calon-calon kepala daerah untuk menyelenggarakan konser musik.

Aturan yang mengizinkan konser musik tersebut tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang ditetapkan pada 31 Agustus 2020, tepatnya pada Pasal 63 ayat 1. Selain konser musik, KPU juga mengizinkan pasangan calon kepala daerah ini untuk mengadakan bazar dan acara jalan santai.

Para ahli menyebut keputusan izin konser pilkada pada masa pandemi COVID-19 ini akan berbahaya bagi kesehatan masyarakat karena berisiko meningkatkan angka penularan.

“Kalau pilkada berjalan, itu risiko transmisi meningkat. Saya bisa pastikan saat kampanye berjalan kasusnya akan terus meningkat. Sebanyak apa? Saya nggak bisa bilang,” kata ahli epidemiologi dr. Panji Hadisoemarto kepada Hello Sehat, (21/9). 

“Kampanye pilkada itu hampir bisa dipastikan meningkatkan jumlah kontak antar orang, ramai-ramai, dan mengumpulkan massa. Dalam keadaan normal saja kasusnya naik terus,” jelasnya.

Kenaikan kasus positif COVID-19 di Indonesia semakin hari semakin banyak, dalam satu pekan terakhir selalu mencapai 4 ribu kasus. Per 21 September 2020, kasus positif COVID-19 bertambah 4.176 kasus dalam satu hari. Total kasus 248.852, dengan kasus aktif sebanyak 190.474.

KPU menyebut izin penyelenggaraan konser, jalan santai, dan bazar dalam rangkaian kegiatan kampanye Pilkada Serentak 2020 ini harus dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Apa protokol kesehatan tersebut bisa protokol tersebut dilakukan? 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

365,240

Terkonfirmasi

289,243

Sembuh

12,617

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Apakah protokol kesehatan bisa mencegah penularan virus corona dalam konser Pilkada?

risiko penularan covid-19 jika konser pilkada dilaksanakan

Protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 yang dimaksud dalam Maklumat Kapolri Mak/3/IX/2020 adalah memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Apakah menjaga jarak dan menghindari kerumunan bisa dilakukan dengan baik saat konser berlangsung?

COVID-19 menular melalui percikan cairan pernapasan (droplet) yang keluar saat seseorang bicara, batuk, atau bersin. 

COVID-19 juga bisa menular secara tidak langsung melalui sentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus SARS-CoV-2, lalu virus berpindah saat tangan menyentuh wajah dan memperbesar risiko terinfeksi. Selain itu, virus ini juga bisa ditularkan melalui airborne atau virus berada di udara dalam bentuk aerosol dan dapat terhirup. 

Dari tiga jalur penularan tersebut, kontak langsung dengan orang yang terinfeksi COVID-19 menjadi jalur penularan yang paling banyak terjadi.

Jika tak ada aktivitas mendesak, seseorang disarankan untuk melakukan aktivitas baik sekolah maupun pekerjaan dari rumah. Tidak beraktivitas di luar rumah adalah cara menjaga jarak fisik yang paling efektif dan kunci penanggulangan COVID-19 yang dicanangkan sejak awal masa pandemi dan dilakukan banyak negara.

cara sehat karantina diri COVID-19

“Upaya kita mengendalikan COVID-19 kan dengan social distancing, mengurangi kerumunan, dan mengurangi jumlah kontak. Tapi, aktivitas kegiatan konser pilkada ini kan saling menghilangkan satu sama lain,” kata dr. Panji.

“Aktivitas ini mau tidak mau mendekatkan orang dengan orang lain, mengundang kontak, orang bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Maka risiko transmisi juga meningkat,” pungkasnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Pastikan untuk selalu membersihkan diri setelah keluar bepergian untuk melindungi keluarga dan orang terdekat. Yuk, ikuti langkah-langkah ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
membersihkan diri setelah keluar rumah
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Hipertensi dan Sejumlah Faktor Risiko Kematian Pasien COVID-19 di Jakarta

Hipertensi menjadi penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak dilaporkan dalam kasus kematian pasien COVID-19 di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Risiko Penularan COVID-19 di Bioskop

Penularan COVID-19 di bioskop bisa terjadi dari banyak jalur penularan, mulai dari cipratan langsung droplet, sentuhan dengan permukaan, hingga airborne.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Pelonggaran PSBB dan Risiko Terhadap Penularan COVID-19

PSBB kembali dilonggarkan setelah sebelumnya diperketat akibat terjadi lonjakan kasus infeksi. Seperti apa risiko pelonggaran PSBB?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

COVID-19 gangguan pendengaran

Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kepadatan kota memengaruhi covid-19

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Vaksin COVID-19 bukan satu-satunya solusi

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit