Waspadai Risiko Penularan COVID-19 Saat Bepergian dengan Pesawat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/06/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hampir semua maskapai penerbangan di Indonesia mulai beroperasi setelah relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski sudah bisa bepergian dengan pesawat, menghindari risiko penularan COVID-19 harus tetap menjadi perhatian utama. Apa yang harus diperhatikan?

Bagaimana risiko penularan COVID-19 di transportasi pesawat?

Penularan COVID-19 pesawat

Selama pandemi belum berakhir, bepergian dengan transportasi umum jenis apa pun dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19.

COVID-19 menular melalui droplet (cipratan air liur) dari orang yang terinfeksi saat bersin, batuk, atau bicara. Penularan juga bisa terjadi melalui sentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus yang kemudian menuju wajah. 

Karena memiliki berat, droplet hanya bertahan beberapa detik di udara sebelum jatuh ke permukaan. Hal ini dikarenakan gaya gravitasi yang tedapat di bumi.

Studi yang dilakukan Global Centre for Clean Air Research dan Queensland University menyebutkan bahwa ada kemungkinan COVID-19 bisa bertahan di udara lebih lama jika berada di dalam ruangan, terutama ruangan yang memiliki ventilasi terbatas.

Kabin pesawat adalah ruangan sangat tertutup dengan volume udara yang terbatas. Banyak orang khawatir dengan kondisi ini saat mereka menggunakan transportasi pesawat. Namun, ada perbedaan antara kabin pesawat dan ruang tertutup lainnya. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

63,749

Terkonfirmasi

29,105

Sembuh

3,171

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Kabin pesawat memiliki penyaringan dan sirkulasi udara yang bekerja dengan baik. Hal ini memperkecil risiko penularan COVID-19 di dalam kabin pesawat. 

“Sebagian besar virus dan kuman lain tidak menyebar dengan mudah di dalam kabin pesawat karena udara bersirkulasi dan disaring dengan baik,” dikutip dari laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC).

CDC menerangkan bahwa kunci dari mengurangi risiko penularan COVID-19 saat bepergian menggunakan pesawat ada pada menjaga jarak aman atau physical distancing dengan penumpang lain.

Hanya saja, studi lain menyebutkan bahwa duduk dengan jarak satu atau dua kursi dari penumpang yang telah terinfeksi memiliki 80 persen potensi tertular. Sedangkan penumpang lain yang berjarak lebih jauh memiliki risiko tertular yang jauh lebih kecil. 

Jika maskapai tidak membatasi kapasitas penumpang, sulit untuk menjaga jarak dalam kondisi semua kursi terisi penuh. Semakin lama waktu tempuh pesawat, maka risiko penularan COVID-19 di pesawat juga semakin besar.

Mengantisipasi risiko penularan COVID-19 di bandara

penularan covid-19 di bandara pesawat

Jika berniat untuk bepergian menggunakan pesawat, Anda perlu mengetahui bahwa risiko penularan tidak hanya terjadi saat berada di dalam pesawat. Anda juga harus mengantisipasi risiko penularan COVID-19 di bandara terutama saat check-in, saat boarding, dan saat berada di ruang tunggu bandara.

“Antrean pemeriksaan keamanan (security check) memiliki kemungkinan kontak dekat dengan orang lain dan kontak dengan permukaan benda yang sering tersentuh orang di sekitarnya,” sebut CDC. 

Risiko penularan COVID-19 melalui sentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 bisa dihindari dengan tetap menjaga kebersihan.

Selama berada di bandara, sering-seringlah cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan menggunakan hand sanitizer. Tak lupa, hindari juga kebiasaan menyentuh wajah.

Hanya saja, toilet menjadi tempat yang berisiko karena banyak permukaan benda di dalamnya yang kerap disentuh seperti gagang pintu dan wastafel. Bersihkan tangan Anda sesudah menyentuh permukaan-permukaan benda tersebut.

New Normal Akibat Pandemi COVID-19 dan Efek Psikologisnya

Protokol pencegahan penularan COVID-19 saat bepergian dengan pesawat

coronavirus lolos thermal scanner

Organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan untuk mengosongkan dua baris kursi antar penumpang di pesawat. Kriteria ini disinyalir berhasil mengurangi risiko penularan sebanyak 45%.

Melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor 13 Tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari COVID-19, pemerintah Indonesia membatasi kapasitas penumpang di pesawat maksimal 70%.

Surat edaran tersebut juga berisi beberapa protokol kesehatan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 saat bepergian dengan pesawat. Berikut adalah protokol untuk mengurangi risiko penularan di bandara.

  1. Penumpang tiba tiga jam sebelum keberangkatan dan membawa dokumen kesehatan sesuai persyaratan yang berlaku.
  2. Penumpang melakukan pengukuran suhu tubuh. Penumpang dengan gejala demam (minimal bersuhu 38°C) dilarang memasuki area terminal.
  3. Sebisa mungkin penumpang melakukan check-in secara online.
  4. Penumpang wajib mengenakan masker dan menaati prosedur pemeriksaan kesehatan yang berlaku.
  5. Semua petugas bandara wajib mengenakan masker, sarung tangan, dan mencuci tangan secara berkala.
  6. Sirkulasi udara di bandara harus bekerja dengan baik.
  7. Memastikan area bandara higienis.
  8. Memasang tanda jaga jarak pada fasilitas pelayanan penumpang.

Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Panduan ‘New Normal’ dari BPOM Ini

Selain di bandara, ada juga protokol untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 di dalam pesawat yang perlu Anda ketahui sebagai berikut.

  1. Maksimal kapasitas penumpang 70 persen.
  2. Maskapai diharuskan meningkatkan pembersihan pesawat secara rutin, terutama pada benda yang sering tersentuh seperti kursi, sabuk pengaman, dan benda-benda di toilet.
  3. Seluruh kru dan penumpang wajib mengenakan masker. Awak kabin menggunakan pelindung muka (face shield) saat penanganan penumpang.
  4. Menyediakan sabun dan hand sanitizer.

Pada masa pandemi COVID-19 seperti ini, cara terbaik menghindari penularan adalah dengan melakukan aktivitas dari rumah. Namun, jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, Anda bisa melakukan pencegahan dengan lebih dulu mengetahui risiko penularannya.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Hidup sendirian tidak selamanya menyenangkan. Ada kalanya tinggal sendiri bisa menimbulkan rasa kesepian yang parah, terutama selama pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/07/2020 . 6 menit baca

Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Berkerumun Saat Pandemi

Meski bahaya penularan COVID-19 masih tinggi, banyak orang sudah mulai berkerumun. Ternyata, ini disebabkan oleh rasa aman palsu saat pandemi. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, serta tips untuk melakukannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30/06/2020 . 4 menit baca

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 6 menit baca
covid-19 menular lewat ac

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca