Novel Coronavirus Sudah Mencapai AS, Dipastikan Menular Antarmanusia

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah novel coronavirus yang menyerang China serta beberapa negara lainnya sejak akhir 2019 lalu kian merebak. Setelah menginfeksi dua orang di Thailand, satu di Jepang, dan satu di Korea Selatan, kasus pertama penularan novel coronavirus China kini ditemukan di Amerika Serikat.

Menyusul kabar tersebut, sejumlah ilmuwan dan pemerintah China pada Selasa (21/1) turut mengonfirmasi bahwa virus yang dinamai 2019-nCoV ini menular antarmanusia. Hal ini menambah kewaspadaan berbagai pihak, mengingat banyak orang telah bepergian ke China dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek.

Penularan novel coronavirus dari China ke Amerika Serikat

Infeksi virus penyebab hepatitis C

Amerika Serikat pada Selasa (21/1) melaporkan kasus pertama novel coronavirus di wilayahnya. Kasus ini berawal ketika seorang pria asal Washington, Amerika Serikat, memeriksakan dirinya ke rumah sakit setelah sebelumnya bertandang ke Wuhan, China.

Pria tersebut pulang ke Amerika Serikat pada tanggal 15 Januari. Ia kemudian memeriksakan dirinya pada tanggal 19 Januari usai mengalami beberapa gejala mirip pneumonia. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisinya baik, bahkan termasuk sehat.

Akan tetapi, hasil pemeriksaan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tanggal 20 Januari mengonfirmasi bahwa pria tersebut memang terinfeksi novel coronavirus. Penularan novel coronavirus kemungkinan besar terjadi selama ia berada di Wuhan.

Pria tersebut memeriksakan kondisinya beberapa hari sebelum Amerika Serikat mulai menerapkan screening di sejumlah bandara domestik. Menyusul konfirmasi dari CDC, ia kini masih dikarantina di Pusat Kesehatan kota Providence di Washington.

Amerika Serikat bukan negara pertama yang mengalami kasus ini. Sebelumnya, Korea Selatan juga melaporkan kasus perdana infeksi 2019-nCoV setelah seorang wanita asal China menunjukkan gejala demam tinggi begitu tiba di Bandara Internasional Incheon, Seoul.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

26,473

Terkonfirmasi

7,308

Sembuh

1,613

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Penularan novel coronavirus terjadi antarmanusia

virus ebv

Novel coronavirus diduga muncul pertama kali di Pasar Huanan, Wuhan. Seorang pria berusia 61 tahun yang sebelumnya sering mengunjungi pasar makanan laut tersebut disebut mengalami gejala mirip pneumonia, lalu meninggal beberapa hari setelahnya.

Pemerintah kota setempat meyakini novel coronavirus hanya menular dari kontak dengan hewan terinfeksi. Namun, dugaan ini terbantahkan begitu muncul beberapa kasus orang yang terinfeksi tanpa pernah berkunjung ke pasar tersebut.

Dilansir dari National Public Radio, ilmuwan epidemiologi dari pihak pemerintah China telah mengonfirmasi bahwa penularan novel coronavirus bisa terjadi antarmanusia. Sejumlah tenaga kesehatan di rumah sakit juga dilaporkan telah terinfeksi penyakit yang mirip dengan SARS ini.

World Health Organization (WHO) turut menyatakan, penularan pertama kemungkinan besar terjadi melalui kontak dengan hewan hidup di kota Wuhan. Orang yang terinfeksi kemudian melakukan kontak dekat dengan orang yang sehat hingga terjadi penularan.

Setelah menutup Pasar Huanan pada 1 Januari lalu, pemerintah China menggalakkan upaya pencegahan dengan memasang alat pengukur suhu penumpang. Pemasangan alat dilakukan di bandara, stasiun kereta, dan dermaga yang menjadi tempat datangnya jutaan pengunjung dari seluruh dunia.

Langkah tersebut telah diikuti oleh negara-negara yang telah terjangkit infeksi virus ini. Kendati masih aman dari penularan novel coronavirus, pemerintah Indonesia telah melakukan pemeriksaan serupa di bandara yang ada di Palembang, Batam, dan Manado.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Baru-baru ini terdengar kabar bahwa minum alkohol dapat membunuh coronavirus di dalam tubuh. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/05/2020

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Selain berpengaruh terhadap kesehatan fisik, ternyata dampak pandemi COVID-19 juga menyasar kesehatan mental terutama remaja. Mengapa demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/05/2020

Alasan Penderita Lupus Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi COVID-19

Penyakit lupus termasuk dalam kategori kelompok yang rentan terhadap gejala COVID-19 yang lebih parah. Bagaimana risiko COVID-19 pada penderita lupus?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 20/05/2020

Potensi Penularan COVID-19 di Desa, Bagaimana Kesiapannya?

Arus mudik yang tak bisa dikendalikan membuat masyarakat di desa harus siaga kedatangan potensi sumber penularan COVID-19. Bagaimana kesiapannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 20/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Bayi terinfeksi COVID-19

Risiko Bayi Baru Lahir Terinfeksi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
antibodi sars untuk covid-19

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan new normal covid-19

Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Panduan ‘New Normal’ dari BPOM Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
COVID-19 penyakit endemi

WHO: COVID-19 Akan Jadi Penyakit Endemi, Apa Artinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020