Masa Transisi PSBB: Apa yang Dilonggarkan dan Bagaimana Protokol Kesehatannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pelonggaran pada aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada masa pandemi COVID-19. Dalam konferensi pers Kamis (4/6), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan umumkan beberapa sektor yang sudah mulai bisa beroperasi. Bagaimana protokol kesehatannya?

Pelonggaran PSBB DKI Jakarta mulai dijalankan

situasi di mall pelonggaran psbb dki jakarta

Bulan Juni ini menjadi masa awal transisi PSBB. Pemerintah DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang PSBB namun dengan melonggarkan beberapa sektor untuk bisa mulai beraktivitas.

Penerapan pelonggaran PSBB ini dilakukan dengan tiga indikator pertimbangan, yakni pertumbuhan kasus, kesehatan publik, dan kecukupan fasilitas kesehatan. Ketiga indikator tersebut diklaim telah memenuhi kriteria untuk bisa melonggarkan pembatasan yang selama ini dilakukan.

“Secara umum wilayah Jakarta sudah hijau dan kuning, tapi masih ada wilayah zona merah. Karena itu kita masih berstatus PSBB tapi di sisi lain kita sudah mulai melakukan transisi,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Beberapa kegiatan yang sudah boleh dilakukan pada fase pertama pelonggaran PSBB DKI Jakarta adalah sebagai perikut.

Pekan pertama dimulai pada Jumat (5/6) hingga Minggu (7/6), yang sudah mendapatkan izin untuk kembali dibuka yakni rumah ibadah, pusat olahraga outdoor, dan pergerakan orang dengan moda transportasi.

Transportasi pribadi sudah diizinkan dan diisi dengan penumpang penuh dengan syarat berada dalam satu kartu keluarga. Kendaraan umum seperti taksi online dan konvensional juga telah diizinkan dengan syarat jumlah 50% penumpang. Ojek baik online maupun konvensional baru akan diizinkan beroperasi pada pekan kedua.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

373,109

Terkonfirmasi

297,509

Sembuh

12,857

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Pekan kedua yakni pada Senin (8/6) sampai Minggu (14/6). Pada masa ini, pemerintah DKI Jakarta mengizinkan tempat kerja dan tempat usaha untuk kembali beraktivitas kecuali pasar, taman rekreasi, pusat perbelanjaan seperti mal (untuk non-makanan/pangan).

Kegiatan sosial budaya seperti museum dan perpustakaan juga dibuka. Sedangkan untuk taman, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan pantai bisa dibuka pada akhir pekan kedua ini.

Pada pekan kedua ini, ojek online dan konvensional juga sudah diperbolehkan membawa penumpang yang tentu harus sesuai dengan protokol yang telah dibuat.

Pekan ketiga yakni mulai Senin (15/6) sampai Minggu (21/6). Pada masa ini, pasar, pusat perbelanjaan seperti mal (non-makanan/pangan) sudah bisa dibuka.

“Jadi, prinsipnya adalah ini sektor yang mulai dibuka pada masa transisi, tapi 50 persen kapasitas dan menjaga jarak aman,” terang Anies dalam konferensi persnya.

new normal covid-19

Protokol yang harus diikuti selama pelonggaran

pelonggaran psbb dki Mengenal Physical dan Social Distancing yang Dapat Turunkan Risiko COVID-19

Seiring dengan pembukaan pusat keramaian tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengumumkan beberapa protokol untuk penerapan pelonggaran PSBB di wilayah DKI Jakarta.

1. Protokol di kendaraan umum

Kendaraan umum sudah mulai beroperasi dengan syarat isi penumpang hanya 50 persen dari total kapasitas kendaraan. Ini berlaku untuk semua kendaraan umum termasuk MRT, KRL Commuter line, bus Transjakarta, dan taksi. Untuk antrean penumpang akan dilakukan pengaturan jarak 1 meter.

Protokol ini dibuat untuk menghindari risiko penularan di kendaraan umumAnies juga mengatakan penyemprotan disinfektan pada fasilitas kendaraan umum akan dilakukan secara rutin sesuai protokol kesehatan.

2. Protokol di tempat kerja

Tempat kerja sudah diizinkan beraktivitas kembali dengan proporsi setengah dari jumlah total karyawan sedangkan setengah lainnya diwajibkan untuk tetap bekerja dari rumah.

“Setiap kantor atau usaha harus membagi jam kerja karyawan sekurang-kurangnya menjadi dua kelompok waktu yang berbeda,” ujar Anies.

4. Protokol di pusat perbelanjaan mal, retail, pasar

Pada prinsipnya, protokol pusat perbelanjaan ini pun serupa yakni mengontrol jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas tempat. Sebelum memasuki pusat perbelanjaan, pengunjung harus melakukan pengecekan suhu tubuh. Mereka juga disarankan untuk melakukan transaksi secara cashless (non-tunai).

Walaupun begitu, tidak dijelaskan bagaimana pengawasan kapasitas pengunjung ini dilakukan saat pelonggaran (masa transisi) PSBB ini diterapkan.

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

5. Protokol di restoran dan kafe

Pada masa transisi pelonggaran PSBB DKI Jakarta ini, restoran, kafe, dan rumah makan sudah diizinkan untuk menerima pengunjung untuk makan di tempat.

Syaratnya adalah dengan membatasi kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dan tetap menjaga jarak aman. Penyajian makanan pun diharuskan a la carte (pesan per menu) dan dilarang penyajian secara prasmanan. 

6. Protokol di rumah ibadah

Rumah ibadah diizinkan beroperasi dengan maksimal 50 persen dari kapasitas ruangannya dan menjaga jarak aman antar individu. Rumah ibadah tidak menggunakan permadani atau karpet dan jamaah diwajibkan membawa sajadah serta perlengkapan ibadah sendiri.

Anies Baswedan menyampaikan bahwa masa transisi pelonggaran PSBB DKI Jakarta ini akan dipantau perkembangannya. Bila ada indikator keselamatan yang terganggu, pemerintah akan mengaktifkan emergency brake (rem darurat) untuk mengevaluasi dan mengetatkan kembali PSBB.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Percepatan uji coba vaksin ini dilakukan demi menyelesaikan pandemi COVID-19 yang telah menginfeksi hampir seluruh dunia. Bagaimana kemungkinannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Pastikan untuk selalu membersihkan diri setelah keluar bepergian untuk melindungi keluarga dan orang terdekat. Yuk, ikuti langkah-langkah ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
membersihkan diri setelah keluar rumah
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Hipertensi dan Sejumlah Faktor Risiko Kematian Pasien COVID-19 di Jakarta

Hipertensi menjadi penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak dilaporkan dalam kasus kematian pasien COVID-19 di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Risiko Penularan COVID-19 di Bioskop

Penularan COVID-19 di bioskop bisa terjadi dari banyak jalur penularan, mulai dari cipratan langsung droplet, sentuhan dengan permukaan, hingga airborne.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dampak COVID-19 pada laki-laki

Laki-laki Lebih Berisiko Mengalami Gejala Buruk Saat Terinfeksi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
COVID-19 gangguan pendengaran

Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kepadatan kota memengaruhi covid-19

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit