Protokol Pelaksanaan Kurban di Masa Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada masa pandemi berpotensi menjadi risiko penularan COVID-19. Akan ada interaksi dan kontak langsung antar-orang baik itu saat proses jual beli hewan kurban, saat pelaksanaan penyembelihan, maupun saat pembagian daging kurban.

Selain itu, ada potensi perpindahan orang antar-provinsi/kabupaten/kota saat kegiatan kurban yang meningkatkan risiko penularan COVID-19. Untuk mengurangi risiko tersebut, pelaksanaan kegiatan kurban perlu mengikuti prosedur kesehatan. 

Protokol pelaksanaan kurban pada masa pandemi COVID-19

kurban idul adha pandemi covid-19

Segala kegiatan yang dilakukan pada masa pandemi penyakit harus mempertimbangkan  risiko kesehatan. Menjelang perayaan Idul Adha tahun 2020, pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan pelaksanaan pemotongan hewan kurban untuk mencegah penularan COVID-19

Aturan tersebut berisi protokol dari mulai aktivitas jual beli hewan kurban, pelaksanaan kurban, hingga penyaluran hewan kurban. Protokol ini tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Dirjen PKH Kementan). 

“Harapannya Kegiatan pelaksanaan kegiatan kurban di tengah situasi pandemi tetap berjalan optimal dengan mempertimbangkan aspek pencegahan penyebaran COVID-19,” ujar I Ketut Diarmita, direktur jenderal PKH Kementan, Jumat (12/6).

Berikut rincian protokol yang harus diperhatikan saat pelaksanaan kurban selama masa pandemi COVID-19.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

74,018

Terkonfirmasi

34,719

Sembuh

3,535

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Kegiatan jual beli hewan kurban pada masa pandemi

pandemi covid-19 kurban idul adha

Penjual hewan kurban harus sudah mendapatkan izin resmi dari pemerintah daerah yakni bupati atau walikota. Penjual dari daerah lain juga harus membawa surat sehat dari puskesmas atau rumah sakit. 

Pelaksanaan jual beli hewan kurban semasa pandemi disarankan untuk mengandalkan transaksi secara daring (online). Pilihan lainnya bisa dengan dikoordinasikan dengan dewan masjid atau badan amil zakat. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan banyaknya interaksi dan kontak langsung.

Kegiatan penjualan hewan kurban harus memenuhi syarat seperti jaga jarak fisik (physical distancing), penerapan kebersihan personal dan kebersihan tempat, serta pemeriksaan kesehatan. Berikut detailnya.

  • Setiap orang yang masuk ke tempat penjualan harus mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Mereka juga harus melakukan pengukuran suhu tubuh. 
  • Penjual harus menggunakan face shield, masker, apron, sarung tangan, dan pakaian lengan panjang.
  • Setiap orang yang sakit dan menunjukkan gejala COVID-19 dilarang memasuki tempat penjualan hewan kurban.
  • Setiap tempat penjualan harus menyediakan tempat cuci tangan dan tempat pembuangan kotoran hewan yang aman.

Perlukah Pelindung Wajah (Face Shield) Digunakan Sehari-hari?

Proses pemotongan hewan kurban untuk meminimalkan penularan COVID-19

pandemi covid-19 idul adha kurban

Pada masa pandemi ini pemotongan hewan kurban dilakukan dengan protokol khusus yakni harus dilakukan oleh Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R). RPH-R adalah tempat pemotongan hewan yang sudah memenuhi syarat tertentu, termasuk kesehatan.

Prosedur kesehatan yang harus ditaati oleh petugas pemotongan tidak jauh berbeda dengan protokol penjualan hewan kurban. Petugas pemotongan diminta untuk menerapkan kebersihan, jaga jarak, dan pemeriksaan suhu tubuh.

Petugas pemotongan diimbau untuk tidak merokok dan mengikuti etika bersin, batuk, serta meludah. 

Beberapa protokol tempat pemotongan hewan kurban pada masa pandemi COVID-19:

  • Pengelompokan pekerja sesuai shift harus berisi anggota yang sama.
  • Tempat pemotongan hewan diimbau untuk menghindari penggunaan kipas angin untuk mengurangi potensi penyebaran percikan air liur (droplet) berisi virus.
  • Penerapan sanitasi yang aman.
  • Melakukan pembersihan disinfeksi terhadap peralatan sebelum dan setelah digunakan serta selalu memastikan area kerja bersih dan higienis.
  • RPH-R harus melakukan pembersihan berkala 4 jam sekali. 
  • Menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

droplet covid-19

Namun, jika ketersediaan RPH-R terbatas, pemotongan hewan kurban bisa dilakukan di luar RPH-R dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Syarat khususnya yakni harus mendapatkan izin dari pemerintah daerah kota atau kabupaten. Tempat pemotongan hewan kurban ini juga harus melakukan prosedur kebersihan, jaga jarak, dan pemeriksaan suhu tubuh demi menghindari penularan COVID-19.

  • Sebisa mungkin melakukan pembatasan pengunjung dan panitia di fasilitas pemotongan hewan kurban.
  • Pengaturan jarak petugas saat melakukan aktivitas pengulitan, pencacahan, penanganan,  dan pengemasan daging. 
  • Petugas yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging dan jeroan harus dibedakan.
  • Setiap orang harus mengenakan masker. Terutama untuk petugas yang melakukan pencacahan, pengulitan, dan penanganan jeroan harus menggunakan masker, face shield, sarung tangan sekali pakai, dan alas kaki tertutup. 
  • Setiap orang mencuci tangan sesering mungkin dan tempat pemotongan dibersihkan dengan disinfektan.  

Pendistribusian hewan kurban

Pendistribusian hewan kurban pada masa pandemi COVID-19 disarankan untuk dilakukan oleh panitia langsung ke penerima. Ini untuk menghindari terbentuknya kerumunan orang di tempat pembagian daging kurban seperti yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah penularan COVID-19 adalah dengan menghindari aktivitas di luar rumah. Jadi, sebisa mungkin untuk tetap di rumah dan hindari kerumunan saat perayaan Iduladha dan pelaksanaan kurban.

Jika terpaksa untuk beraktivitas di luar rumah, jangan lupa untuk menjaga jarak, mengenakan masker, dan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Banyak orang yang cukup was-was saat hendak pergi ke rumah sakit di tengah pandemi. Untungnya, teledermatologi hadir saat pandemi COVID-19. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 04/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Studi di Tiongkok menunjukkan bahwa COVID-19 bisa menular lewat AC. Namun, banyak pula ahli yang menyanggahnya. Lantas, mana jawaban yang tepat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 03/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Siapa sangka bahwa kini Anda dapat menjalani terapi via online, terutama di masa pandemi COVID-19? Yuk, simak apa saja yang perlu dipersiapkan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 03/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Pelacakan kontak orang yang positif maupun diduga terinfeksi COVID-19 sangat penting dilakukan agar penyebaran virus bisa diperlambat. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kalung eucalyptus anti corona buatan kementan

Benarkah Kalung Antivirus Corona Mengandung Eucalyptus Bisa Tangkal COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Antibodi pasien covid-19

Antibodi Pasien Sembuh COVID-19 Hanya Bertahan 3 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Oksigen covid-19 Krisis oksigen

WHO Ingatkan Krisis Oksigen Konsentrator, Apa Artinya Bagi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/07/2020 . Waktu baca 3 menit
toilet umum covid-19

COVID-19 Bisa Menular Lewat Toilet Umum, Ini Cara Menghindarinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/07/2020 . Waktu baca 5 menit