Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Selain memperbanyak tes untuk pengujian virus COVID-19, para ahli mengimbau pemerintah lebih cermat dalam pelacakan kontak atau contact tracing. Hal ini bertujuan agar para ahli dapat melacak penyebaran virus dan menekan angka kasus COVID-19. Lantas, apa itu pelacakan kontak dan mengapa penting dilakukan?

Pelacakan kontak (contact tracing) kasus COVID-19

berpikir positif pandemi covid-19

Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), contact tracing atau pelacakan kontak adalah proses mengidentifikasi dan mengelola pasien yang terinfeksi penyakit. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan selanjutnya. 

Pada kasus COVID-19, pelacakan kontak merupakan bagian yang cukup penting guna menekan angka kasus. Selain itu, metode ini sangat dibutuhkan mengingat vaksin untuk mencegah virus corona masih belum ditemukan. 

Umumnya, pelacakan kontak dimulai ketika seseorang didiagnosa positif terkena virus SARS-CoV-2. Metode ini juga dapat dilakukan pada kasus-kasus orang yang dicurigai, termasuk ketika seseorang mengalami gejala COVID-19, seperti demam dan sesak napas.

Tenaga kesehatan atau relawan yang sudah terlatih akan mewawancarai orang tersebut via telepon. Hal ini bertujuan untuk membantu mereka mengingat kembali, siapa saja yang pernah berkontak langsung dengan mereka dan ke mana saja mereka pergi.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

132,816

Terkonfirmasi

87,558

Sembuh

5,968

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Kontak dekat dan langsung umumnya diartikan sebagai orang yang berada dalam jarak sekitar 2-3 meter dari pasien positif COVID-19 dan beberapa kondisi di bawah ini.

  • Tinggal di rumah yang sama.
  • Durasi kontak terjadi selama lebih dari 15 menit.
  • Terjadi 48 jam sebelum pasien didiagnosa positif hingga imbauan isolasi.
  • Berada di ruangan yang tertutup, seperti ruang tunggu rumah sakit.
  • Menaiki pesawat dalam jarak kurang dari dua meter.

Setelah wawancara selesai, orang yang diwawancarai akan diminta untuk menjaga jarak dengan orang lain dan mungkin menjalani karantina di rumah. Apabila dari kontak yang diuji terdapat kasus baru, proses pelacakan kontak pun berlanjut. 

Bagaimana pelacakan kontak menekan penyebaran COVID-19?

Walaupun pelacakan kontak memiliki proses yang cukup panjang, angka penyebaran kasus COVID-19 bisa diperlambat dengan cara ini. Mengapa demikian?

Apabila pelacakan kontak berhasil menemukan pasien-pasien positif yang tidak terdeteksi sebelumnya, penyebaran penyakit pun bisa dihentikan. Pasalnya, metode ini membantu mengendalikan wabah, terutama penyakit yang baru ditemukan, sebelum menyebar secara masif. 

Contact tracing memang terdengar lebih efektif jika dilakukan sejak awal dan akan membuat perbedaan yang cukup besar di beberapa negara. 

Kapan Pandemi COVID-19 akan Berakhir?

Sebagai contoh, Korea Selatan merespons pandemi COVID-19 cukup cepat dengan memperbanyak pengujian virus hingga melakukan pelacakan kontak dengan baik. Hasilnya, penyebaran kasus di Korea Selatan pun dapat ditekan dengan baik. 

Pelacakan kontak dan memastikan mereka tidak berinteraksi dengan orang lain penting agar penyebaran tidak meluas. Apabila pemerintah di sebuah wilayah tidak dapat mengisolasi pasien dan physical distancing kerap diabaikan, penyebaran COVID-19 bisa menyebar dengan cepat. 

Pada akhirnya, data yang dikumpulkan dari contact tracing membantu ahli epidemiologi menganalisis suatu penyakit dan bagaimana penularannya di populasi tertentu. Cara ini juga membantu menjaga masyarakat agar lebih aman dari wabah penyakit dan menekan angka tingkat kematian hingga pandemi ini benar-benar hilang. 

Keterbatasan pelacakan kontak COVID-19

wna positif covid-19 indonesia

Melacak penyebaran kasus COVID-19 memang tidak mudah, sehingga diperlukan pelacakan kontak yang dibarengi dengan tes swab COVID-19. Metode ini juga akan bekerja dengan efektif, terutama pada tingkat infeksi yang cukup rendah di wilayah yang sudah mengambil langkah lockdown

Pelacakan kontak ada kalanya tidak terlihat efektif, seperti yang terjadi di tengah pandemi COVID-19 yang telah menyebar secara luas. Negara dengan populasi tinggi mungkin akan sulit menekan angka penyebaran virus jika tidak diiringi dengan kontribusi masyarakat dalam pencegahannya.

Terlebih lagi ketika negara tersebut kekurangan staf terlatih atau sukarelawan yang mau melacak penyebaran kasus dan ketersediaan alat uji yang kurang.

Di sisi lain, tidak sedikit pula orang tanpa gejala (OTG) dapat menularkan virus tanpa mereka sadari. Hal ini yang membuat pelacakan kontak untuk pandemi COVID-19 menjadi lebih sulit dan terbatas. 

Walaupun demikian, contact tracing masih menyumbangkan kontribusi yang cukup besar dalam memperlambat laju kasus COVID-19. Metode ini juga cukup diandalkan hingga obat atau vaksin ditemukan untuk mengobati dan mencegah penularan virus.

Kontribusi masyarakat sangat membantu

COVID-19 memicu diabetes orang sehat pria pakai masker

Keterbatasan pelacakan kontak demi menekan angka kasus COVID-19 bisa ditanggulangi lewat kontribusi aktif dari masyarakat. Pemerintah sudah seharusnya melibatkan komunitas atau kepala daerah memberitahu masyarakat bagaimana mengurangi risiko penularan virus

Selain itu, contact tracing mungkin juga akan membuat masyarakat dipantau sehari-hari dan bersedia melaporkan gejala COVID-19 dengan segera. Masyarakat juga setidaknya bersedia untuk menjalani karantina setidak 14 hari atau isolasi ketika memperlihatkan gejala. 

Dengan ikut berkontribusi dalam pelacakan kontak, Anda juga ikut membantu mengendalikan penyebaran virus lokal. Kelompok orang yang berisiko pun lebih terlindungi dan pembatasan pergerakan, seperti tinggal di rumah pun dapat dilonggarkan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pasien Kanker Selama Pandemi: Cegah COVID-19, Rawat Kankernya

Selama masa pandemi, pasien kanker harus menjalani pengobatannya sesuai yang dijadwalkan dokter dengan tetap memperhatikan pencegahan penularan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 07/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Waspadai Hubungan Erat Sakit Jantung dan COVID-19 Selama Pandemi

COVID-19 dianggap sebagai penyakit pernapasan yang menyerang paru-paru, tapi bahayanya pada jantung juga sesuatu yang patut diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Klaster-klaster Penularan COVID-19 Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Inilah Alasan Vaksin COVID-19 Sinovac Uji Klinis di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China akan diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Adakah alasan tertentu dalam pemilihan negara ini?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

suplemen lipi covid-19

LIPI Lakukan UJi Klinis Kandidat Suplemen Herbal COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
dampak covid-19 otak

COVID-19 Picu Kerusakan Saraf dan Otak Jangka Panjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 4 menit
ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui langsung tidak asi perah

Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 08/08/2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 di transportasi umum kereta

Risiko Penularan COVID-19 di Kereta dan Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit