3 Kasus Pasien Positif COVID-19 yang Mengejutkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Pasien bernama Tang (56) di Kota Anyue, Provinsi Sichuan, Tiongkok, didiagnosis positif COVID-19 setelah berkali-kali mendapatkan hasil tes negatif. Ada juga dua kasus positif lain yang tidak terprediksi sebelumnya. Bagaimana ini bisa terjadi? 

Tang ini telah melewati masa inkubasi dan dikarantina selama tiga minggu dan menjalani delapan kali pemeriksaan yang semuanya berakhir negatif. Baru di pemeriksaan ke sembilan, Tang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Hasil pemeriksaan dan tes COVID-19 yang janggal belakangan bukan hanya terjadi pada Tang. Di Jerman, dua orang dinyatakan positif COVID-19 padahal tak menunjukkan ada gejala apapun dan telah menjalani masa karantina. 

Seorang kakek 70 tahun di Hubei, Tiongkok, dinyatakan positif terinfeksi setelah terkena paparan dari pasien positif 27 hari lalu. Padahal masa inkubasi yang ditetapkan WHO hanya 14 hari.

Pasien negatif COVID-19 setelah 8 kali tes, positif di hasil ke-9

pasien positif covid-19

Tang bekerja sebagai pencuci piring di salah satu hotel di Chongqing. Ia kembali ke kampung halamannya di Anyue pada 23 Januari untuk merayakan Imlek bersama keluarganya.

Awal Februari, salah satu rekan kerja Tang didiagnosis positif terinfeksi COVID-19, hal ini membuat Tang harus dikarantina. Tang memulai dikarantina sejak 2 Februari dan menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengamatan medis yang ketat.

Dalam kurun waktu 14 hari (7 hingga 21 Februari), Tang menjalani delapan kali pemeriksaan swab throat (pengambilan sampel mukosa tenggorokan). Dari sampel tersebut kemudian dilakukan uji lab Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan semua hasilnya dinyatakan negatif COVID-19.

Meski kedelapan hasil tes tersebut menyatakan negatif, tapi Tang mengalami pneumonia yang merupakan salah satu gejala infeksi COVID-19. 

Pada Jumat 21 Februari Tang dipindahkan ke rumah sakit lain di pusat kota Ziyang. Di rumah sakit ini kemudian Tang dinyatakan sebagai pasien positif terinfeksi COVID-19 setelah melakukan uji klinis lebih mendalam dan uji laboratorium ke-9.

Ini berarti hampir tiga minggu Tang melewati masa karantina dan baru dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

381,910

Terkonfirmasi

305,100

Sembuh

13,077

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Dua warga Jerman positif COVID-19 meski tak menunjukkan gejala

laboratorium coronavirus

Hasil pemeriksaan dan tes COVID-19 yang janggal belakangan bukan hanya terjadi pada Tang. Di Jerman , ada dua orang pasien positif COVID-19 meski tak ada gejala dan telah melewati masa inkubasi di pusat karantina selama satu minggu.

Laporan ini tertulis dalam  New England Journal of Medicine oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Sebastian Hoehl dari Rumah Sakit Universitas Frankfurt.

Dua orang positif ini adalah bagian dari 126 warga Jerman yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok pada awal Februari, Sabtu (1/2). Mereka berhasil diterbangkan ke Frankfurt setelah lolos rangkaian screening tanda dan gejala COVID-19 seperti sakit tenggorokan, demam, pneumonia, batuk, pilek, diare, dan sakit otot.

Pada semua warga yang dievakuasi ini –kecuali satu orang yang menolak– pemerintah Jerman melakukan tes laboratorium pada sampel mukosa tenggorokan dengan metode RT-PCR.

Dari hasil tes tersebut dua orang dinyatakan positif COVID-19, dan herannya dua orang ini justru yang terlihat sedang dalam keadaan sehat walafiat. Untuk hasil yang lebih akurat, tim medis melakukan pengecekan ulang dan hasilnya tetap menandakan positif terpapar.

Dua orang ini adalah satu perempuan berusia 44 tahun dan satu laki-laki berusia 58 tahun. Mereka telah menjalani tujuh hari karantina, bahkan tetap tidak menunjukkan gejala sakit apapun setelah dinyatakan positif dan menjalani isolasi dan pengobatan. 

“Mereka tidak menjadi sakit dan salah satunya hanya mengalami ruam-ruam samar,” tulis laporan tersebut.

Fakta lainnya, sampel mukosa tenggorokan yang diteliti juga tumbuh di piringan laboratorium. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kedua orang ini tidak menunjukkan gejala sakit, tapi paparan virusnya berpotensi menginfeksi orang lain.

Dari hasil tersebut, Hoehl dan para peneliti menekankan bahwa proses screening berbasis tanda dan gejala tidak efektif dan mendeteksi COVID-19. Butuh pemeriksaan laboratorium yang komprehensif untuk menyatakan apakah seseorang pasien positif terpapar COVID-19 atau tidak.

jenis masker

Kakek 70 tahun positif COVID-19 tapi tidak menunjukkan gejala sampai hari ke-27

Kakek berusia 70 tahun di Provinsi Hubei, Tiongkok dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 tapi tidak menunjukkan gejala sampai pada hari ke-27. Kakek bermarga Jiang ini pada tanggal 24 Januari melakukan kontak dengan saudaranya yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. 

Dilansir Japan Times,  Jiang baru mengalami demam 27 hari kemudian yakni pada Kamis 20 Februari. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit dan langsung menjalan tes laboratorium. Sehari kemudian hasil tes keluar dan pasien Jiang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Benarkah Coronavirus (COVID-19) Dapat Bertahan di Sepatu dan Pakaian?

Kasus tak biasa ini menunjukkan fakta baru bahwa tanda dan gejala pada orang yang terinfeksi COVID-19 bisa muncul lebih dari masa inkubasi.

Parameter epidemiologis COVID-19 yang sudah ditetapkan Indonesia untuk periode inkubasi virus (waktu sejak terpapar sampai terjadi perkembangan gejala) virus diperkirakan antara maksimal 14 hari. Penetapan periode tersebut sedikit berbeda-beda untuk setiap negara atau organisasi.

  • Organisasi kesehatan dunia WHO menentukan periode inkubasi antara 2 sampai 10 hari.
  • China National Health Commission (NHC) memperkirakan masa inkubasi antara 10 hingga 14 hari.
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menentukan perkiraan antara 2 hingga 14 hari.

Dengan terjadinya kasus-kasus di luar teori ini beberapa negara dan organisasi meningkatkan masa inkubasi menjadi paling tidak 29 hari. Di antara mereka juga tetap melakukan tes laboratorium pada orang yang pernah berinteraksi dengan pasien positif atau yang dievakuasi dari Tiongkok. 

Sedangkan pemeriksaan swab throat dengan metode RT-PCR ini tidak dilakukan pada 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan. 238 Orang ini hanya melewati masa inkubasi dikarantina selama 14 hari.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Di tengah pandemi COVID-19, China juga sedang diserang wabah lain dari infeksi norovirus yakni penyakit yang menyebabkan peradangan usus.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Luar Negeri, Berita 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Percepatan uji coba vaksin ini dilakukan demi menyelesaikan pandemi COVID-19 yang telah menginfeksi hampir seluruh dunia. Bagaimana kemungkinannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Pastikan untuk selalu membersihkan diri setelah keluar bepergian untuk melindungi keluarga dan orang terdekat. Yuk, ikuti langkah-langkah ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
membersihkan diri setelah keluar rumah
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Hipertensi dan Sejumlah Faktor Risiko Kematian Pasien COVID-19 di Jakarta

Hipertensi menjadi penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak dilaporkan dalam kasus kematian pasien COVID-19 di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 vaksin yang terburu-buru

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
dampak COVID-19 pada laki-laki

Laki-laki Lebih Berisiko Mengalami Gejala Buruk Saat Terinfeksi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
COVID-19 gangguan pendengaran

Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kepadatan kota memengaruhi covid-19

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit