Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Panduan ‘New Normal’ dari BPOM Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Belakangan ini laporan di sejumlah media melaporkan bahwa pemerintah Indonesia tengah merencanakan ‘new normal’, yaitu kembalinya kegiatan masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Kegiatan tersebut meliputi banyak hal, termasuk perekonomian. Di tengah rencana tersebut, BPOM mengeluarkan panduan menjalani ‘new normal’ dalam menghadapi COVID-19. 

Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan dalam menjalani keseharian mereka yang baru di tengah wabah infeksi menular ini?

Panduan ‘new normal’ COVID-19 dari BPOM

New normal pandemi COVID-19

Rencana hidup berdamai dengan COVID-19 telah disebut-sebut selama beberapa hari belakangan ini. Hidup berdampingan dengan penyakit menular artinya Anda harus beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19. 

Walaupun angka kasus belum memperlihatkan penurunan, pemerintah di Indonesia sudah mulai membagikan rencana tersebut kepada masyarakat. Salah satu alasan mengapa mereka mempertimbangkan ‘new normal‘ ini adalah vaksin dan obat khusus COVID-19 masih membutuhkan proses yang panjang. 

Maka dari itu, Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) kini mengeluarkan panduan menjalani ‘new normal dalam menghadapi pandemi COVID-19. Panduan ini berisi mulai dari penjelasan apa itu COVID-19, penularannya, hingga tips mencegah penularan. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

257,388

Terkonfirmasi

187,958

Sembuh

9,977

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

1. Pencegahan penularan untuk masyarakat umum

Berikut ini  beberapa tips yang dapat membantu masyarakat umum dalam menjalani fase ‘new normal‘ di tengah pandemi COVID-19. Mulai dari tips pencegahan COVID-19 di kendaraan umum hingga bagaimana menjalani ‘new normal’ saat di tempat kerja. 

Sebenarnya, sama seperti cara mencegah penularan COVID-19 pada umumnya, panduan ‘new normal‘ saat menggunakan kendaraan umum dan di tempat kerja pun mirip seperti berikut.

  • Memakai masker saat bepergian 
  • Menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol
  • Menjaga jarak antar penumpang minimal 1-2 meter
  • Memastikan tempat kerja mempunyai ventilasi yang baik
  • Menjaga kebersihan dan rutin mendesinfeksi area kerja
  • Bekerja dari rumah ketika sakit
  • Membungkus tisu bekas pakai ke kantung plastik sebelum dibuang

Selain BPOM, Kementerian Kesehatan RI juga menerbitkan Keputusan Menteri nomor HK.01.07/MENKES/328/2020. Keputusan tersebut berisi Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di tempat kerja.

Isinya pun kurang lebih sama dengan panduan yang diterbitkan oleh BPOM. Hanya saja peraturannya lebih lengkap, termasuk kebijakan manajemen dalam pencegahan penularan COVID-19. 

Mulai dari panduan selama PSBB di tempat kerja, aturan jadwal giliran bekerja, hingga menyediakan fasilitas tempat kerja yang sehat. 

Menurut Menteri Kesehatan RI, dr. Terawan Agus Putranto, panduan menjalani ‘new normal’ ini diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak COVID-19. Mulai dari tempat kerja, termasuk perkantoran dan industri, hingga sarana publik lainnya. 

new normal covid-19

2. Pencegahan penularan untuk pedagang dan penjual makanan

Panduan menjalani ‘new normal’ yang diterbitkan BPOM dalam menghadapi COVID-19 ternyata tidak hanya berlaku pada masyarakat umum, melainkan juga pedagang. 

Pandemi COVID-19 ini juga memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap sejumlah pedagang. Berkurangnya pelanggan tentu memengaruhi pendapatan. Akibatnya, tidak sedikit dari mereka yang mengubah sistem tempat makan menjadi hanya untuk dibungkus hingga menutup usaha mereka semetara waktu

Apabila aturan PSBB sudah mulai dilonggarkan dan masyarakat menjalani ‘new normal’, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan penjual makanan sebagai berikut.

  • Memastikan kebersihan dapur dan alat makan terjaga
  • Pegawai restoran tetap menggunakan masker 
  • Memastikan tubuh dalam keadaan sehat untuk berjualan
  • Menggunakan sarung tangan saat mengambil makanan
  • Makanan dibungkus dengan kemasan yang bersih
  • Menghindari penggunaan koran atau kertas sebagai pembungkus

3. Berhati-hati dalam membeli obat dan suplemen

Belanja aman covid-19

Salah satu cara mencegah infeksi COVID-19 adalah menjaga kesehatan tubuh. Baik memenuhi kebutuhan nutrisi dengan makanan bergizi maupun tambahan suplemen. Bahkan, ketika merasakan gejala COVID-19, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk meringankan gejala tersebut. 

Mulai dari membeli obat penurun panas hingga mengonsumsi suplemen tambahan agar tubuh lebih cepat pulih. Tidak mengherankan jika angka penjualan obat dan suplemen meningkat drastis dan terkadang membuat keduanya menjadi langka ditemukan. 

Maka dari itu, panduan ‘new normal‘ lainnya dalam menghadapi pandemi COVID-19 adalah mulai berhati-hati dalam memilih obat. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa Anda terapkan ketika membeli obat dan suplemen di tengah pandemi. 

  • Membeli obat di apotek atau sarana kesehatan resmi
  • Memakai resep dokter jika membeli obat keras
  • Selalu cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa)
  • Berhati-hati terhadap penawaran online dari sumber yang tidak jelas

Pesan Makanan Saat COVID-19, Bagaimana agar Aman?

Sementara itu, penggunaan suplemen pun perlu diperhatikan, apakah Anda sudah mengonsumsinya sesuai aturan dosis atau belum. Selain itu, beberapa kandungan suplemen dapat berinteraksi dengan obat, sehingga dianjurkan untuk meminumnya 1-1.5 jam setelah mengonsumsi obat. 

Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker jika suplemen digunakan pada beberapa situasi tertentu, seperti:

  • pemakaian pada anak
  • penggunaan bersama dengan resep dokter
  • ibu hamil
  • sebelum atau sesudah menjalani operasi
  • mengalami efek samping

Pada dasarnya, panduan menjalani ‘new normal’ dalam menghadapi COVID-19 memerlukan perhatian dan kewaspadan tinggi. Mencuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain kini sudah menjadi kebiasaan baru yang perlu dilakukan demi mencegah penularan. Masyarakat dihimbau untuk menjaga kebersihan di mana pun dan kapan pun Anda berada.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Klaster Penularan COVID-19 di Perkantoran Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kortikosteroid dan Keampuhannya Menyelamatkan Pasien COVID-19 Gejala Berat

Obat kortikosteroid terbukti ampuh menyelamatkan pasien COVID-19 dari keadaan kritis. Beberapa bukti ilmiah membuat obat ini dapat digunakan secara luas.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Penularan COVID-19 dalam Aktivitas Sehari-hari, dari Makan Hingga Berenang

Berikut penjelasan ahli atas pertanyaan-pertanyaan seputar penularan COVID-19 dalam kehidupan sehari-hari. COVID-19 tidak menular dari air di kolam renang.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
thermo gun tidak merusak otak

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
risiko indonesia menjadi episentrum, penularan covid-19 saat konser pilkada 2020

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
dampak jangka panjang covid-19

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit