Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Olahraga menjadi kegiatan yang penting terlebih saat masa pandemi COVID-19 untuk menjaga kebugaran tubuh. Selain manfaat kebugaran, olahraga yang dilakukan di luar rumah (outdoor) bisa bermanfaat bagi kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat masa pandemi COVID-19?

Olahraga di luar rumah saat masa pandemi

batuk setelah Olahraga luar rumaah pandemi covid-19

Telah lebih dari 3 bulan sejak kita hidup dalam masa pandemi COVID-19, beberapa kegiatan harus disesuaikan dengan kondisi. 

Cara terbaik untuk menghindari penularan COVID-19 adalah dengan tetap beraktivitas di rumah atau menjaga jarak aman (physical distancing) saat berada di luar rumah. Hal ini juga berlaku jika Anda memutuskan untuk melakukan olahraga di luar rumah saat masa pandemi ini. 

Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan kegiatan olahraga selama pandemi. Di samping itu, WHO juga mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

Untuk tetap sehat jiwa dan raga dalam menghadapi masa pandemi, harus ada trik agar mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru atau new normal kala pandemi COVID-19 ini.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

262,022

Terkonfirmasi

191,853

Sembuh

10,105

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Perhatikan hal-hal berikut ketika berolahraga di luar rumah saat pandemi

olahraga untuk penderita tiroid, pandemi covid-19 di luar rumah

1. Ikuti aturan menjaga jarak fisik atau physical distancing

Perlu diingat, COVID-19 menular melalui percikan yang keluar saat seseorang bicara, batuk, atau bersin. Jadi menjaga jarak saat olahraga di luar rumah saat pandemi adalah syarat utama dalam menjaga Anda dan orang lain dari tertular COVID-19.

Selain dari percikan langsung droplet, penularan juga bisa terjadi melalui sentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Pastikan Anda tidak menyentuh permukaan benda atau fasilitas umum, jika terlanjur menyentuhnya segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. 

2. Pilih lokasi olahraga yang aman

Pilihlah lokasi olahraga yang terdekat dengan rumah. Tidak berkelompok dan terutama hindari lokasi kerumunan orang. 

Tim Komunikasi Gugus Tugas Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, sebelum memutuskan untuk olahraga di luar rumah cari tahu dulu kondisi kasus positif COVID-19 di daerah tersebut.

“Kalau merasa olahraga di luar tidak aman atau wilayah kita banyak kasus maka urungkan niat olahraga di luar,” kata dr Reisa.

“Setiap orang harus mengingat kembali bahwa tujuan berolahraga adalah untuk menyehatkan badan bukan tujuan lain seperti ingin berkumpul,” tekannya.

3. Pilihan jenis olahraga  

Jika ingin olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19, hindari jenis olahraga permainan yang membutuhkan banyak orang. Olahraga semacam sepakbola pastinya perlu dihindari untuk sementara waktu.

Pilihan olahraga yang bisa dilakukan yakni joging di sekitar lingkungan. Anda bisa mencoba rute yang memiliki tanjakan atau tangga.

Kegiatan lain yang bisa dilakukan misalnya berlari atau bersepeda. Mulailah dengan intensitas rendah untuk mencegah cedera atau lelah berlebihan. 

Dr. Reisa menyarankan untuk memilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang dan menghindari olahraga intensitas berat. Karena setelah berolahraga, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali normal atau fit. Waktu pemulihan ini akan lebih lama setelah melakukan olahraga dengan intensitas berat. 

“Proses pemulihan yang lebih lama membuat kita lebih berisiko terinfeksi,” jelas dr. Reisa.

4. Kenali kemampuan tubuh

Mengenali kemampuan tubuh Anda menerima porsi olahraga menjadi hal penting. Ini berlaku untuk olahraga di dalam ataupun di luar rumah, karena porsi olahraga berlebihan justru bisa berakibat buruk bagi tubuh.

Terutama bagi Anda yang mengidap penyakit tertentu, misalnya asma, jantung, ataupun paru-paru sebaiknya konsultasikan porsi olahraga dengan dokter yang bersangkutan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Klaster Penularan COVID-19 di Perkantoran Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kortikosteroid dan Keampuhannya Menyelamatkan Pasien COVID-19 Gejala Berat

Obat kortikosteroid terbukti ampuh menyelamatkan pasien COVID-19 dari keadaan kritis. Beberapa bukti ilmiah membuat obat ini dapat digunakan secara luas.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
thermo gun tidak merusak otak

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
risiko indonesia menjadi episentrum, penularan covid-19 saat konser pilkada 2020

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit