Beberapa Pertimbangan Olahraga di Gym Saat Pandemi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Setelah lebih dari dua bulan imbauan berada di rumah mulai dilonggarkan di Indonesia, sejumlah bisnis non-pangan, termasuk gym, mulai buka kembali secara perlahan. Lantas, amankah olahraga di gym di tengah pandemi COVID-19?

Amankah olahraga di gym saat COVID-19?

olahraga gym covid-19

Perlu diketahui bahwa gym memiliki risiko penularan COVID-19 karena kebanyakan orang tidak menggunakan masker saat berolahraga. Terlebih lagi, Anda akan berbagi udara dengan orang lain di satu ruangan selama kurang lebih 30 menit. 

Menurut Catherine Troisi, PhD, ahli epidemiologi di Texas University, olahraga di gym saat pandemi COVID-19 akan lebih sulit. Pasalnya, ada banyak bakteri yang menempel di mesin dan sulit untuk dibersihkan. 

Olahraga di gym ketika pandemi masih berlangsung selalu memiliki risiko, terutama ketika ruangan tersebut tidak mempunyai ventilasi yang baik. Bahkan, Anda juga harus berbagi peralatan gym dengan orang asing yang tidak diketahui kondisinya seperti apa.

Maka dari itu, masyarakat mungkin perlu mempertimbangkan matang-matang untuk kembali ke sana. Namun, ketika Anda sudah yakin, ada beberapa upaya mengurangi risiko penularan COVID-19 di gym yang bisa dilakukan. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

522,581

Terkonfirmasi

437,456

Sembuh

16,521

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Tips aman olahraga di gym saat COVID-19

mitos olahraga

Risiko penularan olahraga di gym saat pandemi COVID-19 memang akan selalu ada. Walaupun demikian, ada beberapa hal yang bisa dilakukan demi mengurangi risiko penularan virus saat berolahraga di tempat umum, seperti gym atau tempat fitness. 

1. Lebih menjaga jarak dari orang lain

Salah satu tips yang bisa dilakukan demi mengurangi risiko penularan saat olahraga di gym ketika COVID-19 adalah lebih menjaga jarak dari orang lain. 

Physical distancing memang penting. Namun, orang yang berolahraga cenderung lebih sering mengeluarkan napas dan mungkin melontarkan droplet lebih jauh. Maka dari itu, sebaiknya bagi Anda yang ingin berolahraga di gym untuk menjaga jarak dari orang lain lebih dari 2-3 meter agar aman. 

2. Lebih sering mencuci tangan

Selain menjaga jarak, tips lainnya ketika olahraga di gym saat pandemi COVID-19 adalah lebih sering mencuci tangan. Imbauan menjaga kebersihan tangan memang sudah ada sejak awal pandemi ini dimulai. 

Kebiasaan saat berolahraga, yaitu lebih sering menyentuh wajah untuk menyeka keringat atau menepis rambut yang membuat cuci tangan perlu dilakukan lebih sering. Sebaiknya, Anda mencuci tangan setiap kali selesai menggunakan alat gym. 

Apabila tempat cuci tangan terasa terlalu jauh, Anda bisa membawa dan menggunakan hand sanitizer sebagai pengganti air dan sabun. Namun, mencuci tangan dengan sabun lebih baik karena lebih efektif dalam membunuh bakteri dan virus. 

sabun bunuh COVID-19

3. Membersihkan alat gym sebelum digunakan

Protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah memang mewajibkan setiap pengelola bisnis untuk membersihkan barang dengan disinfektan. Namun, tidak ada salahnya untuk membawa desinfektan tambahan ketika olahraga di gym saat COVID-19. 

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa alat olahraga yang akan digunakan terbebas dari droplet (cipratan air liur) yang mungkin terkontaminasi virus. Setelah membersihkan alat yang akan digunakan, cobalah untuk menunggu 1-2 menit sebelum memakainya. 

Pasalnya, kebanyakan tisu dan semprotan disinfektan mengharuskan Anda untuk menjaga permukaan barang tetap basah agar virus benar-benar hilang.

4. Membawa lebih banyak handuk

Handuk adalah barang yang cukup penting ketika seseorang olahraga di gym, terutama di tengah pandemi COVID-19. Olahraga membuat seseorang lebih banyak menyentuh wajahnya dengan tangan, entah itu untuk menyeka keringat atau menepis rambut. 

Usahakan hanya menggunakan satu sisi handuk sebelum memasukkannya ke dalam tas. Hal ini bertujuan agar Anda tidak menyentuh bagian handuk yang mungkin terkontaminasi dan menggosokkannya ke wajah atau mata. 

Sulit Dihentikan, Ini 3 Tips Mengurangi Kebiasaan Menyentuh Wajah

5. Menyegerakan mandi setelah gym

Dengan membawa lebih banyak handuk, bukan berarti Anda dianjurkan untuk mandi di tempat gym usai olahraga di tengah COVID-19. Hal ini dikarenakan Anda akan berbagi ruangan yang cukup sempit dengan orang lain ketika mandi. 

Apabila Anda tidak merasa nyaman pulang ke rumah dalam keadaan berkeringat, mandi di gym pun tidak apa dengan catatan tidak menghabiskan waktu terlalu lama. Setelah bersih-bersih di gym, sangat dianjurkan untuk kembali mandi di rumah sebagai upaya ekstra mencegah penyebaran COVID-19.

Alternatif lainnya adalah Anda dapat mengganti pakaian yang basah oleh keringat dengan pakaian yang kering sebelum pulang ke rumah. Kemudian mandi di rumah dan membersihkan tubuh usai berada di luar rumah.

Olahraga di rumah di tengah pandemi COVID-19 sebenarnya lebih aman dibandingkan berada di gym selama beberapa jam. Akan tetapi, bagi Anda yang mungkin terbiasa berolahraga di sana, jangan lupa mempraktekkan kebersihan tangan selama di sana.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Saja Penyebab Orang Tidak Percaya Keberadaan COVID-19?

Luasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia terkait dengan banyak faktor, termasuk persoalan sebagian warga yang tidak percaya keberadaan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Olahraga setelah sembuh dari COVID-19 memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu harus porsi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Mengadakan resepsi pernikahan di tengah pandemi tetap memiliki risiko penularan COVID-19. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Kerja Obat Anti Komplemen untuk Menangani COVID-19?

Para ilmuwan melakukan studi pada obat anti komplemen untuk pasien COVID-19. Kemampuannya menghambat peradangan dipercaya dapat meringankan gejala.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hamil di masa pandemi

Adakah Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Bayi Lahir Mati?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 tanpa gejala

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit
antibodi covid-19

Berapa Lama Antibodi Pasien COVID-19 Sembuh dapat Bertahan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
sembuh covid-19

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit