Pertimbangan Menginap di Hotel Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Sama seperti kebanyakan bisnis lainnya di Indonesia, sejumlah hotel juga mulai membuka kembali pintu mereka di tengah COVID-19. Namun, beberapa orang mungkin masih meragukan apakah aman menginap di hotel selama pandemi COVID-19. Simak penjelasannya di sini. 

Menginap di hotel selama pandemi COVID-19

menginap di hotel selama pandemi

Staycation atau menginap di hotel adalah salah satu cara yang dilakukan kebanyakan orang untuk melepas stres. Namun, cara mengatasi stres satu ini tidak dapat dilakukan mengingat pandemi COVID-19 sedang berlangsung. 

Sementara itu, bagi mereka yang sedang dalam proses renovasi rumah atau melakukan perjalanan bisnis, hotel jadi pilihan satu-satunya. Maka dari itu, beberapa hotel masih membuka bisnisnya meskipun di tengah pandemi. 

Bagi Anda yang baru akan memesan kamar, ada beberapa pertimbangan yang perlu dipertimbangkan ketika menginap di hotel selama pandemi COVID-19.

Risiko penularan COVID-19 di hotel jadi hal utama, terutama yang berasal dari permukaan atau benda yang terkontaminasi. Selain itu, tidak menutup kemungkinan Anda melakukan kontak dengan mereka yang terinfeksi virus. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

275,213

Terkonfirmasi

203,014

Sembuh

10,386

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Berikut ini hal-hal yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan menginap di hotel di tengah pandemi. 

1. Staf hotel dan tamu lainnya

mengatasi rasa cemas di kantor saat COVID-19

Seperti yang Anda ketahui bahwa penyebaran virus COVID-19 dapat terjadi ketika berada dalam jarak yang cukup dekat dengan orang lain. Terlebih lagi, droplet (cipratan air liur) yang terkontaminasi virus dapat mudah tersebar di ruangan yang kecil. 

Di sisi lain, beberapa laporan menunjukkan bahwa orang tanpa gejala (OTG) pun dapat menyebarkan COVID-19. Artinya, tidak ada yang dapat menjamin bahwa staf atau tamu yang terlihat sehat benar-benar aman dari penularan virus. 

Maka dari itu, sebagian hotel menggunakan protokol kesehatan baru. Pihak hotel meminta para pegawainya, terutama mereka yang membersihkan kamar untuk memakai alat pelindung diri (APD), mulai dari masker, face shield, hingga baju pengaman khusus. 

Perlukah Pelindung Wajah (Face Shield) Digunakan Sehari-hari?

2. Berbagi fasilitas dan ruangan bersama

Selain kontak dekat dengan orang lain, pertimbangan lainnya ketika menginap di hotel selama pandemi adalah berbagi fasilitas dan ruangan bersama. 

Dibandingkan kamar yang Anda pesan, ruang dan fasilitas bersama tentu lebih berisiko terkontaminasi oleh virus. Sebagai contoh, lobi hotel dapat diisi oleh kerumunan ramai di pagi hari ketika check-out dan kolam renang yang menjadi tempat berkumpul. 

Oleh karena itu, menjaga jarak dengan orang lain alias physical distancing sangat diperlukan ketika berada di tempat umum, seperti lobi hotel.

3. Seberapa sering kamar dibersihkan

Menurut penelitian yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, virus COVID-19 dapat bertahan di permukaan yang keras dan tidak berpori selama tiga hari. Hal ini juga berlaku pada barang dan permukaan plastik berbahan plastik dan stainless steel.

Sejauh ini memang belum ada studi yang menunjukkan berapa lama droplet yang terkontaminasi bertahan di permukaan yang lembut. Namun, kamar hotel yang tidak dibersihkan dengan benar dan menyeluruh tentu tidak akan menghilangkan virus dari semua barang dan permukaan. 

Ada kemungkinan partikel virus yang menempel di udara atau permukaan mana pun di kamar berasal dari tamu sebelum Anda menginap di hotel selama pandemi. 

Tips mengurangi risiko penularan COVID-19 di hotel

Sebenarnya, tidak ada cara yang dapat membuat Anda aman 100% ketika menginap di hotel selama pandemi COVID-19. Namun, tentu ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan virus selama Anda di hotel. 

Berikut ada beberapa cara yang dapat digunakan demi mengurangi risiko penularan dan dapat dilakukan sebelum Anda memesan kamar.

1. Menanyakan protokol kesehatan ke pihak hotel

media sosial

Sebelum Anda memutuskan untuk memesan kamar untuk menginap, cobalah untuk menanyakan protokol kesehatan selama pandemi ke manajemen hotel. Pasalnya, setiap hotel mempunyai protokol yang berbeda-beda, sehingga lebih baik Anda bertanya dahulu sebelum memesan kamar, seperti:

  • kualitas udara di kamar, seperti penggunaan pendingin ruangan dan ventilasi
  • pilihan untuk tidak perlu berkontak dengan staf, seperti memakai kunci digital
  • kebijakan penggunaan masker dan pemeriksaan kesehatan untuk tamu dan staf
  • meminta kamar yang belum dipakai setidaknya tiga hari setelah digunakan

2. Menghindari fasilitas dan ruangan publik

olahraga gym covid-19

Setelah memastikan protokol kesehatan yang digunakan hotel dan merasa lebih yakin, Anda mungkin sudah dapat berkunjung ke sana. Jangan lupa untuk menghindari fasilitas dan ruangan publik selama Anda menginap di hotel ketika pandemi COVID-19. 

Kolam renang, tempat spa, hingga gym mungkin ditutup. Apabila tempat tersebut dibuka, Anda mungkin dapat mempertimbangkan kembali apakah aman berolahraga di gym di tengah pandemi

Pasalnya, Anda akan menggunakannya bersama orang lain, sehingga lebih baik menjaga jarak dengan orang lain dan keramaian. 

3. Membawa disinfektan dan hand sanitizer

Walaupun pihak hotel telah membersihkan kamar dengan disinfektan, tidak ada salahnya untuk membawa disinfektan dan hand sanitizer. Begini, akan ada banyak permukaan atau barang yang bisa Anda bersihkan dengan benar ketika menginap di hotel selama pandemi.

Mulai dari remote control TV hingga tombol di telepon mungkin sering terabaikan oleh pihak hotel. Pada saat membersihkan barang, jangan lupa untuk membiarkan permukaan dalam keadaan basah selama lima menit. 

Dengan membersihkan kamar secara mandiri, Anda juga membantu menurunkan risiko penyebaran virus. Lalu, usahakan untuk mengurangi kebiasaan menyentuh wajah sesering mungkin. 

Kriteria Hand Sanitizer yang Efektif untuk Mencegah Penularan COVID-19

4. Lebih sering mencuci tangan

mencuci tangan cara mencegah cacar air

Salah satu kunci utama mengurangi risiko penularan COVID-19 adalah mencuci tangan, terutama ketika Anda menginap di hotel selama pandemi. Mencuci tangan dengan air dan sabun setelah berada dari tempat umum lebih efektif menghilangkan virus di tangan. 

Apabila air dan sabun tidak tersedia, Anda bisa menggunakan hand sanitizer sebagai alternatif. Setidaknya selama Anda berada di ruangan yang dipakai bersama dengan tamu lain, seperti lobi atau lift, kebersihan tangan tetap terjaga. 

Intinya, menginap di hotel selama pandemi tentu memiliki risiko penularan COVID-19 yang hampir mirip dengan tempat umum lainnya. Oleh karena itu, jangan lupa untuk jaga jarak, menggunakan masker dan menjalankan upaya pencegahan lainnya agar tidak tertular.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Kementerian Kesehatan memastikan keamanan tembakan sinar thermo gun ke dahi seseorang. Hasilnya, thermo gun sama sekali tidak merusak saraf otak.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan diizinkan untuk melakukan kampanye konser dan jalan sehat, bagaimana dampaknya dalam penanggunalan penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacamata masker covid-19

Apakah Memakai Kacamata Mengurangi Risiko Tertular COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit