Begini Caranya Melerai Anak yang Kerap Berkelahi saat Karantina di Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Ditutupnya sekolah dan imbauan untuk tetap berada di rumah membuat anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan saudaranya. Akibatnya, tidak sedikit orangtua yang mengeluhkan anak mereka bertengkar satu sama lain hanya karena masalah sepele. Bingung harus bagaimana melerai anak yang bertengkar selama karantina di rumah?

Tips melerai anak yang bertengkar selama karantina di rumah

adik kakak anak berantem bertengkar berkelahi

Dampak lain dari wabah COVID-19 tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental sebagian besar masyarakat. Sebagai contoh, pandemi ini membuat hampir setiap negara di dunia menutup sekolah mereka hingga pemberitahuan lebih lanjut. 

Di samping akhir pekan dan libur sekolah, anak-anak usia sekolah lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah atau bermain bersama teman-temannya. Maka itu, dibandingkan dengan keluarganya sendiri mereka mungkin lebih sering bertemu dengan guru atau teman sekolahnya. 

Sebenarnya, ketika anak sudah mulai berteriak hingga berkelahi karena merasa muak berada di rumah, itu adalah situasi yang normal. Orangtua mungkin sudah pusing dengan pekerjaannya. Masalah anak berkelahi selama karantina di rumah ini menambah beban pikiran. 

Untungnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melerai anak yang bertengkar selama menjalani karantina di rumah. Walaupun tidak mudah, setidaknya bisa membantu mengurangi frekuensi teriakan anak yang mengganggu dan tidak membuat anggota keluarga lainnya stres.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

392,934

Terkonfirmasi

317,672

Sembuh

13,411

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

1. Membuat jadwal bergantian

perkembangan anak usia 10 tahun

Salah satu cara yang mungkin bisa membantu orangtua untuk melerai anak yang bertengkar selama karantina di rumah adalah membuat jadwal bergantian. 

Dilansir dari Harvard Health Publishing, memiliki jadwal dan rutinitas yang tersusun rapi adalah hal biasa anak dapatkan. 

Begini, anak biasanya tidak menghabiskan waktu setiap hari dan setiap waktu bersama dengan saudaranya sendiri. Cobalah untuk meminta anak mengikuti jadwal yang Anda buat dalam waktu yang berbeda pada setiap anak. 

Sebagai contoh, Anda menggunakan area rumah yang berbeda jika memungkinkan ketika anak pertama melakukan pekerjaan rumah dan adiknya bermain di ruangan lainnya. Selain itu, mereka juga bisa menghabiskan waktu selama 30 menit hingga satu jam untuk melakukan tugas yang terpisah. 

Dengan begitu, Anda bisa mengurangi hingga mencegah perdebatan akibat masalah sepele yang bisa berujung pada pertengkaran tiada henti. Akan tetapi, jangan lupa untuk tetap membuat anak berkumpul dengan anggota keluarga lainnya, seperti saat makan, menonton film, atau bermain board game

2. Menghadiahi perilaku sopan anak

Selain jadwal teratur, menghadiahi perilaku sopan anak juga bisa dilakukan sebagai upaya melerai mereka bertengkar satu sama lain selama menjalani karantina di rumah. 

Normalnya, sebuah kebiasaan atau perilaku baik akan terjadi lagi ketika diikuti oleh dampak yang positif, seperti menghadiahi anak. Dibandingkan perilaku buruk yang mendapatkan hukuman, sebaiknya lebih banyak memberikan anak ‘poin positif’ saat mereka berperilaku baik.

Berikut beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda dalam menghadiahi anak terhadap perilaku positifnya:

  • memberikan pujian dengan alasan mengapa mereka pantas mendapatkannya
  • menggabungkan pujian dengan sentuhan fisik, seperti pelukan atau perhatian ekstra
  • menerapkan sistem poin bintang setiap anak yang berperilaku baik

cemas covid-19

Poin bintang memang sering digunakan oleh guru-guru di sekolah ketika murid memperlihatkan hal-hal positif dari dalam diri mereka. Mulai dari nilai bagus, membersihkan ruangan tanpa disuruh, hingga membantu orang lain. Poin tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan suatu hal yang anak inginkan atau butuhkan. 

Usahakan untuk membuat bagan yang terpisah untuk setiap anak. Lalu, mintalah mereka untuk memberikan ide tentang hadiah yang dapat ditukar dengan bintang. Tidak perlu harus mengeluarkan biaya banyak, seperti memilih menu makan atau film apa yang akan mereka tonton. 

Intinya, jangan lupa untuk menghargai dan melibatkan setiap anak dalam sistem menghadiahi mereka saat berperilaku baik. Dengan begitu, Anda mungkin akan lebih jarang melerai anak yang bertengkar selama karantina di rumah karena mereka tahu bahwa hal tersebut tidak baik. 

3. Membantu anak dekat dengan saudaranya

susu formula untuk sistem imun anak

Bagi setiap orangtua mungkin berharap bahwa anak-anak mereka dapat dekat satu sama lain dan tidak sering bertengkar karena hal-hal sepele. Namun, tidak sedikit yang tidak dapat mencapai impian tersebut dan terus melihat anak-anaknya berdebat hingga membuat Anda stres. 

Maka itu, demi dapat melerai anak yang bertengkar, terutama saat menjalani karantina di rumah, Anda perlu membantu mereka dekat dengan saudaranya. Hal ini bertujuan agar hubungan persaudaraan mereka semakin baik dan mampu mengerti satu sama lain. 

Di sela-sela kesibukan anak, Anda mungkin dapat menyisipkan waktu spesial untuk anak-anak. Anda dapat mencari kegiatan yang anak-anak sukai bersama.

Pada saat mereka bersenang-senang bersama, hubungan anak akan meningkat meskipun sesekali bertengkar. Namun, jangan lupa untuk tetap menjalani jadwal bergantian yang sudah dijelaskan sebelumnya agar ketika anak Anda masih dapat menghabiskan waktu tanpa saudara kandungnya. 

Sebagai contoh, anak dapat bermain bersama dua atau tiga kali dalam seminggu pada sore hari. Entah itu bermain konsol permainan, membuat kerajinan tangan, atau memasak bersama. Tanyakan kepada anak, aktivitas apa yang mereka sukai agar mereka bisa bersenang-senang bersama. 

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

4. Membantu anak menangani masalah

Apabila Anda berhasil melerai anak yang bertengkar saat menjalani karantina di rumah, jangan lupa untuk membantu mereka menangani masalah di antara keduanya.

Alih-alih mencoba menghentikan perkelahian tersebut dengan teguran tanpa henti, cobalah untuk membantu anak menangani masalah yang mereka hadapi. Bagaimana caranya?

  • minta setiap anak mengatakan apa masalah yang membuat mereka bertengkar
  • tanyakan kepada anak, apa yang mereka inginkan dan harapkan dari saudaranya
  • bertukar pikiran dan biarkan anak memberikan caranya sendiri saat menangani masalah
  • beri nilai ide anak dan memberitahu mereka ide yang mana tidak berhasil
  • cari solusi bersama yang menguntungkan bagi kedua anak Anda
  • mencari jalan keluar dengan bertanya ke orang lain atau lewat internet
  • mencoba solusi yang diusulkan dan lihat bagaimana hasilnya

Melerai anak bertengkar, terutama saat menjalani karantina di rumah tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Anda pun mungkin tidak ingin melibatkan kekerasan fisik ketika mendisiplinkan anak. Maka itu, menjaga emosi dan tetap sabar adalah kunci penting agar stres para orangtua bisa dikelola, terutama ketika wabah penyakit COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Kepadatan penduduk suatu kota dapat memengaruhi lama waktu pandemi COVID-19 berlangsung. Kota besar diprediksi bakal lebih lama mengalami pandemi, mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Di tengah pandemi COVID-19, China juga sedang diserang wabah lain dari infeksi norovirus yakni penyakit yang menyebabkan peradangan usus.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Luar Negeri, Berita 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Percepatan uji coba vaksin ini dilakukan demi menyelesaikan pandemi COVID-19 yang telah menginfeksi hampir seluruh dunia. Bagaimana kemungkinannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Pastikan untuk selalu membersihkan diri setelah keluar bepergian untuk melindungi keluarga dan orang terdekat. Yuk, ikuti langkah-langkah ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
membersihkan diri setelah keluar rumah
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebiasaan mencuci tangan covid-19

Seperti Apa Kebiasaan Mencuci Tangan di Masa Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
covid-19 vaksin yang terburu-buru

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
dampak COVID-19 pada laki-laki

Laki-laki Lebih Berisiko Mengalami Gejala Buruk Saat Terinfeksi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
COVID-19 gangguan pendengaran

Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit