Begini Caranya Melerai Anak yang Kerap Berkelahi saat Karantina di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Ditutupnya sekolah dan imbauan untuk tetap berada di rumah membuat anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan saudaranya. Akibatnya, tidak sedikit orangtua yang mengeluhkan anak mereka bertengkar satu sama lain hanya karena masalah sepele. Bingung harus bagaimana melerai anak yang bertengkar selama karantina di rumah?

Tips melerai anak yang bertengkar selama karantina di rumah

adik kakak anak berantem bertengkar berkelahi

Dampak lain dari wabah COVID-19 tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental sebagian besar masyarakat. Sebagai contoh, pandemi ini membuat hampir setiap negara di dunia menutup sekolah mereka hingga pemberitahuan lebih lanjut. 

Di samping akhir pekan dan libur sekolah, anak-anak usia sekolah lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah atau bermain bersama teman-temannya. Maka itu, dibandingkan dengan keluarganya sendiri mereka mungkin lebih sering bertemu dengan guru atau teman sekolahnya. 

Sebenarnya, ketika anak sudah mulai berteriak hingga berkelahi karena merasa muak berada di rumah, itu adalah situasi yang normal. Orangtua mungkin sudah pusing dengan pekerjaannya. Masalah anak berkelahi selama karantina di rumah ini menambah beban pikiran. 

Untungnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melerai anak yang bertengkar selama menjalani karantina di rumah. Walaupun tidak mudah, setidaknya bisa membantu mengurangi frekuensi teriakan anak yang mengganggu dan tidak membuat anggota keluarga lainnya stres.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

23,165

Terkonfirmasi

5,877

Sembuh

1,418

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

1. Membuat jadwal bergantian

perkembangan anak usia 10 tahun

Salah satu cara yang mungkin bisa membantu orangtua untuk melerai anak yang bertengkar selama karantina di rumah adalah membuat jadwal bergantian. 

Dilansir dari Harvard Health Publishing, memiliki jadwal dan rutinitas yang tersusun rapi adalah hal biasa anak dapatkan. 

Begini, anak biasanya tidak menghabiskan waktu setiap hari dan setiap waktu bersama dengan saudaranya sendiri. Cobalah untuk meminta anak mengikuti jadwal yang Anda buat dalam waktu yang berbeda pada setiap anak. 

Sebagai contoh, Anda menggunakan area rumah yang berbeda jika memungkinkan ketika anak pertama melakukan pekerjaan rumah dan adiknya bermain di ruangan lainnya. Selain itu, mereka juga bisa menghabiskan waktu selama 30 menit hingga satu jam untuk melakukan tugas yang terpisah. 

Dengan begitu, Anda bisa mengurangi hingga mencegah perdebatan akibat masalah sepele yang bisa berujung pada pertengkaran tiada henti. Akan tetapi, jangan lupa untuk tetap membuat anak berkumpul dengan anggota keluarga lainnya, seperti saat makan, menonton film, atau bermain board game

2. Menghadiahi perilaku sopan anak

Selain jadwal teratur, menghadiahi perilaku sopan anak juga bisa dilakukan sebagai upaya melerai mereka bertengkar satu sama lain selama menjalani karantina di rumah. 

Normalnya, sebuah kebiasaan atau perilaku baik akan terjadi lagi ketika diikuti oleh dampak yang positif, seperti menghadiahi anak. Dibandingkan perilaku buruk yang mendapatkan hukuman, sebaiknya lebih banyak memberikan anak ‘poin positif’ saat mereka berperilaku baik.

Berikut beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda dalam menghadiahi anak terhadap perilaku positifnya:

  • memberikan pujian dengan alasan mengapa mereka pantas mendapatkannya
  • menggabungkan pujian dengan sentuhan fisik, seperti pelukan atau perhatian ekstra
  • menerapkan sistem poin bintang setiap anak yang berperilaku baik

cemas covid-19

Poin bintang memang sering digunakan oleh guru-guru di sekolah ketika murid memperlihatkan hal-hal positif dari dalam diri mereka. Mulai dari nilai bagus, membersihkan ruangan tanpa disuruh, hingga membantu orang lain. Poin tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan suatu hal yang anak inginkan atau butuhkan. 

Usahakan untuk membuat bagan yang terpisah untuk setiap anak. Lalu, mintalah mereka untuk memberikan ide tentang hadiah yang dapat ditukar dengan bintang. Tidak perlu harus mengeluarkan biaya banyak, seperti memilih menu makan atau film apa yang akan mereka tonton. 

Intinya, jangan lupa untuk menghargai dan melibatkan setiap anak dalam sistem menghadiahi mereka saat berperilaku baik. Dengan begitu, Anda mungkin akan lebih jarang melerai anak yang bertengkar selama karantina di rumah karena mereka tahu bahwa hal tersebut tidak baik. 

3. Membantu anak dekat dengan saudaranya

susu formula untuk sistem imun anak

Bagi setiap orangtua mungkin berharap bahwa anak-anak mereka dapat dekat satu sama lain dan tidak sering bertengkar karena hal-hal sepele. Namun, tidak sedikit yang tidak dapat mencapai impian tersebut dan terus melihat anak-anaknya berdebat hingga membuat Anda stres. 

Maka itu, demi dapat melerai anak yang bertengkar, terutama saat menjalani karantina di rumah, Anda perlu membantu mereka dekat dengan saudaranya. Hal ini bertujuan agar hubungan persaudaraan mereka semakin baik dan mampu mengerti satu sama lain. 

Di sela-sela kesibukan anak, Anda mungkin dapat menyisipkan waktu spesial untuk anak-anak. Anda dapat mencari kegiatan yang anak-anak sukai bersama.

Pada saat mereka bersenang-senang bersama, hubungan anak akan meningkat meskipun sesekali bertengkar. Namun, jangan lupa untuk tetap menjalani jadwal bergantian yang sudah dijelaskan sebelumnya agar ketika anak Anda masih dapat menghabiskan waktu tanpa saudara kandungnya. 

Sebagai contoh, anak dapat bermain bersama dua atau tiga kali dalam seminggu pada sore hari. Entah itu bermain konsol permainan, membuat kerajinan tangan, atau memasak bersama. Tanyakan kepada anak, aktivitas apa yang mereka sukai agar mereka bisa bersenang-senang bersama. 

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

4. Membantu anak menangani masalah

Apabila Anda berhasil melerai anak yang bertengkar saat menjalani karantina di rumah, jangan lupa untuk membantu mereka menangani masalah di antara keduanya.

Alih-alih mencoba menghentikan perkelahian tersebut dengan teguran tanpa henti, cobalah untuk membantu anak menangani masalah yang mereka hadapi. Bagaimana caranya?

  • minta setiap anak mengatakan apa masalah yang membuat mereka bertengkar
  • tanyakan kepada anak, apa yang mereka inginkan dan harapkan dari saudaranya
  • bertukar pikiran dan biarkan anak memberikan caranya sendiri saat menangani masalah
  • beri nilai ide anak dan memberitahu mereka ide yang mana tidak berhasil
  • cari solusi bersama yang menguntungkan bagi kedua anak Anda
  • mencari jalan keluar dengan bertanya ke orang lain atau lewat internet
  • mencoba solusi yang diusulkan dan lihat bagaimana hasilnya

Melerai anak bertengkar, terutama saat menjalani karantina di rumah tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Anda pun mungkin tidak ingin melibatkan kekerasan fisik ketika mendisiplinkan anak. Maka itu, menjaga emosi dan tetap sabar adalah kunci penting agar stres para orangtua bisa dikelola, terutama ketika wabah penyakit COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Aman Gerak Jalan yang Direkomendasikan Selama Pandemi

Anda tetap bisa melakukan olahraga gerak jalan atau jalan kaki saat pandemi dengan tetap mengikuti beberapa protokol kesehatan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 22/05/2020

COVID-19 Bisa Sebabkan Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak, Apa Artinya?

WHO baru-baru ini melaporkan komplikasi COVID-19 pada anak yang dikenal sebagai sindrom peradangan multisistem. Apa gejala dan dampaknya bagi anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 21/05/2020

Alasan Penderita Lupus Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi COVID-19

Penyakit lupus termasuk dalam kategori kelompok yang rentan terhadap gejala COVID-19 yang lebih parah. Bagaimana risiko COVID-19 pada penderita lupus?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 20/05/2020

Potensi Penularan COVID-19 di Desa, Bagaimana Kesiapannya?

Arus mudik yang tak bisa dikendalikan membuat masyarakat di desa harus siaga kedatangan potensi sumber penularan COVID-19. Bagaimana kesiapannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 20/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kawasaki covid-19 anak

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
minum alkohol membunuh coronavirus

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
dampak pandemi mental remaja

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020