Fenomena Zoom Fatigue, Meeting Online yang Melelahkan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Physical distancing dan karantina di rumah membuat sebagian besar masyarakat ‘terkurung’ dengan gadget mereka. Tujuannya pun beragam, entah itu terhubung dengan orang lain hingga melaksanakan rapat secara online via aplikasi. Nyatanya, beberapa orang mengakui hal ini justru melelahkan bagi mereka. Apa alasan meeting online terasa melelahkan? 

Alasan meeting online melelahkan (zoom fatigue)

zoom fatigue

Fenomena zoom fatigue atau rasa lelah yang muncul setelah melakukan meeting online kian marak di tengah pandemi COVID-19. Perbincangan menggunakan video lebih sering dilakukan ketimbang biasanya karena bertujuan untuk membuat Anda tetap terhubung dan bekerja di rumah. 

Akhirnya, kebanyakan orang lebih banyak menghabiskan waktu menatap ponsel dan layar laptop mereka. Nyatanya, kebiasaan ini membuat sebagian orang merasa cepat lelah, terutama mereka yang melakukan rapat online. Apa yang membuat meeting online terasa begitu melelahkan?

Dilansir dari Mindful, tingkat konsentrasi dan perhatian seseorang saat melakukan meeting online ternyata berbeda. Kebanyakan orang akan lebih fokus terhadap isyarat visual yang dikumpulkan dari bahasa tubuh. 

Sementara itu, tidak sedikit dari mereka yang melakukan meeting online sembari memeriksa email atau melakukan pekerjaan lain. Fokus yang seharusnya digunakan untuk berbicara dan mendengarkan orang lain dengan seksama menjadi terpecah karena mengerjakan hal yang berbeda dalam waktu bersamaan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

25,216

Terkonfirmasi

6,492

Sembuh

1,520

Meninggal Dunia

Respons diam dari peserta meeting online lainnya pun juga menjadi alasan mengapa hal ini terasa melelahkan. Sebagai contoh, ketika bertanya kepada orang lain yang ada di platform tersebut dan mereka tidak menanggapi, Anda merasa khawatir apakah koneksi internet berjalan atau tidak.

Menurut penelitian dari International Journal of Human-Computer Studies, koneksi internet yang lambat saat terhubung dengan orang lain dapat menimbulkan ketidaknyamanan.

Bahkan, keterlambatan dalam merespons seseorang 1-2 detik bisa membuat orang tersebut memandang Anda kurang fokus atau tidak ramah. 

Akibatnya, perasaan tersebut yang menjadi dalang mengapa meeting online terasa melelahkan. Selain harus memperhatikan koneksi internet, dampak dari multitasking juga memperburuk perasaan tersebut saat bertatapan dengan orang lain. 

Apakah rasa lelah juga muncul ketika berinteraksi dengan teman?

kelelahan akibat penyakit crohn

Alasan mengapa meeting online terasa melelahkan sebagian besar disebabkan perasaan wajib fokus terhadap orang lain di layar karena tuntutan pekerjaan. Lantas, bagaimana dengan panggilan video antar teman atau anggota keluarga lainnya yang tidak begitu formal?

Menurut Gianpiero Petriglieri, associate professor di INSEAD kepada BBC, fenomena zoom fatigue juga bisa ditemui saat berinteraksi dengan teman atau di luar konteks pekerjaan.

Hanya saja rasa lelah tersebut mungkin lebih sedikit dirasakan ketimbang saat melakukan meeting online ketika bekerja. 

cara sehat karantina diri COVID-19

Video call dengan teman dan anggota keluarga lainnya seharusnya menyenangkan, tetapi ada beberapa orang yang merasa bergabung karena ‘keharusan’. Akibatnya, ‘keharusan’ tersebut membuat orang-orang merasa menghabiskan waktu lebih banyak ketimbang beristirahat.

Intinya, meeting online yang melelahkan bisa saja muncul meskipun Anda sedang berinteraksi dengan teman. Namun, ketika bisa menjadi diri sendiri saat berpartisipasi dalam obrolan tersebut seharusnya tidak begitu berdampak pada diri Anda. 

Tips mengusir rasa lelah akibat meeting online

harus ldr

Suka tidak suka meeting online adalah kewajiban agar bisa terhubung dengan rekan kerja dan menyelesaikan pekerjaan. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena meeting online yang melelahkan bisa diatasi dengan beberapa cara, seperti:

1. Luangkan waktu sebelum mulai meeting online

Salah satu hal yang bisa Anda lakukan agar meeting online tidak begitu melelahkan adalah meluangkan waktu sebelum memulai. Maksudnya, Anda bisa menarik napas dalam-dalam dan merasakan tubuh sendiri di kursi. 

Lalu, cobalah untuk menata ulang isi pikiran sampai bisa berkonsentrasi penuh. Apabila Anda merasa cemas atau sibuk sendiri, melakukan teknik pernapasan untuk meredakan stres pun bisa membantu mengusir rasa lelah tersebut. 

2. Berikan waktu untuk sapa peserta meeting online

Setelah berhasil mengendalikan diri sebelum mulai meeting online, Anda mulai obrolan tersebut dengan menanyakan kabar masing-masing rekan kerja. Meeting online mungkin akan terasa melelahkan jika tidak didahului dengan ‘pemanasan’, seperti mengobrol ringan seputar kehidupan sehari-hari

Dengan begitu, suasana saat obrolan perihal pekerjaan mungkin tidak begitu kaku dan memberikan kesan yang lebih ramah. 

3. Coba tahan diri melakukan multitasking

meeting online melelahkan

Bagi beberapa orang mungkin merasa melakukan tugas lain sembari meeting online dapat menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat. Faktanya tidak selalu demikian. Multitasking, terutama di tengah meeting online, justru lebih melelahkan. 

Pasalnya, multitasking saat meeting online justru dapat membuat mata dan otak terlalu fokus terhadap layar. Sebaiknya sesekali alihkan perhatian dan tenaga untuk mengerjakan pekerjaan lain tersebut dengan melihat-lihat benda lain selain layar laptop. 

Walaupun Anda mungkin tidak dapat melihat wajah peserta meeting dan begitu juga sebaliknya, membiarkan pikiran beristirahat sejenak dari layar pun baik untuk kesehatan. 

4. Istirahat setiap beberapa puluh menit sekali

Meeting online yang melelahkan biasanya berlangsung selama lebih dari satu jam dan tidak ada jeda sedikit pun. Hal ini tentu membuat mata yang menatap layar dan pikiran yang berusaha untuk berkonsentrasi terhadap perkataan orang lain menjadi cepat lelah. 

Bila memungkinkan, cobalah untuk mengusulkan waktu untuk istirahat beberapa menit di antara jadwal rapat online yang padat. Waktu istirahat tersebut bisa Anda dan peserta lainnya gunakan untuk minum air, pergi ke toilet, atau sekadar melakukan peregangan karena terlalu lama duduk.

New Normal Akibat Pandemi COVID-19 dan Efek Psikologisnya

Bagi orang yang terbiasa bekerja di kantor, meeting online adalah bagian dari new normal saat pandemi COVID-19 ini berlangsung.

Akibatnya, waktu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru ini cenderung melelahkan, termasuk melakukan meeting online. Maka dari itu, pentingnya menerapkan aktivitas harian yang berbeda saat jam kerja dan di luar jam kerja.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Callahan, M. (2020). ‘Zoom Fatigue’ is real. Here’s why you’re feeling it and what you can do about it. [email protected]. Retrieved 14 May 2020, from https://news.northeastern.edu/2020/05/11/zoom-fatigue-is-real-heres-why-youre-feeling-it-and-what-you-can-do-about-it/

Hickman, S. (2020). Zoom exhaustion is real. Here are six ways to find balance and stay connected. Mindful. Retrieved 14 May 2020, from https://www.mindful.org/zoom-exhaustion-is-real-here-are-six-ways-to-find-balance-and-stay-connected/

Jiang, M. (2020). The reason Zoom calls drain your energy. BBC: Remote Control. Retrieved 14 May 2020, from https://www.bbc.com/worklife/article/20200421-why-zoom-video-chats-are-so-exhausting

Schoenenberg, K., Raake, A., & Koeppe, J. (2014). Why are you so slow? – Misattribution of transmission delay to attributes of the conversation partner at the far-end. International Journal Of Human-Computer Studies, 72(5), 477-487. doi: 10.1016/j.ijhcs.2014.02.004. Retrieved 14 May 2020. 

Yang juga perlu Anda baca

Mata Tetap Sehat Meskipun Sering Menggunakan Komputer dengan 4 Cara Ini

Menjaga kesehatan mata adalah salah satu hal yang penting bagi semua orang agar tidak mengganggu aktivitas mereka, terutama bagi para pengguna komputer.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Awas 3K: Kram, Kebas, dan Kesemutan Akibat Kelamaan Main Gadget

Kram karena main gadget terlalu lama bisa menyerang bagian punggung Anda. Bagaimana mengatasi kram pada otot badan tersebut?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

5 Tanda yang Muncul Ketika Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi Tak Lagi Seimbang

Sering lembur dan bawa "peer" proyek kantor ke rumah adalah tanda hidup pribadi dan dunia kerja Anda sudah tidak lagi seimbang. Harus bagaimana?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Kerja Freelance Juga Bisa Bikin Stres, Ini 5 Cara Mencegahnya

Menjadi pekerja lepas bukan berarti bebas dari ancaman stres. Yuk, cari tahu cara mencegah stres akibat kerja freelance agar bekerja tetap menyenangkan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

Didi Kempot Tutup Usia Diduga Kelelahan, Bagaimana Hingga Jadi Fatal?

Didi Kempot Tutup Usia Diduga Kelelahan, Bagaimana Hingga Jadi Fatal?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
Work-from-Home, Tren Bekerja di Rumah yang Ternyata Baik Buat Kesehatan

Work-from-Home, Tren Bekerja di Rumah yang Ternyata Baik Buat Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 21/12/2019
Kerja 4 Hari Seminggu Terbukti Bikin Karyawan Microsoft Makin Produktif

Kerja 4 Hari Seminggu Terbukti Bikin Karyawan Microsoft Makin Produktif

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 09/12/2019
3 Kunci Atasi Pegal dan Nyeri Otot bagi Orang Kantoran yang Super Sibuk

3 Kunci Atasi Pegal dan Nyeri Otot bagi Orang Kantoran yang Super Sibuk

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 06/11/2019