Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Coronavirus baru yang menyebabkan penyakit COVID-19 terbukti menular dari manusia ke manusia melalui droplet atau tetesan cairan pernafasan. Tapi belakangan ada beberapa kasus hewan yang terbukti positif tertular COVID-19 yaitu kucing dan harimau. 

Kucing tertular COVID-19 dari pemiliknya

kucing tertular covid-19

Seekor kucing peliharaan di Belgia dinyatakan positif COVID-19, penyakit akibat SARS-CoV-2 yang saat ini telah menjadi pandemiBerita ini konfirmasi oleh Departemen Kesehatan Masyarakat, Rantai Makanan, dan Lingkungan Belgia (FPS), Jumat (27/3).

Kucing tersebut diyakini tertular COVID-19 dari pemiliknya yang lebih dulu dinyatakan positif setelah kembali dari Italia.

Seminggu setelah sang pemilik kembali dari Italia, kucing tersebut mengalami gejala infeksi coronavirus, yakni diare, muntah, dan terlihat mengalami masalah pernafasan.

Sampel muntahan dan kotoran si kucing dibawa ke laboratorium Dr. Daniel Desmecht di Fakultas Kedokteran Hewan Liege. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan positif COVID-19, bahkan tingkat keberadaan SARS-CoV-2 dalam sampel tersebut sangat tinggi.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

116,871

Terkonfirmasi

73,889

Sembuh

5,452

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Steven van Gucht, ahli virologi sekaligus juru bicara pemerintah Belgia untuk coronavirus mengabarkan si kucing telah pulih setelah 9 hari menerima perawatan. 

Menurut Gucht, kucing dan manusia tampaknya memiliki kesamaan ‘pintu masuk’ virus menuju sel pernafasan. Kesamaan itulah yang menurut Gucht memungkinkan kucing tertular COVID-19.

Pada manusia, ilmuwan telah menemukan bahwa virus SARS-CoV-2 menempel pada sisi luar (membran) sel pernapasan yang disebut ACE2. Begitu berhasil masuk ke dalam sel-sel ini, virus membajak sel-sel hidup dan menggunakan isi sel tersebut untuk memproduksi virus-virus baru. 

Angiotensin converting enzyme 2 atau ACE2 di tubuh kucing menyerupai homolog (asal-usul) ACE2 di tubuh manusi, yang kemungkinan besar adalah jalan yang digunakan virus untuk masuk ke dalam sel tubuh,” terang Gucht.

Kasus kucing tertular COVID-19 ini menjadi kasus pertama penularan dari manusia ke kucing. Gucht menekankan bahwa penularan manusia ke hewan peliharaan seperti kucing bukanlah jalur penularan COVID-19 yang signifikan. 

“Kami pikir kucing adalah korban sampingan dari epidemi yang terjadi pada manusia dan tidak memainkan peran penting dalam penyebaran virus,” katanya.

Walau begitu, para ilmuwan akan memulai melakukan penelitian tentang kemungkinan penularan jalur lain selain dari manusia ke manusia.

Harimau di kebun binatang New York tertular COVID-19

harimau, kucing tertular covid-19

Seekor harimau di Kebun Binatang Bronx di kota New York dinyatakan positif COVID-19. Harimau Malaya berusia 4 tahun bernama Nadia itu juga 3 harimau lain dan 3 singa Afrika lain jatuh sakit dengan gejala batuk kering.

“Kami menguji harimau dan singa-singa itu dengan sangat hati-hati dan akan memastikan setiap pengetahuan yang kami peroleh tentang COVID-19 akan berkontribusi pada pemahaman dunia yang berkelanjutan tentang coronavirus baru ini,” ujar otoritas Margasatwa (WCS) yang mengelola kebun binatang tersebut dalam sebuah pernyataan pers.

Selain Nadia, 6 kucing besar lainnya tidak dilakukan pemeriksaan. Namun, mereka diyakini positif tertular COVID-19 dari karyawan kebun binatang.

Seorang penjaga kebun binatang yang terinfeksi COVID-19 kemungkinan menginfeksi kucing-kucing besar itu sebelum menunjukkan adanya gejala infeksi. 

Para harimau dan singa ini menunjukkan penurunan nafsu makan yang signifikan walaupun petugas kebun binatang mengatakan kondisi kesehatan mereka masih stabil. 

“Dokter hewan di kebun binatang saat ini terus memantau dan merawat mereka (harimau dan singa) yang sakit. Semua diharapkan segera pulih,” tulis rilis pers tersebut. 

“Tidak diketahui bagaimana penyakit ini akan berkembang pada kucing besar karena spesies yang berbeda dapat bereaksi secara berbeda terhadap infeksi baru,” lanjutnya.

Hilang Penciuman dan Pengecapan Bisa Jadi Gejala COVID-19

Penelitian baru soal penularan COVID-19 dari manusia ke hewan

Sebuah studi yang dipublikasi di jurnal bioRxiv baru-baru ini menggambarkan bagaimana kemungkinan terjadinya penularan COVID-19 dari kucing ke kucing.

Peneliti dari Chinese Academy of Agriculture Sciences ini mengatakan penularan terjadi melalui tetesan cairan pernafasan (droplets) si kucing.

Studi ini menemukan 15 persen dari 102 sampel antibodi kucing dideteksi terdapat SARS-CoV-2. Mereka mengatakan para kucing ini tertular COVID-19 dari manusia atau dari kucing lain.

Penelitian tersebut menekankan bahwa tidak ada bukti bahwa kucing yang tertular COVID-19 bisa menularkan ke manusia.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Inilah Alasan Vaksin COVID-19 Sinovac Uji Klinis di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China akan diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Adakah alasan tertentu dalam pemilihan negara ini?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

5 Manfaat Punya Asuransi di Masa Pandemi COVID-19

Saatnya mempertimbangkan asuransi di masa pandemi COVID-19 sebagai perlindungan kehidupan. Ketahui beragam manfaat asuransi di masa new normal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
asuransi di masa pandemi
Asuransi, Hidup Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

infeksi ginjal atau pielonefritis

Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
infeksi kandung kemih cystitis adalah

Infeksi Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 10 menit
serangan jantung saat pandemi covid-19

Waspadai Hubungan Erat Sakit Jantung dan COVID-19 Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit
klaster penularan COVID-19

Klaster-klaster Penularan COVID-19 Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit