WHO Ingatkan Krisis Oksigen Konsentrator, Apa Artinya Bagi COVID-19?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/07/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Kasus baru infeksi COVID-19 terus bertambah. Dalam satu minggu di pekan ketiga Juni tercatat ada lebih dari 1 juta pertambahan kasus baru di seluruh dunia. Melihat cepatnya pertumbuhan kasus penularan COVID-19, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengingatkan akan adanya krisis oksigen global yang menimpa negara-negara di dunia.

WHO ingatkan krisis oksigen untuk tangani pasien COVID-19

oksigen covid-19

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dunia menghadapi kekurangan oksigen konsentrator. Kekurangan perangkat tersebut disinyalir karena jumlah kasus infeksi COVID-19 di seluruh dunia yang mencapai angka 10 juta.

Oksigen konsentrator adalah alat yang digunakan untuk mengekstraksi dan memurnikan oksigen dari udara. Oksigen yang telah diekstraksi ini kemudian digunakan oleh tenaga medis untuk memberikan oksigen tambahan pada pasien yang mengalami masalah pada paru-paru.

“Banyak negara sekarang mengalami kesulitan mendapatkan konsentrator oksigen. Permintaan saat ini melampaui pasokan,” terang Tedros dalam sebuah keterangan pers Kamis (25/6/2020).

Per Rabu (8/7), infeksi COVID-19 telah mencapai hampir 12 juta kasus dan menewaskan lebih dari 540.000 jiwa. Dalam beberapa minggu belakangan, terutama akhir Juni, terjadi peningkatan kasus yang cukup besar yakni sekitar 1 juta kasus dalam satu pekan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

115,056

Terkonfirmasi

72,050

Sembuh

5,388

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

“Peningkatan ini telah mendorong permintaan oksigen menjadi 88.000 tabung besar per hari, atau 620.000 meter kubik oksigen,” ujar Tedros.

WHO membeli 14.000 oksigen konsentrator langsung dari pabrik untuk dikirimkan ke 120 negara terdampak COVID-19 yang betul-betul sedang membutuhkan. Lebih lanjut, Tedros mengatakan sebanyak 170.000 konsentrator oksigen baru akan tersedia dalam enam bulan ke depan.

Kenapa pasien infeksi virus corona sangat membutuhkan oksigen?

pasien krisis covid-1 bantuan oksigen dan ventilator

Tidak semua pasien COVID-19 membutuhkan perawat medis. Menurut data WHO80% pasien COVID-19 hanya mengalami gejala ringan, 15% mengalami gejala berat yang membutuhkan oksigen, dan sisanya kritis yang membutuhkan ventilator.

Jika dihitung 15% dari kasus aktif yang ada di Indonesia, berarti saat ini ada sekitar 4.000-an pasien COVID-19 Indonesia yang membutuhkan bantuan oksigen. Ini belum ditambah 5% pasien yang membutuhkan bantuan ventilator untuk membawa oksigen langsung ke paru-paru.

Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 bisa langsung menyerang paru-paru dan membuat pasien kesulitan untuk bernafas.

Pasien dengan gejala parah dan kritis ini tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup ke dalam darah. Mereka membutuhkan pasokan oksigen yang lebih tinggi dan dukungan untuk menyalurkannya ke paru-paru. 

Jika pasien dengan kondisi ini dibiarkan, itu akan menyebabkan kegagalan organ hingga kematian. Oleh karena itu, oksigen konsentrator menjadi alat yang amat penting untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Punya Asuransi di Masa Pandemi COVID-19

Saatnya mempertimbangkan asuransi di masa pandemi COVID-19 sebagai perlindungan kehidupan. Ketahui beragam manfaat asuransi di masa new normal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
asuransi di masa pandemi
Asuransi, Hidup Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford, Inggris berhasil memicu terbentuknya antibodi dan sel-T pada peserta uji klinis.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Vaksin COVID-19 Moderna Memasuki Tahap Akhir Uji Kllinis

Vaksin COVID-19 buatan Moderna menunjukkan hasil positif dan akan memasuki tahap akhir uji klinis. Vaksin ini akan diuji coba pada 30.000 orang relawan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

serangan jantung saat pandemi covid-19

Waspadai Hubungan Erat Sakit Jantung dan COVID-19 Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit
klaster penularan COVID-19

Klaster-klaster Penularan COVID-19 Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit
vaksin sinovac uji klinis di Indonesia

Inilah Alasan Vaksin COVID-19 Sinovac Uji Klinis di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit
nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit