Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Selama pandemi COVID-19 banyak hal berubah. Salah satunya perihal bertemu atau berkontak dengan orang lain yang harus dihindari untuk menerapkan physical distancing. Pembatasan fisik di tengah pandemi ini juga berpengaruh pada sesi terapi dan konseling dengan psikolog dan ahli kesehatan jiwa lainnya.

Ada beberapa hal yang berubah, dari penerapan jarak, waktu temu, sampai pergantian sesi konseling secara online.

Konseling ke psikolog atau psikiater selama masa pandemi

psikolog dan psikiater konseling pandemi

Wabah COVID-19 memberikan tekanan psikologi dan membuat banyak orang membutuhkan bantuan profesional, jadi para psikolog harus mencari cara agar tetap bisa memberikan layanan dengan aman. 

Pada masa pandemi COVID-19, beberapa layanan kesehatan jiwa di sekitar Anda mungkin menyesuaikan dengan kondisi. Ada yang tutup untuk sementara waktu, ada yang mengubah jadwal praktik, ada juga yang menggantinya dengan konseling online. 

Hal ini dilakukan demi memutus rantai penularan COVID-19, baik itu pada penyedia layanan ataupun pada pasien.

Untuk tetap bisa memberikan layanan dengan aman, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menuliskan Panduan Layanan Masa Tanggap Darurat COVID-19. 

“Pemberi layanan psikologi disarankan menggunakan bentuk-bentuk layanan minimum kontak sebagai prioritas utama, baik dalam asesmen maupun intervensi,” tulis HIMPSI dalam lembar panduannya. 

Panduan konseling dengan psikolog pada masa pandemi COVID-19 tersebut membagi layanan ke dalam tiga kategori. Yakni untuk pasien PDP/ODP/positif COVID-19, klien rutin atau terjadwal, dan klien baru. Berikut pertimbangannya.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

59,394

Terkonfirmasi

26,667

Sembuh

2,987

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

1. Layanan konseling untuk PDP/ODP/pasien COVID-19

Layanan psikologis untuk pasien terdampak COVID-19 dilakukan dengan menghindari kontak langsung. Psikolog sebisa mungkin melakukan sesi konseling menggunakan teknologi informasi, baik itu video call, telepon, atau pesan singkat. 

“Setiap media komunikasi yang dipilih memiliki risiko dan konsekuensi yang harus dipertimbangkan oleh pemberi layanan psikologi. Pemberi layanan Psikologi menyiapkan tempat bebas dari gangguan suara atau gangguan lain sehingga kerahasiaan klien terjaga,” terang HIMPSI.

Jika terpaksa harus dilakukan dengan tatap muka, pemberi layanan harus menggunakan alat pelindung diri (APD) dan melakukan standar kebersihan yang diberlakukan rumah sakit. Tak lupa juga untuk mempersiapkan tempat sampah khusus untuk membuang tisu bekas pasien.

2. Layanan konseling untuk klien rutin atau terjadwal

Untuk klien rutin atau terjadwal, sesi terapi harus diteruskan karena tidak mungkin untuk menghentikannya setengah jalan. Layanan konseling untuk klien rutin atau terjadwal tetap bisa dilakukan dengan beberapa pertimbangan pada masa pandemi ini. 

Jika memungkinkan, pilihan pertama adalah melakukan konseling jarak jauh menggunakan sambungan online seperti video call. Konseling psikologi dengan bertatap muka pada masa pandemi hanya dilakukan jika klien tidak memungkinkan untuk melakukan terapi jarak jauh.

Tatap muka dilakukan dengan beberapa syarat, seperti penjadwalan teratur supaya tidak ada penumpukan di ruang tunggu, tetap menjaga jarak, dan mengedukasi klien tentang pencegahan penularan COVID-19.

new normal covid-19

3. Layanan konseling untuk klien baru

Psikolog atau pemberi layanan konseling kesehatan jiwa disarankan untuk tidak menawarkan layanan pada klien baru yang tidak terkait dengan situasi pandemi COVID-19.

Layanan terapi selain untuk kasus terkait situasi COVID-19 bisa diberikan pada klien baru jika ia mengalami masalah atau situasi gawat darurat psikologis yang tidak dapat diatasinya sendiri.

Konseling psikolog dan psikiater gratis selama pandemi

KONSULTASI psikiater dokter online

Layanan konseling psikolog dan psikiater di rumah sakit mayoritas tetap beroperasi dengan normal selama pandemi. Hanya saja, jam operasionalnya mungkin menyesuaikan kondisi dan prioritas layanan diperuntukkan untuk pasien tertentu. Prosedur keamanan juga dilakukan sesuai dengan aturan yang diterapkan masing-masing rumah sakit.

Jika membutuhkan layanan konseling psikolog atau psikiater pada masa pandemi ini, Anda bisa mencoba layanan online gratis yang disediakan beberapa organisasi. 

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) membuka pendampingan psikososial gratis untuk siapa pun yang terdampak COVID-19. Prosedur pendaftaran layanan ini bisa dilihat di akun instagram @pdskji_indonesia.

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Ada juga layanan konseling online gratis untuk terdampak COVID-19 yang disediakan oleh HIMPSI. Prosedur pendaftaran bisa dilihat di situs web resmi HIMPSI. 

Selain itu, ada beberapa organisasi lain yang memberikan layanan konseling psikolog dan kesehatan jiwa lainnya secara gratis pada masa pandemi ini yang bisa dicari melalui internet dan situs web resmi masing-masing organisasi. Di antaranya adalah untuk serangan cemas, pencegahan bunuh diri, pengaduan kekerasan dalam rumah tangga selama COVID-19, dan psikologi anak.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Berkerumun Saat Pandemi

Meski bahaya penularan COVID-19 masih tinggi, banyak orang sudah mulai berkerumun. Ternyata, ini disebabkan oleh rasa aman palsu saat pandemi. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Jamur Cordyceps Militaris Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Jamur Cordyceps militaris, sebagai suplemen yang memiliki potensi untuk meningkatkan sistem imun tubuh dalam melawan virus penyebab penyakit.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . 5 menit baca

5 Ventilator Buatan Anak Bangsa yang Jadi Solusi Penanganan COVID-19 di Indonesia

Kurangnya ketersediaan ventilator dalam penanganan COVID-19 mendorong peneliti untuk berinovasi. Berikut lima ventilator buatan peneliti Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 29/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 menular lewat ac

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
tinggal sendiri selama pandemi

Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 6 menit baca