Penyebab Angka Kasus COVID-19 di Korea Selatan Kembali Melonjak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hampir setiap negara yang terkena dampak COVID-19 mengamati bagaimana Korea Selatan menangani penyebaran pandemi penyakit pernapasan ini. Pasalnya, penanganan dari pemerintah dari negara tersebut dinilai cukup baik karena dapat menjaga angka kematian yang cukup rendah.

Hanya saja, baru-baru ini angka kasus COVID-19 di Korea selatan kembali naik. Apa yang membuat angka tersebut kembali melonjak di negeri ginseng ini?

Kasus COVID-19 Korea Selatan meningkat lagi

berpikir positif pandemi covid-19

Menurut laporan dari sejumlah media, termasuk Washington Post, Korea Selatan kembali menutup ratusan sekolah yang dibuka beberapa hari sebelumnya. Kebijakan ini dilakukan karena adanya lonjakan kasus COVID-19 setelah new normal dan pembukaan sekolah diterapkan di Korea Selatan. 

Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan telah memulai membuka kembali sekolah pada pertengahan bulan Mei. Dibukanya beberapa sekolah secara bertahap tentu tidak dilakukan sembarangan. 

Begini, Korea Selatan mempunyai lebih banyak pasien yang didiagnosis terinfeksi virus corona dibandingkan negara Asia manapun pada akhir Februari.

Namun, negara penghasil ginseng ini akhirnya berhasil menerapkan program tracing, isolasi, dan upaya pencegahan penyebaran virus lainnya. Hasilnya, kematian akibat COVID-19 di Korea Selatan masih relatif rendah, yaitu kurang dari 300 orang. 

Pencapaian tersebut membuat pemerintah Korea Selatan ‘berani’ mengambil langkah untuk membuka kembali sejumlah sekolah secara bertahap.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

262,022

Terkonfirmasi

191,853

Sembuh

10,105

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Setelah memasang pelindung plastik untuk memisahkan satu siswa dengan yang lainnya, rutin mendesinfeksi ruangan, hingga upaya pencegahan lainnya, sekolah kembali pun dibuka. 

Akan tetapi, ratusan sekolah ditutup lagi karena adanya lonjakan kasus yang cukup di tinggi di lingkungan sekolah Korea Selatan. Selain itu, adanya cluster baru dari COVID-19 yang diidentifikasi selama beberapa hari terakhir juga membuat pemerintah menutup taman dan museum. 

Akhirnya, masyarakat kembali diimbau untuk tidak berada dalam kerumunan ramai demi mencegah terjadinya penularan COVID-19. 

Penyebab meningkat lagi kasus COVID-19 di Korea Selatan

Sebenarnya, sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya mengapa kasus COVID-19 di Korea Selatan kembali mengalami lonjakan. Lonjakan kasus ini dikaitkan dengan pekerja di gudang yang dioperasikan oleh perusahaan e-commerce lokal. 

Kemudian, sejumlah pelayanan kesehatan dari pemerintah merencanakan untuk menguji lebih dari 4.000 pekerja dan pengunjung gudang tersebut. Sementara itu, ratusan kasus COVID-19 lainnya juga berkaitan dengan klub malam dan tempat hiburan lainnya yang dibuka sejak awal Mei dan pelonggaran physical distancing

Akibatnya, kerumunan ramai tidak dapat dihindari dan angka kasus COVID-19 yang kembali melonjak pun sangat mungkin berasal dari tempat hiburan tersebut. Fakta tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran baru terhadap dampak yang lebih besar dibandingkan gelombang pertama.

Hal tersebut dikarenakan pasien pertama pada awal Mei lalu yang berasal dari klub malam tersebut dan bertepatan dengan hari kebijakan physical distancing dilonggarkan.

Maka dari itu, pemerintah kembali menutup sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah dan taman, untuk melihat apakah lonjakan kasus dapat bertambah parah atau tidak.

Kebijakan physical distancing kembali diterapkan

Lonjakan kasus COVID-19 di Korea Selatan akhirnya membuat pemerintah kembali menerapkan kebijakan physical distancing demi mencegah penyebaran virus. Walaupun awalnya berhasil menyeimbangkan penyebaran lewat tracing dan pengujian coronavirus yang cepat, peningkatan aktivitas masyarakat menyulitkan tenaga kesehatan melacak virus. 

Maka dari itu, physical distancing kembali diberlakukan dan memaksa masyarakat untuk menghindari kerumunan ramai dan fasilitas publik. Demi mendukung kebijakan tersebut pemerintah di Korea Selatan juga menutup ribuan bar dan tempat hiburan lainnya. 

Imbauan untuk menggunakan masker saat bepergian, baik di kendaraan umum maupun penerbangan maskapai juga kembali digalakkan. Bahkan, pengemudi taksi juga diizinkan untuk menolak penumpang yang tidak memakai masker.

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan COVID-19

Meningkat lagi kasus COVID-19 di Korea Selatan memang tengah menjadi perhatian dunia. Pasalnya, negara ini memiliki reputasi yang cukup baik dalam menyiasati pemeriksaan dan tracing pasien yang terinfeksi COVID-19.

Namun, kabar yang cukup mengejutkan tersebut membuat dunia kembali ingin melihat bagaimana Korea Selatan menangani kasus ini.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Klaster Penularan COVID-19 di Perkantoran Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kortikosteroid dan Keampuhannya Menyelamatkan Pasien COVID-19 Gejala Berat

Obat kortikosteroid terbukti ampuh menyelamatkan pasien COVID-19 dari keadaan kritis. Beberapa bukti ilmiah membuat obat ini dapat digunakan secara luas.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
thermo gun tidak merusak otak

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
risiko indonesia menjadi episentrum, penularan covid-19 saat konser pilkada 2020

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit