Update: Jumlah Positif COVID-19 di Indonesia Jadi 369 Kasus dan 32 Kematian

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Jumat (20/3), pemerintah mengumumkan bertambahnya 60 kasus baru menjadi total 369 pasien positif SARS-CoV-2. Sementara itu jumlah kasus kematian bertambah 7 kasus menjadi 32 kasus kematian.

Jumlah positif COVID-19 di Indonesia

Dapatkah Pasien Menularkan COVID-19 Setelah Sembuh

Pemerintah kembali mengumumkan pertambahan kasus baru pasien positif COVID-19 di Indonesia. Jumat (20/3) Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengumumkan bertambahnya 60 kasus baru yakni menjadi total 369 pasien positif.

Angka kematian hari ini bertambah 7 orang menjadi total 32 orang dengan total pasien sembuh sebanyak 17 orang.

Saat ini, pemerintah Indonesia belum mengambil langkah untuk melakukan lockdown kota. Belakangan muncul wacana pemerintah memilih untuk melakukan rapid test secara massal.

Presiden Jokowi menginstruksikan untuk melakukan rapid test secara massal dan telah memesan 500 ribu alat rapid test. Tapi belum diketahui kapan tes ini akan siap untuk dilakukan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

23,165

Terkonfirmasi

5,877

Sembuh

1,418

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Jumlah positif COVID-19 di Indonesia, Kamis (19/3)

Angka positif covid-19 di indonesia

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengumumkan lonjakan kasus positif baru bertambah menjadi 309 kasus. Pada hari Kamis (19/3), total kasus menjadi 309 dengan angka kematian 25 orang.

Angka kematian ini menjadikan kasus COVID-19 di Indonesia saat ini sebagai salah satu yang terparah. Yakni tingkat mortaliti 8 persen, jika dibandingkan global 4 persen.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus yang meninggal. Artinya persentase ini adalah angka yang posisi pada hari ini angka yang dinamis dan setiap saat pasti akan berubah,” kata Yuri.

COVID-19 di Indonesia, Selasa (17/3)

Angka kasus baru Positif COVID-19 di Indonesia

Hari Selasa (17/3) jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah 38 kasus baru menjadi total 172 kasus. Angka ini dengan rincian 5 kasus kematian dan 10 orang sembuh dan sisanya masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Di luar update angka yang diumumkan oleh jubir pemerintah Indonesia untuk coronavirus Achmad Yurianto. Informasi satu kematian tambahan disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sore ini. Pasien ini meninggal di Rumah Sakit Kariadi Semarang setelah mendapatkan perawatan selama 10 hari. Informasi ini menambahkan angka kasus kematian menjadi 6 orang.

COVID-19

Satu orang pasien meninggal ke-5 diumumkan pada Senin (16/3), menjadikan Indonesia berada rangking 4 angka kematiannya kasus positif COVID-19 terburuk.

Selain pertambahan kasus, dalam konferensi pers Senin (17/3) juru bicara pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto bersama kepala BNPB Doni Monardi di Gedung BNPB mengumumkan beberapa informasi.

Yakni bahwa pasien positif COVID-19 yang tidak memiliki gejala apapun diminta untuk karantina mandiri di rumah.

“Sekarang bukan berarti kasus positif harus diisolasi di rumah sakit. Ada beberapa kasus positif tanpa gejala yang akan dikarantina secara mandiri,” kata Yuri.

Yuri tidak menjelaskan lebih lanjut kenapa pasien positif tanpa gejala ini harus karantina mandiri dan tidak mendapatkan perawatan dari rumah sakit yang disediakan pemerintah.

Yuri juga mengumukan untuk masyarakat yang pernah berkontak dengan pasien positif COVID-19 untuk tidak langsung bersama-sama meminta diperksa di rumah sakit. Ia meminta mereka untuk mengkarantina diri sendiri dan menunggu adanya gejala.

Rincian jumlah positif dan pasien meninggal COVID-19 Indonesia

enularan COVID-19 toilet-19 di Indonesia

Satu orang pasien meninggal dunia pertama diumumkan pemerintah pada Rabu (11/3). Pasien pertama positif COVID-19 di Indonesia yang meninggal dunia adalah kasus 25 yang merupakan warga negara asing (WNA).

Tiga kasus meninggal karena COVID-19 berikutnya diumumkan Jumat (13/3). Yakni kasus 35, kasus 36, dan kasus 50.

Kasus 35 adalah perempuan berusia 57 tahun, sebelumnya perempuan ini membutuhkan bantuan alat ventilator. Kasus 36 yakni perempuan berusia 37 tahun dan kasus 50, yakni laki-laki berusia 59 tahun. Dikatakan Yuri, pasien kasus 50 ini sempat mengalami perburukan kondisi secara mendadak dan kemudian tidak bisa diselamatkan.

Daftar Rumah Sakit Rujukan untuk Penanganan COVID-19

Berbeda dengan pengumuman sebelumnya, kali ini pemerintah tidak menjelaskan usia dan kondisi pasien, asal kasus ini apakah imported case, klaster dari mana, atau merupakan transmisi lokal. Pemerintah hanya memberikan update angka pertambahan kasus positif COVID-19, pasien sembuh, dan angka kematian.

Untuk mengetahui detail pasien angka kasus positif COVID-19 di Indonesia dari kasus 01 sampai 34 silakan baca di sini dan untuk mengetahui perkembangan informasi COVID-19 bisa dilihat di sini.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Aman Gerak Jalan yang Direkomendasikan Selama Pandemi

Anda tetap bisa melakukan olahraga gerak jalan atau jalan kaki saat pandemi dengan tetap mengikuti beberapa protokol kesehatan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 22/05/2020

COVID-19 Bisa Sebabkan Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak, Apa Artinya?

WHO baru-baru ini melaporkan komplikasi COVID-19 pada anak yang dikenal sebagai sindrom peradangan multisistem. Apa gejala dan dampaknya bagi anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 21/05/2020

Alasan Penderita Lupus Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi COVID-19

Penyakit lupus termasuk dalam kategori kelompok yang rentan terhadap gejala COVID-19 yang lebih parah. Bagaimana risiko COVID-19 pada penderita lupus?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 20/05/2020

Potensi Penularan COVID-19 di Desa, Bagaimana Kesiapannya?

Arus mudik yang tak bisa dikendalikan membuat masyarakat di desa harus siaga kedatangan potensi sumber penularan COVID-19. Bagaimana kesiapannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 20/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kawasaki covid-19 anak

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
minum alkohol membunuh coronavirus

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
dampak pandemi mental remaja

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020