Jarak Penularan Novel Coronavirus Adalah 2 Meter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah novel coronavirus atau 2019-nCoV yang berasal dari kota Wuhan, Tiongkok kini sudah memakan lebih dari 300 korban jiwa dan telah menyebar di beberapa negara selain Tiongkok. Sampai saat ini, peneliti belum tahu pasti bagaimana coronavirus menyebar ke manusia. Akan tetapi, mereka berhasil mengidentifikasi jarak penularan dan waktunya coronavirus, yakni dua meter. 

Jarak penularan coronavirusdua meter 

barak karantina coronavirus

Sebelumnya, para peneliti menganggap bahwa coronavirus yang merebak di pasar ikan Wuhan, Tiongkok, ini tidak akan menyebar hingga ke negara lain. Faktanya, tidak demikian. 

Menurut laporan WHO per tanggal 2 Februari 2020, kasus coronavirus telah merebak sebanyak 14.557 secara global. Bahkan, virus yang disinyalir berasal dari kelelawar ini pertama kali telah memakan korban jiwa di luar Tiongkok, yaitu di Filipina. 

Jumlah kasus dan korban yang semakin meningkat ini membuat seluruh dunia semakin waspada. Berbagai upaya mencegah penularan pun dilakukan, seperti melarang warga negara Tiongkok untuk transit atau datang ke negara lain, seperti Indonesia. 

Hampir semua orang bertanya-tanya, bagaimana bisa jumlah korban semakin meningkat dalam waktu yang singkat? Sebenarnya, seberapa jauh jarak penularan coronavirus

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

135,123

Terkonfirmasi

89,618

Sembuh

6,021

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Menurut CDC, jarak penularan coronavirus dari manusia ke manusia lainnya terjadi ketika berada di dekat orang yang terinfeksi, yaitu sekitar dua meter atau 6 kaki. 

Penyebaran coronavirus diperkirakan terjadi ketika tetesan air liur yang dihasilkan oleh orang terinfeksi saat batuk atau bersin. Kemudian, tetesan air tersebut menempel di mulut atau hidung orang yang berada di dekat pasien dan terhirup ke paru-paru. 

Akan tetapi, sampai saat ini masih belum jelas apakah seseorang dapat terkena coronavirus jika menyentuh permukaan atau objek yang terdapat virus di atasnya. 

Satu hal lain yang cukup penting adalah durasi waktu. Bila Anda berdekatan dengan orang yang sudah terinfeksi selama lebih dari 10 menit, maka peluang tertularnya semakin besar.

“Waktu dan jarak sangat berpengaruh,” kata Direktur Medis Pengendalian Infeksi University of Chicago, Emily Landon.

Apakah novel coronavirus dapat menjadi wabah penyakit internasional?

Jarak penularan coronavirus memang cukup dekat, yaitu sekitar dua meter dan banyak dari Anda yang mungkin meremehkan bahwa virus tersebut tidak akan sampai ke negara lain. 

Faktanya, tidak. Anggapan tersebut dipatahkan oleh jumlah kasus coronavirus yang semakin meningkat di luar Tiongkok. 

Beberapa negara, seperti Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia telah melarang warganya untuk berkunjung ke negara Tiongkok. Selain itu, pemerintah juga melarang wisatawan asal Tiongkok untuk masuk ke negara mereka dengan menyaring pendatang di bandara

Jarak penularan coronavirus yang dekat membuat pemerintah semakin waspada menyaring pendatang di bandara mengingat ruang lingkup di pesawat cukup kecil.

Bagi Anda yang baru pulang dari Tiongkok mungkin perlu mengingat hal ini, yaitu penumpang yang duduk di dekat jendela memiliki risiko terkena coronavirus paling rendah. Hal ini dikarenakan orang yang duduk di dekat jendela lebih jarang bergerak dan tidak bersentuhan dengan orang yang lalu lalang di koridor pesawat. 

Di sisi lain, penumpang yang duduk dalam barisan yang sama dengan orang yang terinfeksi tentu mempunyai risiko paling tinggi. Hal ini dikarenakan jarak penularan coronavirus sangat dekat ketika duduk berdampingan. 

Akhirnya, pemerintah pun semakin meningkatkan keamanan di pintu masuk negara, seperti bandara, pelabuhan, dan terminal angkutan. Entah itu dengan memasang thermal scanner atau memeriksa suhu tubuh penumpang satu persatu demi mengurangi risiko coronavirus masuk ke negara mereka.

herd immunity coronavirus

Bagaimana mengurangi risiko penularan coronavirus?

Setelah mengetahui bahwa penularan coronavirus dapat terjadi dalam jarak yang cukup dekat, tentu sudah saatnya untuk mengenali bagaimana cara mengurangi risiko penyakit ini. 

Apabila Anda menaiki pesawat bersama dengan penumpang yang baru saja berkunjung dari Tiongkok, cobalah beberapa langkah di bawah ini. 

1. Menghindari kontak fisik

Salah satu cara mengurangi risiko coronavirus ketika berada dalam jarak penularan yang cukup dekat adalah menghindari kontak fisik dengan orang yang sakit. 

Hal ini bertujuan untuk mengurangi paparan tetesan air pernapasan yang dapat keluar ketika orang tersebut bersin atau batuk. Apabila Anda berada di dekatnya, usahakan untuk tidak menyentuh mereka dan tetap menjaga jarak

2. Berada di rumah ketika sakit

Selain menjaga jarak dengan orang sakit, Anda pun perlu tahu diri ketika tubuh sedang sakit demi mengurangi risiko penyakit ketika jarak penularan coronavirus cukup dekat. 

Kondisi tubuh sedang tidak fit, alias sistem kekebalan tubuh Anda sedang rendah, sehingga lebih rentan terkena penyakit. Selain itu, dengan berada di rumah, Anda juga mengurangi risiko penularan penyakit yang sedang diderita kepada orang lain. 

3. Menutupi hidung dan mulut

Menutupi hidung dan mulut merupakan salah satu upaya mengurangi risiko penyakit ketika jarak penularan coronavirus cukup dekat, seperti saat berada di pesawat. 

Salah satu caranya adalah menutupi hidung dan mulut dengan tisu ketika seseorang sedang batuk atau bersin. Bahkan, Anda juga bisa menggunakan masker sebagai salah satu cara agar virus dari orang lain tidak masuk ke tubuh Anda. 

4. Rutin membersihkan tangan

Cara lain agar risiko penyebaran penyakit ketika jarak penularan coronavirus sangat dekat adalah rutin mencuci tangan. Mencuci tangan dinilai sangat efektif dalam membersihkan kuman dan virus yang menempel di telapak tangan. 

Selain itu, Anda disarankan untuk tidak sering menyentuh bagian mata, hidung, dan mulut, baik sebelum dan setelah melakukan kebiasaan sehat ini. 

Efek Coronavirus COVID-19 pada Lansia, Ibu Hamil hingga Anak

Kesimpulannya, siapapun berisiko terkena novel coronavirus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok. Terlebih lagi ketika Anda berada dalam jarak penularan yang cukup dekat dengan orang yang terinfeksi coronavirus.

Maka itu, sangat disarankan untuk menjaga kebersihan dan melindungi diri dari wabah ini dengan menggunakan masker atau alat pelindung apa pun. 

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pasien Kanker Selama Pandemi: Cegah COVID-19, Rawat Kankernya

Selama masa pandemi, pasien kanker harus menjalani pengobatannya sesuai yang dijadwalkan dokter dengan tetap memperhatikan pencegahan penularan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 07/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Waspadai Hubungan Erat Sakit Jantung dan COVID-19 Selama Pandemi

COVID-19 dianggap sebagai penyakit pernapasan yang menyerang paru-paru, tapi bahayanya pada jantung juga sesuatu yang patut diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Klaster-klaster Penularan COVID-19 Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Inilah Alasan Vaksin COVID-19 Sinovac Uji Klinis di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China akan diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Adakah alasan tertentu dalam pemilihan negara ini?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

suplemen lipi covid-19

LIPI Lakukan UJi Klinis Kandidat Suplemen Herbal COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
dampak covid-19 otak

COVID-19 Picu Kerusakan Saraf dan Otak Jangka Panjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 4 menit
ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui langsung tidak asi perah

Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 08/08/2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 di transportasi umum kereta

Risiko Penularan COVID-19 di Kereta dan Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit