WHO Akan Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Caranya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Sepuluh bulan sejak otoritas kesehatan China menyebut Pasar Huanan di Wuhan sebagai titik nol pandemi COVID-19, masih terjadi perdebatan mengenai asal muasal virus penyebab COVID-19 ini. Oleh karena itu diperlukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui dengan pasti dari mana virus SARS-CoV-2 ini berasal. 

Kamis (5/11) organisasi kesehatan dunia (WHO) merilis rencana investigasi tahap akhir pencarian asal usul virus SARS-CoV-2. Bagaimana perjalanan pencarian dan apa pentingnya upaya ini dalam penanggulangan penularan COVID-19 di dunia?

Investigasi tahap akhir pencarian asal muasal COVID-19

Investigasi tahap akhir pencarian asal muasal COVID-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis rencananya untuk menyelidiki asal-usul pandemi COVID. Pencarian akan dimulai di Wuhan dan meluas ke seluruh China untuk melacak jalur virus. Hal ini menjadi penting untuk mencegah penyebaran virus di masa mendatang. 

Kebanyakan peneliti mengira virus itu berasal dari kelelawar, tetapi bagaimana virus itu menyebar ke manusia belum diketahui. Virus corona lain telah ditularkan dari inang hewan perantara, misalnya, virus penyebab SARS pada tahun 2002–2004 kemungkinan datang ke orang dari anjing rakun (Nyctereutes procyonoides) atau musang.

Meneliti asal-usul virus bisa memakan waktu bertahun-tahun, jika memang bisa dilakukan, dan penyelidikan juga harus menavigasi situasi politik yang sangat sensitif antara China dan Amerika Serikat. 

“Presiden AS telah menyebutnya sebagai ‘virus China’ dan pemerintah China berusaha melakukan segalanya untuk menjawab bahwa itu bukan ‘virus China’,” kata Linfa Wang, ahli virus di Duke-National University of Singapore Medical School, dikutip dari jurnal Nature.

Wang yang merupakan bagian dari peneliti pencari asal muasal SARS 2003 mengatakan permainan politik dengan saling menyalahkan, menyebabkan detail penting tentang penelitian yang sedang berlangsung di China belum juga dipublikasikan. 

Dia berharap situasi dengan pemerintahan AS yang baru tidak akan terlalu bergejolak. Dukungan dari China dan Amerika Serikat pada WHO akan menciptakan lingkungan lebih positif untuk melakukan penelitian di bidang ini.

Tim internasional yang terdiri dari ahli epidemiologi, ahli virologi, serta peneliti di bidang kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, dan keamanan pangan akan memimpin penyelidikan asal-usul COVID-19 WHO. Namun WHO belum merilis nama-nama mereka.

WHO mengatakan, tim tersebut telah mengadakan pertemuan virtual pertamanya, termasuk para peneliti di China, pada 30 Oktober lalu. Saat ini tim tersebut sedang meninjau bukti awal dan mengembangkan protokol penelitian.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

538,883

Terkonfirmasi

450,518

Sembuh

16,945

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Penyelidikan asal COVID-19 dimulai di Wuhan

asal muasal covid-19 investigasi

Fase awal investigasi asal-usul COVID-19 dimulai di Wuhan dan rencananya dilakukan oleh para peneliti yang sudah terlebih dulu ada di China. Para peneliti internasional akan menyusul terbang ke China setelah meninjau hasil tersebut. 

Di Wuhan, para peneliti akan melihat lebih dekat pasar daging dan pasar hewan Huanan yang menjadi pusat lokasi paling yang banyak dikunjungi oleh pasien COVID-19 pada masa awal penemuan kasus. Pasar basah ini menjadi diduga sebagai titik nol wilayah penularan. Namun bagaimana pasar ini berperan menularkan virus masih menjadi misteri. 

Dalam investigasi awal para peneliti mengambil sampel bangkai hewan beku, tapi tidak menemukan adanya bukti SARS-CoV-2 dalam hewan tersebut. Petunjuk untuk menginvestigasi asal muasal COVID-19 dari pasar ini baru didapatkan dari pengambilan sampel lingkungan. Hasilnya dari saluran air dan limbah yang terbukti positif terkontaminasi virus SARS-CoV-2.

“Studi pendahuluan ini belum menghasilkan petunjuk yang kredibel untuk mempersempit area penelitian,” kata laporan itu. 

WHO berencana menyelidiki seluruh satwa liar dan ternak yang dijual di pasar, termasuk rubah, rakun (procyon lotor), dan rusa sika (cervus nippon). Mereka juga akan menyelidiki pasar lain di Wuhan dan melacak perjalanan hewan dari China hingga melintasi perbatasan. Peneliti akan memprioritaskan hewan yang diketahui rentan terhadap virus, seperti kucing dan cerpelai. 

Tim investigasi ini juga akan melihat catatan rumah sakit Wuhan untuk mengetahui apakah virus penyebab COVID-19 menyebar sebelum Desember 2019. 

Data-data awal yang dikumpulkan juga termasuk wawancara mendalam orang pertama yang diidentifikasi mengidap COVID-19 terkait dari mana kemungkinan ia terpapar. Termasuk sampel darah petugas medis, teknisi laboratorium, dan pekerja di sektor pertanian dikumpulkan dalam beberapa pekan sebelum bulan Desember. 

Pertanyaan mencakup dari kegiatan perburuan hewan yang mungkin menyimpan virus hingga memeriksa kemungkinan bahwa itu berasal dari laboratorium. Ada banyak detail untuk diselidiki, dan investigasi asal muasal COVID-19 ini bisa menjadi jalan yang panjang. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, banyak pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menangani keluhan post COVID-19 syndrome. Apa pentingnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Saja Penyebab Orang Tidak Percaya Keberadaan COVID-19?

Luasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia terkait dengan banyak faktor, termasuk persoalan sebagian warga yang tidak percaya keberadaan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Olahraga setelah sembuh dari COVID-19 memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu harus porsi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Mengadakan resepsi pernikahan di tengah pandemi tetap memiliki risiko penularan COVID-19. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 lockdown

Karantina Wilayah Karena COVID-19 Terbukti Menyelamatkan Banyak Nyawa

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
hamil di masa pandemi

Adakah Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Bayi Lahir Mati?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 tanpa gejala

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit
antibodi covid-19

Berapa Lama Antibodi Pasien COVID-19 Sembuh dapat Bertahan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit