Kasus-kasus Pasien COVID-19 Sembuh yang Terinfeksi Dua Kali, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Peneliti di Hongkong melaporkan adanya kasus infeksi berulang dari seorang pasien COVID-19 yang sebelumnya telah dinyatakan sembuh. Pasien tersebut merupakan pria berusia 33 tahun yang tertular COVID-19 dua kali. Setelah dinyatakan sembuh pada akhir Maret, ia kemudian terinfeksi kembali beberapa bulan setelahnya. 

Kenapa seseorang bisa terinfeksi COVID-19 untuk kedua kalinya?

Kasus pasien COVID-19 yang tertular dua kali

infeksi covid-19 dua kali

Kasus infeksi ulang pertama dilaporkan oleh peneliti Hongkong pada Senin (24/8). Kasus ini terjadi pada seorang pria berusia 33 tahun yang pertama kali terinfeksi pada akhir Maret dan dinyatakan sembuh, lalu kembali terinfeksi empat bulan setengah kemudian.

Kasus ini menerbitkan tanya tentang ketahanan perlindungan antibodi SARS-CoV-2 dalam tubuh pasien yang telah sembuh. 

Laporan tertular COVID-19 dua kali jarang terjadi dan sejauh ini tidak disertai data identitas virus sehingga tidak dapat dikonfirmasi. 

Namun, pada kasus ini peneliti Universitas Hongkong mengurutkan data genetika virus dari dua infeksi yang terjadi dan menemukan identitas genetik keduanya tidak cocok. Hal ini mengonfirmasi bahwa infeksi kedua tidak berkaitan dengan infeksi pertama. 

Para ahli meminta agar dilakukan penelitian berkelanjutan terhadap kasus infeksi dua kali ini dengan melacak pasien yang telah pulih dari COVID-19. Pelacakan tersebut dapat membantu penelitian demi mencapai kesimpulan yang lebih pasti. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

282,724

Terkonfirmasi

210,437

Sembuh

10,601

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Apakah pernah terinfeksi COVID-19 tidak memberikan kekebalan?

infeksi covid-19 dua kali karena antibodi tidak bertahan lama

Antibodi adalah protein pelindung yang dibentuk oleh sistem kekebalan saat ada virus yang menginfeksi tubuh. Antibodi ini bertugas melawan virus dan membuatnya menjadi tidak berbahaya bahkan menghancurkannya.

Antibodi yang terbentuk setelah sembuh  dari penyakit biasanya bertahan dalam darah untuk menjaga tubuh dari virus yang sama bahkan bisa mencegah terjadinya infeksi kedua.

Namun kualitas perlindungan antibodi dari tubuh pasien sembuh COVID-19 masih belum diketahui secara pasti. Meski begitu, para ahli mengatakan serendah-rendahnya tingkat antibodi dalam tubuh masih mungkin memiliki kemampuan melindungi.

Pada kasus pria di Hongkong ini, ia mengalami gejala COVID-19 yang lebih ringan pada infeksi kedua. Hal ini menunjukkan, sistem kekebalan tetap memberikan perlindungan meski tidak sampai mampu mencegah terjadinya infeksi berulang.

Ada tiga kemungkinan saat seseorang terinfeksi ulang oleh virus yang sama, yakni bisa mengalami gejala sakit yang lebih parah, gejala yang sama dengan infeksi yang pertama, dan bisa lebih ringan atau tanpa gejala

Pertama, seseorang bisa mengalami gejala sakit yang lebih parah pada infeksi kedua seperti yang terjadi pada virus penyebab demam berdarah. Namun belum ada satupun buktikasus serupa ini pada pandemi COVID-19.

Kedua, pasien mengalami keparahan gejala yang sama ketika tertular COVID-19 dua kali. Kemungkinan ini dikarenakan sistem imun tidak begitu mengingat virus. Ini bisa terjadi jika infeksi pertama bisa sembuh tanpa perlu antibodi dan sel-T dalam melawan serangan virus pada tubuh.

Kemungkinan ketiga, gejala sakit pada infeksi kedua menjadi lebih ringan karena masih ada antibodi yang dihasilkan sistem imun yang tersisa di dalam darah. Antibodi ini mampu mengingat dan melawan virus.

Dapatkah Pasien Menularkan COVID-19 Setelah Sembuh?

Berapa lama antibodi COVID-19 mampu memberikan perlindungan?

antibodi pasien covid-19 bertahan 3 bulan dan dapat infeksi dua kali

Semua ini tergantung seberapa lama dan seberapa banyak antibodi yang tersisa setelah seseorang sembuh dari COVID-19. 

Kekuatan dan daya tahan respon imun menjadi faktor penting dalam memprediksi berapa lama vaksin bisa efektif menjaga dari tertular COVID-19, apakah memerlukan dua kali vaksin, serta berapa dosis yang diperlukan. 

Sebelum publikasi kasus infeksi dua kali pasien COVID-19 di Hongkong, para peneliti Chongqing Medical University menemukan bahwa antibodi pasien COVID-19 hanya mampu bertahan 3 bulan. Dari 74 pasien yang dianalisis, mayoritas mulai mengalami penurunan kadar antibodi hingga 70%.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Kementerian Kesehatan memastikan keamanan tembakan sinar thermo gun ke dahi seseorang. Hasilnya, thermo gun sama sekali tidak merusak saraf otak.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan diizinkan untuk melakukan kampanye konser dan jalan sehat, bagaimana dampaknya dalam penanggunalan penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacamata masker covid-19

Apakah Memakai Kacamata Mengurangi Risiko Tertular COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit