Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Hampir sebagian pasien terinfeksi terinfeksi COVID-19 diharuskan untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Lantas, bagaimana jika yang terinfeksi coronavirus adalah seorang ibu yang baru melahirkan dan perlu menyusui anaknya?

Panduan menyusui untuk ibu yang positif coronavirus COVID-19

penyebab gejala diare pada ibu menyusuil

Menyusui dapat melindungi bayi yang baru lahir dari sakit, berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, dan membantu mengurangi risiko penularan penyakit. Hal ini dikarenakan ASI dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi dengan langsung mentransfer antibodi dari sang ibu. 

Lalu, apakah ketika seorang ibu yang positif coronavirus masih dapat menyusui atau tidak? Sejauh ini, CDC mendukung para ibu untuk tetap menyusui bayinya meskipun terinfeksi virus yang menyerang sistem pernapasan ini. 

Pasalnya, pada beberapa penelitian terbatas tidak ditemukan virus SARS-CoV-2 dalam ASI. Akan tetapi, masih belum diketahui apakah ibu yang terinfeksi dapat menyebarkan virus melalui ASI. 

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyusui meskipun sudah dinyatakan positif terinfeksi coronavirus. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

522,581

Terkonfirmasi

437,456

Sembuh

16,521

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

1. Menggunakan masker saat menyusui

Salah satu cara aman yang perlu dilakukan ketika seorang ibu positif coronavirus menyusui bayinya adalah tetap menggunakan masker

Dilansir dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), bagi ibu yang mengalami gejala, tetapi masih dapat menyusui, sebaiknya menggunakan masker. Terlebih lagi jika Anda melakukannya langsung ke bayi. 

Upaya pencegahan COVID-19 ini dilakukan agar percikan air saat ibu bersin atau batuk tidak mengenai bayi yang sedang menyusui. Maka itu, sangat disarankan untuk tetap menggunakan masker saat menyusui demi untuk mengurangi risiko penularan langsung pada bayi. 

2. Tetap rutin mencuci tangan

Selain menggunakan masker, para ibu yang positif terinfeksi coronavirus tentu masih perlu melakukan upaya mencegah penularan COVID-19 dengan mencuci tangan. 

Usahakan untuk mencuci tangan selama 20 detik menggunakan sabun atau hand-sanitizer yang mengandung alkohol 60-95%. Lakukan kebiasaan baik ini sebelum dan sesudah menyusui karena sadar atau tidak Anda akan berkontak dengan bayi. Hal ini juga berlaku bagi ibu yang memompa ASI atau langsung menyusui bayinya. 

Dengan begitu, kemungkinan virus menempel di tangan dan berpindah ke bayi akan semakin kecil karena tangan Anda bersih dan terbebas dari patogen berbahaya. 

makanan untuk memperkuat imun

3. Memompa ASI jika mengalami gejala sedang

Apabila para ibu yang positif terinfeksi coronavirus mengalami gejala sedang, seperti sesak napas dan kesulitan untuk langsung menyusui bayinya, sudah saatnya untuk memompa ASI Anda. 

Begini, penyebaran COVID-19 umumnya terjadi ketika pasien yang terinfeksi berada dekat dengan orang lain dan mengeluarkan percikan air ketika batuk, bersin atau berbicara. Sampai saat ini memang belum ditemukan adanya virus SARS-CoV-2 dalam ASI atau dapat ditularkan dengan menyusui bayi. 

Namun, sebaiknya memompa ASI ketika Anda mengalami gejala COVID-19 yang membuat tubuh tidak fit dan tidak dapat menyusui langsung.

Selain itu, para ibu yang menyusui juga perlu menjalani isolasi mandiri dan mau tidak mau dipisahkan dengan bayinya. Keputusan ini biasanya dibuat oleh tim dokter atau spesialis berdasarkan faktor kesehatan ibu dan bayi. 

Apabila Anda dan bayi masih bisa tetap bersama, menyusui langsung di payudara memang dianjurkan. Namun, saat kondisi ibu semakin memburuk sebaiknya melakukan perawatan di ruangan terpisah dari orang lain, termasuk bayi Anda.

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Jika hal ini terjadi, tentu memompa ASI adalah pilihan terakhir. Lalu, orang lain atau perawat yang akan memberikan ASI kepada anak Anda. Walaupun Anda tidak langsung memberikan susu kepada bayi, ibu yang terinfeksi coronavirus dan menyusui masih harus mencuci tangan sebelum dan sesudah memompa.

Jika ibu dan bayinya terpisah sementara, si ibu dianjurkan untuk mengeluarkan ASI-nya, dan orang lain, seperti perawat, akan memberi makan anak itu. Meskipun bayi tidak mau menyusui di payudara, ibu harus tetap mencuci tangan sebelum dan sesudah memompa.

Lalu, ibu yang positif terinfeksi coronavirus dapat berhenti mengisolasi diri dari bayi setelah tidak mengalami demam tanpa mengonsumsi obat penurun demam setidaknya selama 72 jam. 

Isolasi mandiri juga dapat diakhiri ketika gejala COVID-19 lainnya sudah membaik dan setidaknya 7 hari sudah berlalu setelah gejala dimulai. 

4. Membersihkan permukaan yang terkontaminasi

Bagi para ibu yang positif terkena coronavirus dan masih perlu menyusui bayinya, baik langsung dari payudara maupun dipompa, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan. Anda dapat melakukannya dengan membersihkan permukaan atau benda dengan desinfektan. 

Terlebih lagi jika Anda memompa ASI tentu kebersihan alat pompa ASI harus terjaga agar virus tidak menempel di benda tersebut, seperti:

  • permukaan meja yang digunakan saat memompa
  • bagian luar alat pompa dibersihkan sesuai dengan instruksi, baik sebelum dan sesudah
  • alat pompa dibersihkan setiap sesi pemompaan dengan sabun cuci piring dan air 
  • bagian pompa harus disanitasi setidaknya satu kali sehari dengan kantong uap
  • bagian pompa tidak ditempatkan langsung di wastafel dan harus langsung dibersihkan
  • membersihkan wastafel dan sikat botol dengan sabun dan air setelah digunakan
  • jangan lupa untuk membersihkan permukaan lain yang mungkin disentuh anak

Apabila seorang ibu batuk atau bersin pada payudara yang tidak tertutup, segera bersihkan kulit yang terkena percikan air sebelum bersentuhan dengan bayi atau pompa. 

tips donor darah aman

Bagaimana menjaga persediaan ASI saat terinfeksi coronavirus?

donor asi

Alat pompa ASI memang sangat membantu dalam beberapa hari pertama setelah bayi lahir agar mereka tetap mendapatkan kebutuhan nutrisinya. Para ibu menyusui mungkin bisa tetap memompa susu dengan alat untuk menjaga persediaan ASI meskipun positif terinfeksi coronavirus. 

Anda juga perlu menjaga kesehatan tubuh dan tetap memperhatikan asupan nutrisi untuk diri sendiri agar proses memompa ASI tetap lancar. Biasanya, metode ini harus sejalan dengan tuntutan menyusui bayi Anda, yaitu sekitar 8-10 kali dalam satu hari. 

Pandemi COVID-19 memang menjadi situasi yang cukup mengkhawatirkan bagi banyak orang. Maka itu, cobalah untuk tetap optimis dan menjaga kebersihan serta kesehatan tubuh agar stres bisa dikelola dengan baik. Hal ini termasuk mendapatkan tidur yang cukup, pola makan sehat, dan rutin berolahraga. 

Apabila Anda mengalami masalah dengan makanan, merasakan sakit pada puting, persediaan ASI menurun, jangan sungkan untuk tetap meminta bantuan atau konsultasi ke dokter. Dengan begitu, ibu masih bisa menyusui bayi agar mereka tetap sehat meskipun positif terinfeksi coronavirus COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, banyak pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menangani keluhan post COVID-19 syndrome. Apa pentingnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Saja Penyebab Orang Tidak Percaya Keberadaan COVID-19?

Luasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia terkait dengan banyak faktor, termasuk persoalan sebagian warga yang tidak percaya keberadaan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Olahraga setelah sembuh dari COVID-19 memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu harus porsi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Mengadakan resepsi pernikahan di tengah pandemi tetap memiliki risiko penularan COVID-19. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 lockdown

Karantina Wilayah Karena COVID-19 Terbukti Menyelamatkan Banyak Nyawa

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
hamil di masa pandemi

Adakah Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Bayi Lahir Mati?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 tanpa gejala

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit
antibodi covid-19

Berapa Lama Antibodi Pasien COVID-19 Sembuh dapat Bertahan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit