Panduan Aman Gerak Jalan yang Direkomendasikan Selama Pandemi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semua kegiatan yang seharusnya dijalani di luar rumah harus dilakukan dengan terbatas. Namun, peraturan ini bukanlah larangan bagi masyarakat agar sama sekali tidak pergi ke luar rumah. Nyatanya, Anda masih bisa menjalani beberapa kegiatan di luar rumah, salah satunya adalah melakukan rutinitas olahraga gerak jalan.

Gerak jalan saat pandemi memberi segudang manfaat

olahraga gerak jalan saat pandemi
Sumber: Open Fit

Anda tak perlu khawatir karena olahraga gerak jalan masih bisa dilakukan walau saat pandemi COVID-19 yang belum mereda. Bahkan, jalan kaki termasuk olahraga yang disarankan oleh para ahli untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

Mungkin sepintas banyak orang mengira bahwa kegiatan semudah berjalan kaki tidak akan memberi efek yang signifikan untuk tubuh jika dibandingkan dengan berlari. Nyatanya, gerak jalan ternyata sama bermanfaat seperti jenis olahraga lainnya.

Sebuah penelitian yang pernah dilakukan pada tahun 2007 turut membuktikannya. Olahraga dengan intensitas rendah seperti gerak jalan selama 75 menit dengan minimal 10-15 menit di setiap harinya pada satu minggu berhasil memperbaiki tingkat kebugaran seseorang secara signifikan jika dibandingkan dengan kelompok yang sama sekali tidak berolahraga.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

26,473

Terkonfirmasi

7,308

Sembuh

1,613

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Cobalah mulai rutin jalan kaki 30 menit setiap harinya, Anda sudah melakukan salah satu langkah dalam meningkatkan performa jantung dan paru-paru saat bekerja.

Selain itu, olahraga gerak jalan bisa membantu menjaga tekanan darah berada pada angka yang normal dan sekaligus akan menghindari Anda dari risiko penyakit seperti stroke atau serangan jantung.

Gerak jalan juga dapat memperkuat tulang, memperbaiki keseimbangan tubuh, meningkatkan kekuatan otot, dan mengurangi lemak di tubuh. Manfaat ini pastinya merupakan kabar baik untuk Anda yang sedang ingin menurunkan berat badan atau hanya ingin meningkatkan pertahanan tubuh.

Memang, pemberitaan tentang pasien COVID-19 yang semakin bertambah sering kali membuat masyarakat cemas dan panik. Di saat yang bersamaan, banyak orang mulai merasa jenuh karena tak bisa bepergian ke tempat yang jauh.

Untuk mengatasi keduanya, olahraga gerak jalan bisa menjadi pilihan yang tepat. Tak hanya menghilangkan kebosanan, olahraga ini juga akan membantu mengurangi stres dan cemas yang Anda rasakan.

new normal covid-19

Tips aman gerak jalan atau jalan kaki saat pandemi COVID-19

Tentunya, ada beberapa hal yang harus Anda ikuti agar kegiatan ini tetap aman. Penting untuk diingat bahwa peraturan tentang jarak fisik yang biasa dilakukan di dalam ruangan juga berlaku saat Anda berada di luar ruangan.

Berikut berbagai langkah yang sebaiknya diterapkan saat Anda melakukan olahraga gerak jalan di tengah pandemi COVID-19.

Lakukan berjarak dari orang lain

Seperti yang telah diketahui, virus penyebab COVID-19 sangat mudah dan cepat menular ke orang lain. Bahkan, orang yang telah terinfeksi bisa menyebarkan virusnya sebelum mereka menunjukkan gejala.

Oleh karena itulah berbagai lembaga kesehatan pun mengeluarkan anjuran untuk melakukan physical distancing demi mencegah kemungkinan penularan penyakit. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) merekomendasikan masyarakat untuk jaga jarak sejauh enam kaki atau dua meter antara satu sama lain.

Hindari tempat ramai

sebelum lari jarak jauh

Mungkin jalan kaki di rute yang sama selama pandemi akan membuat Anda bosan dan ingin berpindah tempat. Namun, lagi-lagi Anda harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum melakukannya.

Anda boleh saja pergi ke taman untuk menjalankan rutinitas ini, asalkan taman tersebut berjarak dekat dari rumah dan tidak sedang dikunjungi oleh banyak orang. Berjalanlah ke tempat atau area di mana masih banyak ruang tersisa untuk berpisah jarak dari orang lain.

Gunakan masker saat gerak jalan selama pandemi

COVID-19 memang bukan jenis airborne disease yang dapat menyebar lewat partikel kecil di udara. Virus penyebab penyakit ini ditularkan melalui droplets atau tetesan yang keluar dari orang yang terinfeksi saat mereka batuk, bersin, atau berbicara.

Meski demikian, Anda tetap harus menggunakan masker sebagai perlindungan diri. Walau jika Anda sudah berusaha untuk menjaga jarak dari orang lain, terkadang ada situasi di mana physical distancing sulit dipertahankan.

Ditambah lagi, kebanyakan orang yang memiliki virus tersebut seringnya tidak menunjukkan gejala. Orang yang terlihat sehat belum tentu bebas dari infeksi, ada baiknya Anda tetap menggunakan masker saat jalan kaki selama pandemi.

Pilihlah masker yang dapat menutupi area hidung dan mulut dengan benar. Jika masker telah terasa lembab, gantilah dengan yang baru.

jenis masker

Cuci tangan setiap sebelum dan setelah keluar rumah

Terutama jika Anda pergi jalan kaki ke taman, mau tak mau Anda pasti akan lupa dan refleks menyentuh benda atau permukaan di sekitar Anda. Oleh karena itu, cucilah tangan dan sela-sela jari selama 20 detik sebelum dan sesudah beraktivitas di luar rumah. Untuk perlindungan lebih, Anda bisa gunakan juga hand sanitizer.

Selama itu, usahakan juga untuk tidak menyentuh bagian muka terutama bagian mata, mulut, dan hidung untuk mencegah paparan dari kotoran atau bakteri.

Hal lain yang harus Anda lakukan setelah olahraga jalan kaki adalah segera cuci tangan dan mengganti baju yang Anda kenakan.

Jika Anda mematuhi berbagai langkah kesehatan ini, Anda tak perlu khawatir kegiatan olahraga gerak jalan atau jalan kaki saat pandemi akan memberikan masalah untuk keadaan Anda. Namun, Anda tetap harus waspada dengan keadaan sekitar dan turut menjalankan segala langkah pencegahan lainnya.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Panduan ‘New Normal’ dari BPOM Ini

Ajakan pemerintah yang meminta untuk berdamai dengan COVID-19 disertai dengan rilisnya panduan new normal dari BPOM. Simak isinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 27/05/2020

WHO: COVID-19 Akan Jadi Penyakit Endemi, Apa Artinya?

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan COVID-19 kemungkinan tidak akan hilang dan akan berubah menjadi penyakit endemi. Apa maksudnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 27/05/2020

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Beberapa gejala COVID-19 memang diketahui mirip dengan gejala penyakit lain, salah satunya penyakit Kawasaki pada anak. Apakah keduanya berhubungan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 24/05/2020

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Penderita asma adalah salah satu kelompok yang berisiko mengembangkan kondisi parah akibat COVID-19. Apa saja yang perlu diperhatikan saat menderita asma?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

herd immunity swedia covid-19

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
berat badan naik saat karantina

Berat Badan Naik Jadi Efek Serius Selama Karantina

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
Bayi terinfeksi COVID-19

Risiko Bayi Baru Lahir Terinfeksi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
antibodi sars untuk covid-19

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020