Fungsi Paru Berkurang Setelah Pasien COVID-19 Sembuh, Benarkah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Seorang dokter pejabat otoritas rumah sakit di Hongkong merilis penelitian terbaru tentang Coronavirus (COVID-19). Ia melakukan penelitian yang fokus pada fungsi paru-paru pasien COVID-19 yang sudah sembuh dan melihat adanya perubahan pada kondisi mereka.

Studi tersebut mengatakan pasien yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 memiliki fungsi paru yang tidak semaksimal sebelumnya.

Fungsi paru-paru setelah pasien COVID-19 sembuh

mengatasi kram perut saat lari

Tim dokter penanganan COVID-19 di Hongkong melakukan pengamatan pada selusin pasien Coronavirus yang telah sembuh. Mereka meneliti kondisinya dan menemukan adanya penurunan fungsi paru-paru beberapa pasien COVID-19.

Untuk diketahui, sampel 12 pasien ini adalah kloter pertama pasien positif COVID-19 di Hongkong yang dinyatakan sembuh. Pasien-pasien ini sembuh setelah diobati dengan obat Kaletra (yakni obat HIV/AIDS), obat Ribavirin (yakni obat hepatitis C), Interferon.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

127,083

Terkonfirmasi

82,236

Sembuh

5,765

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Pasien-pasien diminta untuk menjalani beberapa aktivitas untuk mengukur kemampuan paru mereka. Setidaknya tiga pasien tidak dapat melakukan hal-hal yang dapat mereka lakukan sebelum tertular virus SARS-CoV-2. Mereka merasa terengah-engah ketika diminta untuk berjalan sedikit lebih cepat, walau hanya beberapa menit.

Selain itu, hasil scan paru-paru pada 9 pasien ditemukan pola yang mirip, yakni terlihat seperti kaca buram yang menunjukkan mereka menderita kerusakan organ. Kondisi paru-paru seperti itu mirip dengan yang ditemukan pada pasien penderita SARS dan MERS.

Dr. Owen Tsang Tak-yin direktur medis Infectious Disease Center di Princess Margaret Hospital, Hongkong menjelaskan fakta temuannya. Ia mengungkapkan adanya penurunan fungsi paru-paru pada beberapa pasien Coronavirus yang telah sembuh ini.

Dikutip dari South China Morning Post, Tsang mengatakan bahwa beberapa pasien mungkin mengalami pelemahan atau penurunan fungsi paru-paru hingga 30% setelah sembuh dari COVID-19.

Ia menyarankan para pasien COVID-19 menjalani fisioterapi untuk memulihkan kembali dan memperkuat fungsi paru-paru mereka. Fisioterapi tersebut dengan latihan kardiovaskular seperti berenang dan latihan lainnya.

Tsang menambahkan hasil pengamatan ini masih membutuhkan penelitian lanjutan. Yakni pasien masih perlu menjalani tes lebih lanjut untuk menilai berapa banyak fungsi paru-paru yang yang mereka pertahankan.

Ia juga belum bisa mengambil kesimpulan apakah kondisi pengurangan fungsi paru-paru pada pasien Coronavirus ini berpotensi pada masalah jangka panjang atau tidak, misalnya seperti fibrosis paru-paru. Fibrosis paru-paru adalah suatu kondisi di mana jaringan paru mengeras dan organ tidak dapat berfungsi dengan benar.

mencegah tertular coronavirus

Kondisi paru-paru pasien positif Coronavirus

paru pasien coronaviru COVID-19

Tsang menjelaskan fungsi paru-paru pasien positif Coronavirus menunjukkan adanya cairan atau puing-puing bercak. Kondisi ini kemungkinan akan semakin buruk saat infeksi virusnya berkembang dan menyebabkan pneumonia. 

Sebelumnya, Jurnal Radiological Society of North America mengeluarkan penelitian yang menunjukkan perburukan kondisi paru-paru pasien yang terinfeksi COVID-19. 

Mengenal Badai Sitokin, Kondisi Fatal yang Mengintai Pasien COVID-19

Tim peneliti melakukan CT scan pada pasien positif COVID-19 yang memiliki gejala pneumonia, hasilnya terdapat bercak putih yang menunjukkan adanya penumpukan cairan pada rongga paru-paru. Bercak ini disebut ground glass opacity (GGO).

Sebuah penelitian lainnya di American Roentgen Ray Society mengatakan sekitar 86.1 persen paru-paru pasien positif COVID-19 memiliki GGO.

Per hari ini, Senin (16/3), wabah COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 169 ribu pasien dari 157 negara di seluruh dunia. Dengan rincian pasien sembuh lebih dari 77 ribu dan kematian setidaknya 6 ribu kasus. Di Indonesia, COVID-19 telah menginfeksi setidaknya 117 positif, dengan 5 kasus kematian dan 8 dinyatakan sembuh.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Klaster-klaster Penularan COVID-19 Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Inilah Alasan Vaksin COVID-19 Sinovac Uji Klinis di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China akan diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Adakah alasan tertentu dalam pemilihan negara ini?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

5 Manfaat Punya Asuransi di Masa Pandemi COVID-19

Saatnya mempertimbangkan asuransi di masa pandemi COVID-19 sebagai perlindungan kehidupan. Ketahui beragam manfaat asuransi di masa new normal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
asuransi di masa pandemi
Asuransi, Hidup Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui

Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 08/08/2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 di transportasi umum kereta

Risiko Penularan COVID-19 di Kereta dan Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien kanker terinfeksi covid-19

Pasien Kanker Selama Pandemi: Cegah COVID-19, Rawat Kankernya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 6 menit
serangan jantung saat pandemi covid-19

Waspadai Hubungan Erat Sakit Jantung dan COVID-19 Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit