Mengenang Li Wenliang, Dokter yang Pertama Kali Mengungkap Novel Coronavirus

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Li Wenliang, dokter yang pertama kali memperingatkan masyarakat akan bahaya novel coronavirus dilaporkan meninggal pada Jumat (7/2) dini hari di Rumah Sakit Pusat Wuhan, Tiongkok. Ia meninggal setelah mendapatkan perawatan selama beberapa hari akibat terinfeksi virus berkode 2019-nCoV ini.

Berita kematian Li menuai kesedihan dan amarah dari berbagai lapisan masyarakat. Pasalnya, Li sempat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan karena peringatan yang ia berikan dinilai dapat menimbulkan keresahan. Lalu, seperti apa proses yang dilewati sang dokter terkait penemuan novel coronavirus?

Bagaimana Dokter Li menemukan novel coronavirus?

Mengacu data yang dihimpun oleh Worldometer, novel coronavirus hingga Senin (10/1) telah menginfeksi 40.628 orang dari 28 negara lintas Asia hingga Eropa. Dari seluruh pasien yang terinfeksi, 6.494 di antaranya berada dalam kondisi kritis dan 910 orang telah meninggal dunia.

Di antara orang-orang yang terinfeksi dan meninggal dunia, terdapat tenaga kesehatan yang terjangkit coronavirus dari pasien tanpa menyadarinya. Tanpa upaya pencegahan untuk tenaga kesehatan, para dokter, perawat, serta setiap orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien di rumah sakit tentu rentan terjangkit virus ini.

Li Wenliang adalah satu dari tenaga kesehatan yang meninggal tersebut. Sebelum Li, dua orang dokter bernama Liang Wudong dan Song Yijie juga dilaporkan meninggal dunia akibat terjangkit novel coronavirus. Ketiganya kini tidak hanya dianggap pahlawan bagi Tiongkok, tapi juga seluruh dunia.

Terungkapnya novel coronavirus berawal dari pemeriksaan yang dilakukan Li terhadap tujuh orang pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan pada Desember lalu. Para pasien berasal dari Pasar Huanan di Wuhan yang dikenal menjual berbagai makanan laut.

Ketujuh pasien tersebut didiagnosis terjangkit penyakit yang mirip dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Penyakit yang merebak tahun 2003 ini menyerang saluran pernapasan dan menimbulkan gejala berupa demam, batuk, dan sesak napas.

Li lalu mengabarkan situasi tersebut kepada sesama rekannya melalui aplikasi chatting. Sang dokter belum mengetahui bahwa yang dihadapinya adalah coronavirus, tetapi ia berusaha keras memberitahu rekan-rekannya karena virus mungkin dapat menyebar dengan cepat.

Li awalnya hanya memberi peringatan agar rekan-rekannya dan keluarga mereka lebih waspada. Namun, kabar yang ia sampaikan justru mendapatkan tanggapan negatif dari pihak kepolisian. Tidak lama berselang, ia dipanggil untuk menjalani interogasi.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

26,940

Terkonfirmasi

7,637

Sembuh

1,641

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Perjalanan Li Wenliang selama terjangkit novel coronavirus

fakta novel coronavirus

Li Wenliang adalah seorang dokter mata. Ia sedang menangani pasien glaukoma ketika terjangkit novel coronavirus tanpa menyadarinya. Novel coronavirus saat itu belum dikenali sehingga Li tidak menggunakan alat pelindung diri apa pun.

Selain itu, wanita yang menjadi pasien Li juga tidak menunjukkan sedikit pun gejala. Dokter berusia 33 tahun ini baru menyadari pasien yang ditanganinya terjangkit novel coronavirus ketika wanita tersebut pulang dan menulari anggota keluarganya yang lain.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Tiongkok telah memberikan pernyataan bahwa novel coronavirus dapat menular tanpa menimbulkan gejala sebelumnya. Hal ini disebabkan karena virus sedang berada dalam masa inkubasi.

Novel coronavirus yang berasal dari Wuhan adalah bagian dari famili coronavirus. Ada tujuh tipe coronavirus yang telah diketahui. Empat di antaranya merupakan penyebab gangguan saluran pernapasan yang cukup umum seperti pilek dan flu.

Sementara itu, tiga tipe coronavirus lainnya menyebabkan penyakit yang lebih parah. Penyakit tersebut adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Middle-East Respiratory Syndrome, dan infeksi coronavirus yang menjangkiti Dokter Li.

Seperti virus pada umumnya, novel coronavirus memiliki masa inkubasi. Masa inkubasi adalah jangka waktu antara infeksi virus dengan munculnya gejala pertama. Selama masa inkubasi, pasien bisa saja menularkan virus tanpa diketahui karena gejala belum terlihat.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) meyakini bahwa masa inkubasi novel coronavirus berkisar antara 2-14 hari. Ketiga dokter di Tiongkok mungkin tertular novel coronavirus dari pasien yang sedang berada dalam masa inkubasi.

Li Wenliang mulai menunjukkan gejala batuk pada tanggal 10 Januari, seperti dikutip dari The New York Times. Ia pun dirujuk ke rumah sakit pada tanggal 12 Januari, dan didiagnosis terjangkit novel coronavirus pada tanggal 1 Februari.

Li seharusnya menjalani perawatan paling tidak selama 15 hari agar bisa pulih. Namun, pada tanggal 7 Februari dini hari, Li dinyatakan meninggal setelah beberapa rekannya di Rumah Sakit Pusat Wuhan berusaha menyelamatkan nyawanya selama tiga jam.

Penularan dan angka kematian akibat novel coronavirus

wni terinfeksi coronavirus singapura

Pemerintah Kota Wuhan langsung mengambil langkah cepat dengan menutup Pasar Huanan begitu kabar tentang novel coronavirus merebak. Meski demikian, Li Wenliang berpendapat bahwa pencegahan wabah mungkin akan lebih efektif bila kabar tersebut diumumkan lebih awal.

Infeksi novel coronavirus mungkin tidak seberbahaya wabah SARS 17 tahun yang lalu. Namun, laju penularan penyakit ini jauh lebih cepat dibandingkan SARS. Diperkirakan, satu pasien yang terinfeksi dapat menulari 3-4 orang yang sehat dalam satu waktu.

Meski telah memakan korban tiga dokter dan ratusan orang lainnya, infeksi novel coronavirus sebenarnya tidak terbilang mematikan. Penyakit ini memiliki angka kematian 2-3%, artinya sekitar 2-3 orang yang terinfeksi akan meninggal. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan SARS yang sebesar 10 persen.

Walau demikian, apabila dilihat dari jumlahnya, pasien yang meninggal akibat novel coronavirus sudah melebihi jumlah pasien yang meninggal akibat SARS. Jumlah tersebut mungkin akan terus meningkat selama wabah ini belum terkendali.

Menyusul berita kematian para dokter di Tiongkok, seluruh dunia kini kian menggiatkan upaya pencegahan infeksi novel coronavirus. Ini adalah langkah terbaik untuk menyebarluaskan pesan Dokter Li Wenliang, Song Yijie, dan Liang Wudong sehingga novel coronavirus tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Baru-baru ini terdengar kabar bahwa minum alkohol dapat membunuh coronavirus di dalam tubuh. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/05/2020

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Selain berpengaruh terhadap kesehatan fisik, ternyata dampak pandemi COVID-19 juga menyasar kesehatan mental terutama remaja. Mengapa demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/05/2020

Alasan Penderita Lupus Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi COVID-19

Penyakit lupus termasuk dalam kategori kelompok yang rentan terhadap gejala COVID-19 yang lebih parah. Bagaimana risiko COVID-19 pada penderita lupus?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 20/05/2020

Potensi Penularan COVID-19 di Desa, Bagaimana Kesiapannya?

Arus mudik yang tak bisa dikendalikan membuat masyarakat di desa harus siaga kedatangan potensi sumber penularan COVID-19. Bagaimana kesiapannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 20/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Bayi terinfeksi COVID-19

Risiko Bayi Baru Lahir Terinfeksi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
antibodi sars untuk covid-19

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan new normal covid-19

Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Panduan ‘New Normal’ dari BPOM Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
COVID-19 penyakit endemi

WHO: COVID-19 Akan Jadi Penyakit Endemi, Apa Artinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020