Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Infeksi COVID-19 baru-baru ini diduga dapat menyebabkan gangguan pendengaran mendadak.  Gangguan pendengaran yang diakibatkan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini disebut berpotensi lebih parah ketimbang gangguan pendengaran akibat virus lain seperti campak atau meningitis.

Penyebab pasti gangguan pendengaran atau sudden sensorineural hearing loss (SSHL) hingga kini sulit dijelaskan. Namun kondisi ini paling mungkin disebabkan oleh infeksi virus, termasuk virus flu, herpes, dan cytomegalovirus.

Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders United States, gangguan ini biasanya hanya memengaruhi salah satu telinga. Penderita biasanya mengalami tinnitus alias telinga berdenging lebih dulu sebelum kehilangan pendengaran secara keseluruhan atau sebagian. Gangguan pendengaran ini bisa terjadi selama beberapa hari atau bahkan selamanya tergantung pada penanganan yang tepat. 

Lalu bagaimana COVID-19 bisa memengaruhi pendengarn penderitanya?

Bagaimana COVID-19 menyebabkan gangguan pendengaran?

kebersihan dan kesehatan telinga

Seorang pria di Inggris mengalami gangguan pendengaran tiba-tiba dan permanen pada salah satu telinganya setelah melalui gejala buruk COVID-19. Telinga sebagai organ pendengaran manusia dapat mengalami gangguan fungsi akibat faktor internal maupun eksternal, salah satunya disebabkan oleh virus.

Dalam laporan Jurnal Internasional BMJ, dokter memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai komplikasi yang langka tapi serius ini. Selain studi tersebut, tim peneliti Otolaringologi (THT: Telinga, Hidung, Tenggorokan) dari Johns Hopkins University menyebut ada banyak kasus gangguan pendengaran yang dialami pasien COVID-19. Beberapa studi lain juga telah melaporkan kasus serupa yang dialami pasien COVID-19 di seluruh dunia.

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim dari Rumah Sakit Universitas Manchester, Inggris, menyebut 13% dari 138 orang yang pernah dirawat akibat COVID-19 mengalami gangguan pendengaran. Pasien mengalami keluhan gangguan pendengaran setelah keluar dari rumah sakit dan terus menjalani pemeriksaan selama 8 minggu.

Tim peneliti dari Rumah Sakit John Hopkins melakukan pembedahan dan autopsi kepada tiga jenazah COVID-19 untuk melihat apakah mereka dapat menemukan virus pada telinga bagian dalam. Hasilnya, ditemuka virus SARS-CoV-2 di dua dari tiga jenazah yang dibedah. Virus tersebut berada di telingan bagian tengah dan tulang mastoid di tengkorak, yang terletak tepat di belakang telinga. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal JAMA Otolaryngology Head and Neck Surgery

“Virus lain telah diketahui dapat menyebabkan gangguan pendengaran mendadak. Secara pribadi saya menduga (COVID-19) berpotensi lebih buruk,” tulis Matthew Stewart, tim peneliti dari John Hopkins. 

Pada organ telinga manusia terdapat pembuluh darah yang sangat kecil terutama di telinga bagian dalam. Menurut Stewart, virus corona penyebab COVID-19 ini dapat menyebabkan pembekuan darah dalam tubuh dan hal tersebut dapat terjadi juga pada telinga bagian dalam.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

538,883

Terkonfirmasi

450,518

Sembuh

16,945

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Diperlukan pemeriksaan THT bagi setiap pasien COVID-19 yang bergejala

efek coronavirus covid-19

Identifikasi awal gangguan pendengaran mendadak akibat COVID-19 penting dilakukan. Sebab kondisi awal gangguan pendengaran berpotensi diperbaiki dengan obat-obatan sebelum terjadi kerusakan permanen. 

Gangguan pendengaran akibat COVID-19 dapat ditangani menggunakan perawatan steroid oral. Stewart dan timnya telah menangani seorang pasien yang terinfeksi COVID-19 bernama Liam (23) yang telah kehilangan 70-80% pendengaran di telinga kirinya.

Liam diberi perawatan steroid oral dosis tinggi hingga pendengarannya kembali berfungsi. Ia mengatakan kini dirinya bisa mendengarkan semua kecuali nada tinggi.

Pada Juni 2020 Liam tertular COVID-19 dengan gejala awal mengalami demam, sakit kepala, dan kelelahan selama berminggu-minggu. Namun, setelah dia mulai merasa membaik tiba-tiba ia kehilangan pendengarannya dan menderita tinnitus (denging di telinga).

“Benar-benar mengerikan,” ujar Liam menjelaskan kondisi pendengarannya pada saat mengalami infeksi COVID-19. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, banyak pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menangani keluhan post COVID-19 syndrome. Apa pentingnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Saja Penyebab Orang Tidak Percaya Keberadaan COVID-19?

Luasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia terkait dengan banyak faktor, termasuk persoalan sebagian warga yang tidak percaya keberadaan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Olahraga setelah sembuh dari COVID-19 memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu harus porsi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Mengadakan resepsi pernikahan di tengah pandemi tetap memiliki risiko penularan COVID-19. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 lockdown

Karantina Wilayah Karena COVID-19 Terbukti Menyelamatkan Banyak Nyawa

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
hamil di masa pandemi

Adakah Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Bayi Lahir Mati?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 tanpa gejala

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit
antibodi covid-19

Berapa Lama Antibodi Pasien COVID-19 Sembuh dapat Bertahan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit