4 Tips Aman Bepergian Jauh di Tengah Wabah Coronavirus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/08/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Novel coronavirus yang berawal dari Wuhan, Tiongkok, kini sudah memakan 26 korban jiwa dan ratusan orang lain di sejumlah negara terinfeksi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat bepergian di tengah wabah coronavirus berlangsung. 

Idealnya, Anda tidak perlu bepergian dulu ke negara-negara yang sudah terjangkit virus. Namun apabila terpaksa, berikut persiapan yang diperlukan agar rencana bepergian tidak berakhir dengan gangguan kesehatan:

Tips agar tetap aman bepergian saat wabah coronavirus 

pasien kanker payudara liburan

Sebenarnya, CDC sudah mengsolasi kota Wuhan agar tidak ada yang berkunjung. Selain itu, pemerintah Tiongkok juga menutup jalur transportasi ke Wuhan, baik ke luar maupun ke dalam. Tak ada bus, pesawat, dan kereta api, yang datang dan pergi ke kota di Tiongkok tenggara tersebut.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan dari masyarakat yang mungkin belum teridentifikasi kepada warga yang bukan berasal dari kota Wuhan. Maka itu, kota pertama penyebaran novel coronavirus ini ditutup sementara waktu. 

Bila Anda terpaksa harus mengunjungi kota Tiongkok selain Wuhan dan beberapa kota di negara lain yang sudah terjangkit virus, sangat disarankan untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh agar terhindar dari risiko Novel coronavirus

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

132,816

Terkonfirmasi

87,558

Sembuh

5,968

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika bepergian saat wabah Novel coronavirus terjadi:

1. Konsultasi ke dokter

anemia ke dokter apa

Berkonsultasi ke dokter sebelum mengunjungi negara yang terinfeksi wabah penyakit tertentu sangat penting. Normalnya, konsultasi ini dilakukan setidaknya 4-8 minggu sebelum perjalanan dilakukan, terutama bagi Anda yang menetap lebih dari 2 minggu di daerah tujuan. 

Bagi Anda yang baru saja mendapatkan rincian perjalanan di menit terakhir pun masih dapat berkonsultasi ke dokter. 

Konsultasi ini akan membuat Anda jadi lebih paham mengenai wabah coronavirus. Selain itu, dokter mungkin akan menentukan jenis vaksin yang dibutuhkan, peralatan kesehatan dasar, dan obat-obatan yang mungkin diperlukan sesuai kondisi Anda. 

Dengan begitu, Anda dapat bepergian dengan aman saat wabah coronavirus berlangsung. Jangan lupa menambah wawasan tentang coronavirus jurnal atau informasi resmi lainnya.

2. Menghindari tempat hidup satwa liar

Setelah berkonsultasi dengan dokter, tips bepergian aman saat wabah coronavirus terjadi lainnya adalah menghindari tempat hidup satwa liar, seperti area tempat hewan disembelih, seperti peternakan dan pasar hewan hidup dan pasar ikan dan binatang laut.

Apabila Anda terpaksa mengunjungi tempat-tempat yang sudah disebutkan di atas, usahakan untuk menghindari kontak pada binatang secara langsung. 

Jika sudah terjadi, upayakan agar tangan yang terkontaminasi tidak menyentuh bagian-bagian yang vital, yaitu mata, hidung, dan mulut. Supaya Anda lebih aman bepergian saat coronavirus terjadi dan mengunjungi tempat satwa liar, pakailah selalu sarung tangan. 

3. Jangan lupa mencuci tangan

sabun cuci tangan antiseptik

Tips yang paling penting agar tetap aman bepergian saat wabah coronavirus terjadi adalah mencuci tangan. Jangan pernah meremehkan kekuatan dari mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan sesuatu untuk mencegah penularan virus. 

Hal ini dikarenakan virus dapat berpindah antar manusia melalui kegiatan sehari-hari, seperti berjabat tangan, menyentuh wajah, atau permukaan benda lainnya. 

Maka itu, mencuci tangan dengan baik dan benar sangat diperlukan, terutama di saat wabah penyakit sedang berlangsung.

Apabila mencuci tangan dengan air hangat dan sabun tidak memungkinkan, usahakan selalu membawa hand sanitizer yang mengandung alkohol agar tetap bersih. 

Metode mudah dan sederhana ini dapat mengurangi risiko terkena penyakit ketika bepergian, terutama saat wabah coronavirus berlangsung. 

4. Menggunakan masker

masker anti polusi

Penggunaan masker setiap pergi ke luar ruangan termasuk salah satu tips bepergian saat wabah coronavirus terjadi. 

Cara ini cukup membantu karena penyebaran coronavirus mirip dengan virus flu. Virus dapat menyebar di udara melalui tetesan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Apabila Anda berada di dekat orang yang terinfeksi, potensi menghirup tetesan tersebut secara langsung cukup besar. Selain itu, air yang orang yang terinfeksi ini juga dapat menempel di permukaan benda lain, seperti telepon yang dapat berpindah ke mata atau hidung Anda. 

Pemakaian masker setidaknya dapat mengurangi risiko tetesan tersebut sampai di bagian mulut dan hidung Anda. Dengan begitu, Anda dapat aman bepergian saat wabah coronavirus terjadi. 

Jika pulang ke negara asal dalam keadaan sakit

gejala novel coronavirus

Setelah mengetahui tips aman bepergian saat wabah coronavirus terjadi, jangan lupa agar menjaga kesehatan tubuh. 

Jika Anda bepergian dalam keadaan sakit, potensi tubuh dimasuki virus pun semakin besar karena daya tahan tubuh lemah. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk langsung berkonsultasi kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Anda bisa meningkatkan daya tahan tubuh salah satunya dengan mengonsumsi vitamin C. Tidak hanya vitamin C, Anda juga butuh kombinasi beberapa vitamin dan mineral.

Fungsi vitamin adalah menjaga sel-sel kekebalan tubuh bekerja dengan normal. Jenis vitamin lain yang Anda perlukan contohnya vitamin A, E, serta B kompleks.

Agar sistem imun kuat, Anda pun juga memerlukan mineral seperti selenium, zinc, dan zat besi. Selenium menjaga kekuatan sel dan mencegah kerusakan DNA. Lalu zinc memicu respons kekebalan tubuh. Selain itu, zat besi membantu penyerapan vitamin C.

Bepergian saat wabah coronavirus memang perlu menyiapkan beberapa hal terkait kesehatan Anda. Jika Anda merasakan gejala seperti sesak napas dan demam, segera konsultasikan dengan dokter, baik sebelum atau saat berada di negara tujuan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Hubungan Erat Sakit Jantung dan COVID-19 Selama Pandemi

COVID-19 dianggap sebagai penyakit pernapasan yang menyerang paru-paru, tapi bahayanya pada jantung juga sesuatu yang patut diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Klaster-klaster Penularan COVID-19 Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Inilah Alasan Vaksin COVID-19 Sinovac Uji Klinis di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China akan diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Adakah alasan tertentu dalam pemilihan negara ini?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford, Inggris berhasil memicu terbentuknya antibodi dan sel-T pada peserta uji klinis.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

suplemen lipi covid-19

LIPI Lakukan UJi Klinis Kandidat Suplemen Herbal COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
dampak covid-19 otak

COVID-19 Picu Kerusakan Saraf dan Otak Jangka Panjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 4 menit
ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui langsung tidak asi perah

Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 08/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien kanker terinfeksi covid-19

Pasien Kanker Selama Pandemi: Cegah COVID-19, Rawat Kankernya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 6 menit