Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/05/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Pandemi COVID-19 menjadi kondisi yang berpengaruh pada kehidupan banyak orang. Penyebarannya yang semakin meluas mengakibatkan banyak tekanan, cemas, dan stres. Bukan hanya pada orang dewasa, kondisi psikologis anak juga rentan terganggu. Maka itu, orangtua perlu membantu anak atasi tanda-tanda stres saat pandemi.

Stres pada anak saat masa pandemi COVID-19 dan cara mengatasinya

stres anak saat pandemi

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga menjalani krisis dengan merasakan stres saat pandemi COVID-19 ini.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) mangatakan anak-anak dan remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan stres selama pandemi COVID-19 ini. 

“Ketakutan dan kecemasan tentang suatu penyakit dapat menyebabkan emosi yang kuat pada orang dewasa dan anak-anak,” tulis CDC

Anak-anak kehilangan keseharian mereka, harus belajar di rumah yang kondisinya benar-benar berbeda dengan di sekolah dan gerak mereka yang menjadi terbatas. 

Melihat adanya risiko stres pada anak di masa pandemi, psikolog dan pemerhati anak Seto Mulyadi atau dikenal dengan Kak Seto mengingatkan orangtua untuk memberi perhatian lebih pada anak saat belajar di rumah. 

“Mohon jangan sampai saat putra-putri belajar menjadi stres dan uring-uringan selama belajar di rumah,” kata Kak Seto.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

26,473

Terkonfirmasi

7,308

Sembuh

1,613

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Kak Seto menyampaikan bahwa menurut data Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), banyak anak mengalami stres karena tekanan yang terjadi di rumah selama pandemi COVID-19.

Perlu diketahui bahwa stres orangtua bisa berpengaruh pada anak. Misalnya, stres saat orangtua kehilangan pekerjaan, kesulitan ekonomi, juga sewaktu orangtua sering cekcok atau berkonflik saat karantina.

“Jadi, hal pertama yang dapat kita lakukan adalah memahami bagaimana stres mempengaruhi kita (orangtua). Anda perlu mengatasi stres pada diri sendiri sebelum berinteraksi dengan anak Anda,” ujar seorang psikolog anak Abigail Gewirtz.

Cara membantu anak atasi stres saat pandemi COVID-19

mengatasi stres Anak

Anak-anak kerap kali tidak mengungkapkan perasaan resah, cemas, dan stresnya secara verbal. Anak yang dikatakan stres biasanya terlihat dari perubahan perilaku mereka. Tanda-tanda anak stres di antaranya adalah perubahan nafsu makan, masalah tidur, dan perubahan suasana hati.

Berikut beberapa cara yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membantu anak atasi stres saat pandemi COVID-19.

1. Respons perubahan anak dengan cara suportif

Anak-anak dapat merespons stres dengan cara yang berbeda seperti menjadi lebih manja, terlihat cemas, menarik diri, marah, gelisah, atau mengompol.

Tanggapi perubahan perilaku anak tersebut dengan memberikan dukungan dan perhatian lebih. Tunjukkan hal-hal positif pada Anda saat mendegarkan mereka mencurahkan kekhawatirannya. 

Tidak perlu memaksa anak untuk menceritakan masalahnya jika mereka tidak mau. Beritahu bahwa Anda selalu ada di sisinya untuk membantu.

2. Berikan perhatian lebih

Sejalan dengan poin pertama, untuk atasi anak stres pada masa pandemi, orangtua perlu memberikan kasih sayang dan perhatian ekstra. 

Pada saat pandemi, anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih dari orang dewasa terutama orangtuanya agar tidak stres. Tanyakan keadaan anak dalam suatu waktu sekali, misalnya saat bangun pagi, sebelum makan siang, dan sebelum tidur malam. 

Tips Membantu Anak dengan Autisme Menghadapi Karantina COVID-19

3. Jaga komunikasi anak dengan anggota keluarga lain

Luangkan waktu khusus untuk berkegiatan santai bersama anak. Biasanya, mereka akan merasa senang jika Anda bisa menghabiskan waktu bersantai bersama mereka.

Ajak anak untuk berkomunikasi secara rutin dengan kerabat dan anggota keluarga lain, misalnya dnegan menelepon kakek dan nenek.

4. Jelaskan pandemi yang sedang terjadi

Perubahan kondisi dan kebiasaan yang tiba-tiba seperti pemberlakuan physical distancing tentu menimbulkan pertanyaan di benak anak.

Jelaskan pandemi COVID-19 pada anak dengan cara sederhana dan mudah dipahami. Jangan lupa juga jelaskan bagaimana cara mengurangi risiko tertular virus dan mengapa mereka tidak boleh keluar rumah. Beri tahu juga pada anak agar tidak perlu terlalu cemas dan stres akan kondisi pandemi saat ini.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Selain mendeteksi keberadaan COVID-19 di tubuh, antibodi dapat digunakan untuk melawan virus terutama pasien yang pulih dari SARS. Apa hubungan keduanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 28/05/2020

Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Panduan ‘New Normal’ dari BPOM Ini

Ajakan pemerintah yang meminta untuk berdamai dengan COVID-19 disertai dengan rilisnya panduan new normal dari BPOM. Simak isinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 27/05/2020

WHO: COVID-19 Akan Jadi Penyakit Endemi, Apa Artinya?

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan COVID-19 kemungkinan tidak akan hilang dan akan berubah menjadi penyakit endemi. Apa maksudnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 27/05/2020

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
herd immunity swedia covid-19

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
berat badan naik saat karantina

Berat Badan Naik Jadi Efek Serius Selama Karantina

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
Bayi terinfeksi COVID-19

Risiko Bayi Baru Lahir Terinfeksi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020