Satu WN Asal Tiongkok Positif Terinfeksi Coronavirus Sepulang dari Bali

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Sejak wabah novel coronavirus (COVID-19) di Wuhan, Tiongkok, merebak, sampai saat ini belum ada satu pun laporan terkait warga di Indonesia yang terinfeksi penyakit ini. Akan tetapi, baru-baru ini terdengar kabar bahwa terdapat WN Tiongkok yang positif terkena coronavirus (COVID-19) tak lama setelah pulang dari Bali. 

Kabar WN Tiongkok yang terkena coronavirus setelah dari Bali

barak karantina coronavirus

Dilansir dari akun resmi Pemerintah Provinsi Anhui di Weibo, seorang WN Tiongkok dikonfirmasi coronavirus (COVID-19) sepulang dari Bali, Indonesia, akhir bulan lalu. Kabar ini akhirnya dikonfirmasi oleh pemerintah Provinsi Anhui lewat Weibo pada Kamis pekan lalu (6/2). 

Turis asal Tiongkok yang bernama Jin ini berkunjung ke Bali pada akhir Januari lalu. Menurut pemerintah setempat, Jin berangkat dari Wuhan, Tiongkok, menuju Bali pada 22 Januari menggunakan penerbangan Lion Air. 

Kemudian Jin berlibur di pulau selama satu minggu dan kembali ke Shanghai menggunakan Garuda Indonesia pada 28 Januari 2020. 

coronavirus lolos thermal scanner

Akhirnya, WN asal Wuhan, Tiongkok, ini dinyatakan positif mengidap coronavirus COVID-19 pada 5 Februari 2020 setelah kembali dari Bali dan menetap di Tiongkok selama beberapa hari. 

Berita ini cukup mengejutkan bagi masyarakat di Indonesia mengingat turis tersebut positif terkena penyakit ini setelah pulang dari Indonesia. Pasalnya, jejak wisatawan tersebut selama di Bali tidak diketahui dengan jelas, termasuk apakah virus yang sudah menyebabkan lebih dari 60.000 kasus ini menular di Bali. 

Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh sebagai upaya mengurangi risiko penularan COVID-19

Mengapa kasus seperti ini dapat terjadi?

gejala novel coronavirus

Kasus WN asal Tiongkok yang baru saja dikonfirmasi terkena coronavirus sepulang dari Bali sebenarnya bukan hal yang cukup mengejutkan. 

Hal tersebut dikarenakan seseorang dapat terinfeksi COVID-19 tanpa menunjukkan gejala apapun. Misal, demam tinggi, sesak napas, batuk, hingga badan terasa lemas. 

Gejala yang disebutkan di atas ternyata tidak selalu dapat menjadi indikator seseorang terinfeksi COVID-19. Pasalnya, setiap penyakit memiliki masa inkubasi dan CDC menjelaskan bahwa virus yang termasuk baru ini mempunyai masa inkubasi 2-14 hari. 

Pada saat masa inkubasi berlangsung, orang yang terinfeksi mungkin tidak akan menunjukkan gejala yang terkait dan masih dapat menjalani aktivitas seperti biasa. 

Risiko penularan lebih mudah dicegah ketika gejala dari orang yang terinfeksi virus sudah muncul. Dengan begitu, sebelum virus sempat menular ke orang lain, tenaga kesehatan sudah dapat melakukan upaya pencegahan, seperti merawat pasien dalam ruang isolasi

Maka itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena gejala bisa saja tidak muncul pada orang yang terinfeksi. Terlebih lagi, hal ini terjadi pada WN asal Tiongkok yang dikonfirmasi menderita coronavirus COVID-19 setelah kembali dari Bali. 

Tips mengurangi risiko penularan COVID-19

Cuci tangan untuk mencegah virus penyebab hepatitis A

Kasus WN asal Tiongkok yang positif terkena coronavirus COVID-19 setelah kembali dari Bail membuat kecemasan masyarakat di Indonesia semakin meningkat. 

Sebenarnya, penularan COVID-19 hampir mirip dengan flu biasa dan lebih berisiko terjadi pada orang yang daya tahan tubuhnya rendah serta tidak menjaga kebersihan diri. 

Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda ikuti untuk mengurangi risiko penularan wabah coronavirus

  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
  • Tidak memegang mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci
  • Menghindari kontak dengan orang sakit atau terlihat menunjukkan gejala
  • Memakai masker ketika berada di wilayah yang terinfeksi
  • Menutup mulut ketika batuk atau bersin menggunakan tisu atau lengan
  • Membersihkan barang yang disentuh

Kasus WN asal Tiongkok yang baru saja dikonfirmasi positif menderita infeksi coronavirus COVID-19 sepulang dari Bali adalah satu dari sekian banyak kasus yang terjadi di seluruh dunia. Maka itu, pemerintah tidak berhenti mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh agar tidak tertular penyakit ini.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 13, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 13, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca