Ria Irawan Meninggal Dunia Akibat Kanker yang Kembali Muncul, Kok Bisa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Dunia hiburan Tanah Air kembali diselimuti duka. Pada hari Minggu (6/1) tepatnya dini hari waktu setempat, aktris yang juga merupakan seorang penyintas kanker, Ria Irawan meninggal dunia. Penyebabnya dikarenakan kanker kelenjar getah bening (limfoma) kembali muncul setelah ia dinyatakan sembuh. Mengapa demikian? 

Penyebab kanker bisa kembali muncul setelah dinyatakan sembuh

kanker

Sebagai penyintas kanker, Ria Irawan kerap membagikan proses pengobatannya melalui media sosial hingga dinyatakan sembuh pada tahun 2017. Walaupun demikian, kanker kelenjar getah bening tersebut kembali memperburuk kondisi aktris multitalenta ini. 

Seperti dilansir sejumlah media, sebelum divonis mengidap kanker, Ria Irawan pernah menjalani operasi pengangkatan rahim dan indung telur. Operasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan berbagai terapi, seperti kemoterapi dan terapi sinar sampai akhirnya dinyatakan sembuh. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama. 

Pada pertengahan 2018, kondisi aktris yang pernah memenangkan Piala Citra tersebut kembali menurun sampai harus dirawat di rumah sakit. Hal ini dikarenakan kanker kelenjar getah bening kembali muncul setelah dinyatakan sembuh. 

Kondisi ini bisa saja terjadi karena beberapa hal, seperti:

1. Muncul setelah menjalani operasi

efek operasi ganti kelamin

Walaupun sudah menjalani operasi, ternyata kanker bisa kembali muncul setelah dinyatakan sembuh. 

Kondisi ini bisa terjadi akibat beberapa hal, yaitu:

  • Sel kanker tertinggal di dalam tubuh selama operasi
  • Terdapat sel kanker yang terpisah atau rusak dan menyebar ke bagian tubuh lainnya

Pada kasus Ria Irawan, sel kanker menyebar dari rahim sampai ke organ vital lainnya, yaitu paru-paru hingga ke otak. Akibatnya, kondisinya kian memburuk dan harus dirawat di rumah sakit dari bulan November hingga ia menghembuskan napas terakhirnya. 

2. Kambuh meskipun sudah menjalani pengobatan

mengatasi efek samping kemoterapi
Infusion pump feeding IV drip into patients arm focus on needle

Sudah menjalani kemoterapi berserta terapi lainnya ternyata tidak membuat sel kanker pergi sepenuhnya. Kanker ternyata bisa kembali muncul setelah menjalani kemoterapi dan dikatakan sembuh. 

Kemoterapi ternyata tidak dapat memisahkan semua sel kanker dalam satu waktu. Maksudnya, pengobatan kanker berfungsi untuk mengurangi sel kanker yang sudah terbentuk. 

Berkurangnya sel kanker tersebut setidaknya dapat membuat sel lainnya hilang oleh sistem pertahanan tubuh atau secara alami. Artinya, kemoterapi dan terapi lainnya tidak dapat menghilangkan sel kanker sepenuhnya. 

Sel kanker mungkin akan berhenti berkembang selama proses pengobatan berlangsung. Bahkan, radioterapi pun bisa mematikan sel kanker di tubuh. 

Akan tetapi, tidak selamanya pengobatan kanker benar-benar berhasil membasmi sel kanker dari tubuh penderitanya. Oleh karena itu, sangat mungkin kanker kembali muncul setelah dinyatakan sembuh selepas menjalani pengobatan. 

3. Resisten terhadap pengobatan

Sumber: verywell health

Selain pengobatan yang tidak sepenuhnya membasmi sel kanker, ternyata kemoterapi dan radioterapi dapat membuat sel kanker resisten terhadap pengobatan. 

Akibatnya, penyakit kanker sangat mungkin kembali muncul setelah dinyatakan sembuh. Menurut para peneliti dari Cancer Research UK, adanya mutasi genetik selama proses pengobatan bisa menyebabkan sel kanker menjadi resisten.

Sel kanker yang kebal tersebut mengandung p-glycoprotein yang cukup tinggi dan ditemukan pada dinding sel. Protein ini sebenarnya berfungsi untuk menghapus racun dari sel kanker. Namun, ketika kandungannya terlalu tinggi, ternyata menciptakan kekebalan terhadap obat kanker. 

Akibatnya, resistensi tersebut menyebabkan penyakit kanker muncul kembali meskipun Anda sudah dinyatakan sembuh. 

4. Gaya hidup

olahraga untuk mantan penderita kanker

Gaya hidup termasuk salah satu faktor penentu apakah kanker bisa kembali muncul setelah penderitanya dinyatakan sembuh. 

Mulai dari kurangnya memperhatikan pola makan, mengalami stres yang berlebihan, hingga kualitas dan jam tidur yang buruk ternyata dapat membuat kanker kambuh. 

Hormon stres, yaitu kortisol, muncul ketika Anda stres dan bisa disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Maka itu, setelah dinyatakan sembuh dari kanker, ada baiknya untuk tetap menjaga pola hidup tetap sehat agar terhindar dari penyakit yang bisa menggerogoti tubuh Anda. Terlalu gemuknya badan juga dapat memicu kanker kambuh lagi.

Keempat kondisi di atas mungkin dapat menjadi penyebab mengapa kanker yang diderita oleh Ria Irawan kembali muncul setelah ia dinyatakan sembuh.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 6, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca