home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Selain Hamil, Ketahui 11 Penyebab Tidak Haid Berikut Ini

Selain Hamil, Ketahui 11 Penyebab Tidak Haid Berikut Ini

Penyebab tidak haid selalu dikaitkan dengan hamil. Padahal, ada beberapa hal lainnya yang membuat seorang wanita tidak bertemu tamu bulanannya itu. Penasaran? Yuk simak penjelasan berikut ya!

Apa saja penyebab tidak haid?

anemia defisiensi besi

Lama tidak kedatangan tamu bulanan bisa membuat deg-degan karena curiga sedang hamil. Namun, jika setelah berulang kali tes kehamilan, ternyata hasilnya negatif, Anda perlu mencari tahu apa penyebab sebenarnya.

Jika selama ini haid Anda teratur tetapi dalam 3 sampai 6 bulan belakangan menjadi jarang atau bahkan tidak haid sama sekali, ada beberapa penyebab yang mungkin terjadi.

1. Stres

Saat stres, siklus haid Anda bisa menjadi lebih lama, lebih cepat, atau mungkin berhenti sama sekali.

Tenangkan pikiran Anda dan luangkan waktu untuk bersantai. Beberapa jenis olahraga dapat Anda lakukan secara rutin seperti berlari, berenang, dan yoga, untuk membantu menjadi lebih rileks. Latihan pernapasan juga bisa Anda coba.

2. Berat badan turun tiba-tiba

Berat berat badan yang turun berlebihan atau tiba-tiba bisa menjadi penyebab tidak haid karena produksi hormon yang dibutuhkan untuk ovulasi jadi terhambat.

Akibatnya Anda mungkin terlambat haid dari waktu yang biasanya, jarang mendapatkan haid atau bahkan tidak haid sama sekali dalam waktu yang cukup lama.

3. Kelebihan berat badan

Bukan hanya berat badan yang berkurang drastis, kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat menyebabkan gangguan menstruasi. Kelebihan berat badan membuat tubuh menghasilkan estrogen yang berlebihan pula.

Estrogen berlebih dapat memengaruhi seberapa sering Anda mengalami haid dan juga dapat menjadi penyebab tidak haid.

polimenorea

4. Olahraga berlebihan

Melansir dari American Family Physician, olahraga yang intens dan berlebihan dapat memengaruhi hormon yang berperan dalam proses menstruasi.

Kehilangan terlalu banyak lemak tubuh melalui olahraga yang intens juga dapat menghentikan fase ovulasi. Akibatnya ini bisa menjadi salah satu penyebab haid tidak kunjung datang.

5. Efek samping penggunaan alat kontrasepsi

Beberapa alat kontrasepsi seperti pil, KB spiral, maupun suntik KB bisa menyebabkan haid tidak teratur. Dalam sejumlah kasus bahkan membuat penggunanya tidak haid sama sekali.

Namun, menstruasi Anda biasanya akan kembali ketika Anda berhenti minum pil KB atau mengganti jenis kontrasepsi dengan yang lebih sesuai.

6. Menopause

Anda mungkin mengalami tidak haid saat mendekati menopause. Ini karena kadar estrogen akan mulai berkurang dan ovulasi akan menjadi tidak teratur. Setelah menopause, haid akan berhenti sepenuhnya.

Menopause adalah bagian alami dari proses penuaan pada wanita, yang biasanya terjadi antara usia 45-55 tahun.

7. Sindrom polikistik ovarium (PCOS)

Sindrom polikistik ovarium (PCOS) adalah masalah keseimbangan hormon wanita. Wanita dengan PCOS akan mengalami kelebihan hormon androgen yang dapat menghambat proses ovulasi.

Wanita dengan PCOS juga biasanya memiliki kista kecil (kantong berisi cairan) yang membuat ovarium membesar. Kista ini tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan tidak terjadinya ovulasi.

8. Amenorea hipotalamus

Adanya gangguan hormon hipotamalus yang terdapat pada sistem syaraf di otak juga dapat menjadi penyebab tidak haid. Kondisi ini disebut juga dengan amenorea hipotalamus.

Melansir dari Thieme Medical Publisher, hipotalamus amenorea biasanya terjadi akibat gangguan psikologi, olahraga yang berlebihan dan gangguan makan.

kentut berlebih saat menstruasi

9. Hiperplasia endometrium

Menstruasi terjadi karena luruhnya lapisan dalam rahim. Kondisi ini terjadi secara rutin jika sel telur tidak mengalami pembuahan.

Namun, pada kondisi hiperplasia endometrium, lapisan dalam rahim tersebut terlalu tebal sehingga tidak meluruh. Akibatnya, haid tidak terjadi.

Hiperplasia endometrium bisa terjadi akibat gangguan hormonal yang bersifat sementara atau bisa pula akibat kelainan genetika bawaan lahir.

10. Kanker endometrium

Kondisi hiperplasia endometrium yang semakin parah dan tidak tertangani dapat berisiko menyebabkan kanker endometrium.

Kondisi ini selain berpengaruh pada kesehatan wanita secara umum, juga dapat berpengaruh pada siklus haidnya.

11. Hipertiroid

Hipertiroid adalah penyakit akibat hormon tiroid yang berlebihan. Biasanya penyakit ini menunjukkan gejala yakni leher yang membengkak atau gondok.

Wanita yang menderita hipertiroid parah biasanya mengalami siklus haid yang terganggu. Akibatnya, hal ini mungkin jadi penyebab Anda menjadi tidak haid.

tanda-tanda menstruasi

Berkonsultasilah ke dokter untuk mengetahui penyebab tidak haid

Seperti yang dijelaskan di atas, penyebab tidak haid selain hamil bisa berupa faktor psikis. Namun, tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh adanya penyakit tertentu.

Oleh karena itu, langkah-langkah untuk mengobatinya tentu menyesuaikan dengan penyebab. Setiap orang mungkin akan menjalani proses pengobatan yang berbeda, tergantung kondisinya masing-masing.

Sebaiknya Anda tidak menunggu terlalu lama jika tamu bulanan Anda tidak kunjung datang. Segeralah berkonsultasi ke dokter agar memperoleh pengobatan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Klein, D., & Poth, M. (2021). Amenorrhea: An Approach to Diagnosis and Management. Retrieved 19 March 2021

Torbati, T., Dutra, E., & Shufelt, C. (2017). Hypothalamic Amenorrhea and the Long-Term Health Consequences. Seminars In Reproductive Medicine35(03), 256-262. doi: 10.1055/s-0037-1603581

Stopped or missed periods. (2021). Retrieved 19 March 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/stopped-or-missed-periods/

Polycystic ovary syndrome (PCOS) – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 19 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pcos/symptoms-causes/syc-20353439

Sani, A., Arif, I., Arshad, M., Mungadi, I., Soh, K., & Soh, K. (2019). Women With Amenorrhea and Men With Menstruation: The Qualitative Experiences of People With Disorders of Sex Development in Nigeria. Journal Of Nursing Research28(1), e67. doi: 10.1097/jnr.0000000000000313

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani
Tanggal diperbarui 19/11/2018
x