home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kok Siklus Menstruasi Jadi Tak Karuan Saat Bepergian Jauh. Kenapa, Ya?

Kok Siklus Menstruasi Jadi Tak Karuan Saat Bepergian Jauh. Kenapa, Ya?

Telat menstruasi tentu saja menjadi hal yang membuat galau dan cemas. Apalagi saat bepergian jauh. Sebenarnya, apa yang menyebabkan Anda telat menstruasi saat bepergian? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Berbagai hal yang membuat Anda telat menstruasi selama bepergian

Selama liburan akan ada perubahan dalam tubuh Anda yang bisa memengaruhi siklus menstruasi, antara lain sebagai berikut.

1. Perubahan ritme sirkadian

penerbangan panjang

Tubuh memiliki jam biologis yang disebut dengan ritme sirkadian. Jam biologis tubuh ini berperan penting untuk mengatur hormon yang bertanggung jawab untuk siklus bangun-tidur dan kinerja organ tubuh lainnya.

Terutama ketika Anda melakukan perjalanan jauh atau bahkan ke luar negeri yang biasanya memakan waktu cukup lama. Oleh karena itu. tubuh terpaksa harus menyesuaikan diri dengan perubahan zona waktu yang berbeda.

Perjalanan panjang juga bisa menyebabkan siklus tidur mendadak berubah dan Anda jadi kurang tidur. Akibatnya, ritme sirkadian pada tubuh akan berubah.

Ritme sirkadian yang berubah ini bisa memengaruhi hormon yang mengatur siklus menstruasi. Akibatnya, Anda mungkin akan mengalami telat menstruasi saat bepergian.

2. Anda merasa stres dan cemas

gejala gangguan kecemasan

Liburan bisa jadi cara untuk menghilangkan stres. Namun nyatanya tidak selalu demikian. Rasa cemas kerap kali muncul, terutama selama perjalanan. Apalagi jika terjadi hal di luar rencana.

Dr. Joshua U Klein, ahli kandungan dari Mount Sinai Beth Hospital mengatakan bahwa kondisi stres dan cemas saat bepergian jauh memberikan pengaruh pada hipotalamus.

Hipotalamus yaitu bagian otak yang memegang kendali pada hormon yang mengatur siklus menstruasi.

Stres dan cemas bisa menghambat hormon untuk melakukan ovulasi. Jadi, jangan merasa aneh jika Anda telat menstruasi saat bepergian atau melakukan liburan ya.

Untuk menghindari atau mengatasi stres dan cemas selama liburan, pastikan buat rencana perjalanan yang matang. Bila perlu, buatlah rencana cadangan untuk mengantisipasi jika rencana awal tidak dapat terlaksana.

Selain itu, nikmatilah waktu perjalanan dan liburan dengan energi positif. Cobalah untuk merelaksasi pikiran dan otot tubuh yang tegang dengan latihan pernapasan.

3. Sakit selama bepergian atau setelahnya

sering sakit flu

Liburan mengharuskan Anda untuk menyiapkan barang-barang yang diperlukan, duduk lama di mobil atau pesawat, mondar-mandir mencari buah tangan atau menelusuri tempat-tempat istimewa.

Semua kegiatan yang Anda lakukan selama liburan bisa membuat tubuh menjadi lelah. Bahkan, liburan juga bisa membuat Anda jatuh sakit, terutama jika Anda tertular penyakit dari penumpang lain seperti flu.

Walaupun Anda tidak merasakan stres atau cemas selama liburan, tetapi karena tubuh Anda lebih aktif atau lebih keras daripada rutinitas biasanya, ini bisa membuat stamina menurun.

Kondisi tubuh yang tidak sehat ini bisa mengganggu hormonal Anda sehingga siklus menstruasi Anda jadi kacau.

Untuk mencegah tubuh Anda dari sakit, pastikan Anda tetap makan makanan yang sehat dan minum air putih yang cukup.

Anda juga bisa mengonsumsi suplemen tambahan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Jangan lupa, untuk meluangkan waktu untuk beristirahat yang cukup dan berkualitas.

Bukan hanya telat menstruasi, saat bepergian jauh mungkin saja Anda lebih cepat datang bulan

Apakah bepergian jauh hanya akan memperlambat datangnya haid? Ternyata tidak selamanya begitu. Anda mungkin saja akan mengalami sebaliknya, yaitu menstruasi yang lebih cepat dari biasanya.

Perubahan hormonal dan ritme sirkadian saat bepergian ternyata dapat memberikan efek yang berbeda-beda, seperti haid yang datang lebih cepat dan jumlah darah yang lebih banyak atau darah haid lebih sedikit dari biasanya.

Selain telat menstruasi, saat bepergian mungkin saja Anda akan mengalami keputihan yang lebih banyak dari biasanya. Bahkan, dalam kasus tertentu keputihan disertai bercak darah.

Kondisi ini terjadi karena saat bepergian Anda terlalu banyak berada dalam posisi duduk. Akibatnya, cairan dalam liang vagina akan semakin banyak mengalir ke bawah yang menyebabkan keputihan berlebih.

Selain itu, perjalanan melalui udara dalam durasi yang cukup lama dapat mempengaruhi sirkulasi darah.

Melansir jurnal CDC, perubahan ketinggian yang drastis saat bepergian dengan pesawat terbang dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah.

Kondisi ini berisiko menyebabkan keluarnya bercak darah di anggota tubuh tertentu. Anda mungkin akan mengalami hidung berdarah, muntah darah, bengkak pada permukaan kulit, atau keluar bercak darah dari vagina.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Blood Clots and Travel: What You Need to Know | CDC. (2021). Retrieved 1 April 2021, from https://www.cdc.gov/ncbddd/dvt/travel.html

Joshua Klein | Mount Sinai – New York. Retrieved 1 April 2021, from https://www.mountsinai.org/profiles/joshua-u-klein

Duffy, J., & Czeisler, C. (2009). Effect of Light on Human Circadian Physiology. Sleep Medicine Clinics, 4(2), 165-177. doi: 10.1016/j.jsmc.2009.01.004

Lange, T., Dimitrov, S., & Born, J. (2010). Effects of sleep and circadian rhythm on the human immune system. Annals Of The New York Academy Of Sciences, 1193(1), 48-59. doi: 10.1111/j.1749-6632.2009.05300.x

Waterhouse, J., Reilly, T., Atkinson, G., & Edwards, B. (2007). Jet lag: trends and coping strategies. The Lancet, 369(9567), 1117-1129. doi: 10.1016/s0140-6736(07)60529-7

Mahoney, M. (2010). Shift Work, Jet Lag, and Female Reproduction. International Journal Of Endocrinology, 2010, 1-9. doi: 10.1155/2010/813764

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x