Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit prostat?

Penyakit prostat adalah berbagai kondisi yang menyerang fungsi prostat. Organ prostat merupakan kelenjar pada sistem reproduksi pria yang berperan dalam produksi sperma. Prostat terletak di bawah kandung kemih, membungkus saluran tempat keluarnya urine dan sperma.

Ukuran prostat hanya sebesar kacang kenari. Seiring bertambahnya usia, prostat akan semakin membesar. Namun jika tumbuhnya terlalu besar, hal ini juga bisa mengakibatkan sejumlah penyakit yang dapat berpengaruh pada fungsi pembuangan air kecil dan kehidupan seksual.

Jenis-jenis penyakit prostat

Terdapat tiga jenis penyakit yang dapat menyerang prostat. Ketiganya meliputi:

1. Prostatitis

Prostatitis adalah gangguan berupa infeksi atau peradangan yang menimbulkan pembengkakan pada prostat. Penyakit ini membuat penderitanya akan merasakan sakit saat melakukan buang air kecil. Gejalanya bisa muncul secara bertahap atau tiba-tiba bergantung dengan penyebabnya.

2. Pembesaran prostat jinak (BPH)

Benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak adalah sebuah penyakit di mana kelenjar prostat mengalami pembesaran. Prostat yang membesar dapat menekan saluran kemih, sehingga akibatnya akan memperlambat atau bahkan menghentikan aliran urine.

3. Kanker prostat

Penyakit ini terjadi ketika ada pertumbuhan sel kanker di dalam prostat. Bila sel kanker lebih agresif, sel ini dapat keluar dari kelenjar prostat dan memasuki sistem pembuluh darah sejak dini. Dari sanalah sel akan menyebar ke bagian tubuh lain dan mengembangkan tumor sekunder.

Gejala

Gejala penyakit prostat

Karena organnya yang terletak di bawah kandung kemih, gejala yang akan dirasakan ketika prostat terganggu tentu meliputi masalah saat melakukan buang air kecil. Beberapa gejala yang harus Anda waspadai di antaranya adalah:

  • seringnya merasakan urgensi untuk buang air kecil, tetapi hanya sedikit urine yang keluar.
  • urine menetes atau mengalami kebocoran.
  • lemahnya aliran urine.

Selain masalah di atas, masih ada gejala-gejala lain yang kerap dirasakan sesuai dengan jenis penyakitnya.

Gejala prostatitis

Gejala yang muncul pada penyakit prostatitis berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Namun, gejala yang umumnya dialami meliputi:

  • rasa nyeri atau seperti terbakar saat buang air kecil (disuria)
  • warna urine keruh
  • urine mengandung darah
  • nyeri di sekitar perut, selangkangan, dan punggung bawah
  • nyeri di daerah antara skrotum dan rektum (perineum)
  • nyeri pada penis
  • ejakulasi yang menyakitkan
  • flu dan menggigil, bila penyakit disebabkan oleh bakteri

Gejala benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak

Pada penyakit pembesaran prostat jinak, penderita mungkin akan sering terbangun saat malam hari untuk buang air kecil. Berikut beberapa gejala lainnya:

  • kesulitan saat akan memulai buang air kecil
  • aliran urine yang tersendat-sendat
  • kandung kemih yang belum terasa kosong setelah buang air kecil
  • perih saat urinasi

Gejala kanker prostat

Seperti jenis kanker lainnya, kanker prostat seringnya tidak menunjukkan gejala pada awal kemunculannya. Namun ketika sudah semakin parah, ada beberapa gejala penyakit prostat yang akan dirasakan seperti:

  • kesulitan buang air kecil
  • nyeri di daerah panggul
  • adanya darah pada sperma
  • sakit tulang
  • Disfungsi ereksi

Kapan harus pergi ke dokter?

Terkadang sulitnya buang air kecil juga dapat disebabkan oleh efek samping dari obat yang Anda minum. Namun, setiap tubuh memiliki respons yang berbeda-beda terhadap penyakit, artinya gejala yang dirasakan pun bisa berbeda-beda.

Agar masalah bisa ditangani lebih awal, sebaiknya segera pergi ke dokter bila Anda sudah mengalami salah satu gejala di atas, terutama bila gejala sudah terjadi selama beberapa hari.

Penyebab

Penyebab penyakit prostat

Berikut penyebab penyakit prostat berdasarkan jenisnya.

Penyebab penyakit prostatitis

Secara garis besarnya, penyakit ini terbagi menjadi prostatitis karena bakteri dan prostatitis non-bakteri.

Penyakit prostatitis bakteri terdiri dari dua jenis, yaitu prostatitis akut dan prostatitis kronis. Penyakit ini terjadi ketika bakteri dalam urine bocor dan masuk ke dalam prostat. Ketika tidak segera diatasi, prostatitis mungkin akan sulit diobati dan bisa menjadi kronis, di mana kondisi ini bisa kambuh sewaktu-waktu.

Sedangkan pada prostatitis non-bakteri, penyakit muncul karena adanya peradangan dan iritasi pada saraf-saraf di dekat prostat. Salah satu hal yang dapat menimbulkan hal ini adalah cedera yang terjadi dari pembedahan pada area tersebut.

Penyebab penyakit pembesaran prostat jinak (BPH)

Prostat terletak di bawah kandung kemih dan membungkus saluran uretra yang mengangkut urine keluar dari penis. Ketika prostat membesar, alhasil saluran uretra akan terdesak dan menyempit. Hal inilah yang akan menghambat keluarnya urine dari dalam tubuh.

Belum ditemukan secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya pembesaran prostat. Namun yang menjadi kemungkinan terbesarnya adalah perubahan keseimbangan hormon seiring dengan bertambahnya usia.

Penyebab penyakit kanker prostat

Hingga saat ini, para ahli belum bisa memastikan penyebab berkembangnya sel kanker pada prostat.

Namun pada dasarnya, kanker prostat muncul dari adanya perubahan atau mutasi DNA pada sel prostat yang normal. Biasanya, sel-sel yang sehat akan tumbuh, membelah diri, lalu mati dan digantikan dengan sel yang baru.

Pada mutasi DNA, sel-sel tersebut malah akan tumbuh secara tak terkendali dan menumpuk dalam tubuh. Sel-sel abnormal yang menumpuk pun membentuk tumor yang nantinya dapat berkembang untuk menyerang jaringan tubuh lainnya.

Faktor Risiko

Faktor-faktor risiko terkena penyakit prostat

Berikut adalah berbagai faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terhadap penyakit prostat.

  • Usia

Biasanya, seseorang akan lebih rentan terkena penyakit kanker dan BPH ketika sudah memasuki usia di atas 50 atau 60 tahun. Namun, hal ini berbeda halnya dengan penyakit prostatitis yang bisa menyerang di usia yang lebih muda.

  • Keturunan

Orang-orang yang memiliki ayah atau saudara dengan penyakit prostat akan lebih tinggi kemungkinannya untuk mengalami hal yang sama.

  • Obesitas

Obesitas sudah menjadi salah satu faktor yang bisa menimbulkan banyak penyakit, termasuk BPH dan kanker prostat.

  • Penggunaan obat tertentu

Pengguna obat-obatan seperti beta-blockers memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap BPH.

  • Pernah melakukan biopsi prostat

Cedera yang ditimbulkan dari prosedur ini bisa berefek samping pada prostatitis.

Diagnosis

Diagnosis penyakit prostat

Pertama, dokter mungkin akan menanyakan riwayat penyakit yang pernah diderita Anda atau anggota keluarga yang lain untuk membantu dalam diagnosis penyakit. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan tujuan mengetahui adanya cairan yang bocor dari saluran uretra, memeriksa skrotum (buah zakar) yang bengkak atau lunak, dan memeriksa prostat menggunakan digital rectal exam atau colok rektum.

Dokter akan melakukan pemeriksaan ini dengan memasukkan jari yang sudah dilumasi ke dalam rektum untuk merasakan adanya masalah pada prostat Anda. Dari pemeriksaan ini akan diketahui gambaran umum tentang ukuran dan kondisi prostat, apakah telah terjadi pembesaran atau tidak.

Beberapa prosedur lain yang juga mungkin akan dilakukan adalah:

  • Tes urine. Sampel urine akan diambil untuk dilihat adakah tanda-tanda infeksi.
  • Tes darah. Sampel darah akan diuji untuk mengetahui kadar protein bernama prostate-specific antigen (PSA) yang menjadi salah satu ukuran untuk mengetahui kemungkinan masalah pada prostat.
  • Tes urodinamik. Tes ini dilakukan untuk melihat seberapa baik kerja kandung kemih dan uretra dalam menahan dan mengeluarkan urine.
  • Sistoskopi. Dokter akan memasukkan alat berupa tabung kecil bernama sistoskop untuk melihat adanya penyumbatan pada uretra.
  • Ultrasonografi. Alat bernama transduser dimasukkan ke dalam rektum yang nantinya akan menghasilkan gambar dari prostat Anda.
  • Biopsi prostat. Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan prostat menggunakan jarum kecil. Biopsi dapat menunjukkan apakah Anda menderita penyakit kanker prostat.

Obat dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Pilihan pengobatan untuk penyakit prostat

Pengobatan prostat tentu akan menyesuaikan dengan kondisi yang diderita. Berikut adalah pilihan pengobatan secara umumnya.

Konsumsi obat dari dokter

Pada penyakit prostatitis dan BPH, konsumsi obat menjadi cara yang paling umum untuk mengurangi intensitas gejala. Salah satu obat yang sering digunakan adalah obat alpha blockers seperti alfuzosin, doxazosin, tamsulosin, dan silodosin.

Obat ini berfungsi untuk membantu melemaskan serat-serat otot di sekitar saluran kandung kemih yang nantinya akan meringankan gejala nyeri saat buang air kecil.

Selain itu, pasien prostatitis akut dan kronis biasanya juga harus meminum antibiotik untuk melawan bakteri yang menyebabkan penyakit. Bagi yang mengalami prostatitis kambuhan, Anda mungkin akan memerlukan konsumsi obat antibiotik selama beberapa minggu.

Operasi

Bila obat tak cukup membantu, operasi menjadi jalan lain untuk mengobati penyakit prostat. Pada pasien BPH, operasi akan disarankan jika gejala yang dirasakan lebih parah, adanya obstruksi saluran kemih atau masalah yang berhubungan dengan ginjal, dan bila pasien ingin mendapatkan hasil pengobatan yang lebih pasti.

Operasi yang dilakukan untuk mengatasi BPH termasuk ke dalam bedah minimal invasif. Artinya, dokter hanya akan membuat sayatan kecil untuk melakukan prosedurnya. Risiko komplikasinya lebih rendah dan pemulihannya pun lebih singkat.

Sebagai contohnya adalah prosedur transurethral resection of the prostate (TURP). Dalam prosedur ini, dokter akan membuang bagian dalam kelenjar prostat sehingga hanya menyisakan bagian luarnya. Prosedur TURP akan bantu melancarkan aliran urine saat buang air kecil.

Sedangkan pada pasien kanker prostat, operasi akan dibutuhkan bila penyakit kanker sudah memasuki stadium yang lebih tinggi. Operasi dilakukan dengan tujuan untuk mengangkat kelenjar prostat dan sebagian jaringan di sekitarnya.

Terapi

Selain operasi, terapi juga dipilih sebagai salah satu prosedur pengobatan penyakit kanker prostat untuk menghancurkan sel-sel kanker dan menghentikan penyebarannya. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut jenis terapi untuk kanker prostat.

  • Terapi radiasi. Terapi radiasi menggunakan energi dengan kekuatan tinggi untuk membunuh sel kanker.
  • Terapi hormon. Hormon testosteron sangat dibutuhkan oleh sel kanker dalam membantu pertumbuhannya. Oleh karena itu, terapi ini dilakukan untuk menghentikan produksi hormon testosteron demi menghambat pertumbuhan sel kanker.
  • Kemoterapi. Kemoterapi menggunakan obat-obatan yang akan membunuh sel kanker.
  • Terapi biologis. Terapi ini akan mengambil sebagian sel imun yang nantinya akan direkayasa secara genetik untuk melawan sel kanker. Nantinya, sel imun tersebut akan disuntikkan kembali ke dalam tubuh.

Penanganan di Rumah

Penanganan yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi sakit prostat

Pemulihan penyakit tentunya tak lepas dari bagaimana cara Anda menjalani pola hidup sehari-hari. Bila ingin hidup lebih sehat, berikut hal yang sebaiknya dilakukan di rumah untuk mencegah penyakit prostat.

  • Hindari konsumsi kafein dan alkohol. Kedua jenis minuman ini bisa meningkatkan produksi urine yang nantinya akan memperburuk gejala.
  • Hindari minum terlalu banyak di malam hari. Terutama satu sampai dua jam sebelum tidur untuk mencegah keinginan buang air kecil di tengah jam tidur.
  • Hindari makan makanan yang asam dan pedas karena bisa membuat kandung kemih terasa tak nyaman.
  • Lebih aktif bergerak. Terlalu lama duduk juga akan berpengaruh pada kondisi prostat Anda, untuk itulah lebih baik biasakan diri untuk lebih sering bergerak dan berolahraga.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayuran. Serat akan bantu Anda mencegah sembelit yang dapat menimbulkan tekanan pada kandung kemih dan prostat.
  • Batasi penggunaan obat dekongestan dan antihistamin. Obat-obatan ini bisa mengencangkan otot-otot di sekitar uretra yang membuat Anda sulit buang air kecil.
  • Buang air kecil dengan teratur. Atur jadwal setiap empat sampai enam jam sekali untuk buang air kecil. Hal ini bisa melatih kandung kemih dan menghindari bolak-balik kamar mandi.
  • Makan makanan yang sehat. Makan dengan menu sehat dan porsi yang cukup akan menjauhkan Anda dari risiko obesitas yang bisa memicu penyakit pembesaran prostat.
  • Berendam di air hangat. Berendam akan membantu meringankan gejala yang Anda rasakan.

Jangan lupa untuk terus melakukan pemeriksaan rutin ke dokter sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Jangan ragu juga untuk mengonsultasikan semua keluhan yang dirasakan agar masalah bisa ditangani dengan lebih cepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Avodart

PenggunaanUntuk apa obat avodart itu? Avodart adalah obat minum berbentuk kapsul yang memiliki kandungan dutasteride sebagai bahan aktif utamanya. Fungsi utama avodart adalah untuk mengatasi gejala pembesaran prostat ...

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 20 April 2016 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pijat prostat

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
obat prostat

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
gejala penyakit prostat

Berbagai Gejala Penyakit Prostat yang Harus Anda Waspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Mencegah Penyakit Prostat dengan Perubahan Gaya Hidup

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit