home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Stadium Kanker Prostat, Mulai dari Awal Hingga Stadium Akhir

Stadium Kanker Prostat, Mulai dari Awal Hingga Stadium Akhir

Ketika Anda didiagnosis dengan kanker prostat, dokter umumnya akan mencari tahu stadium kanker Anda. Stadium atau tahapan kanker menggambarkan berapa banyak kanker dalam tubuh serta bagaimana penyebarannya. Hal ini membantu dokter untuk menentukan pengobatan kanker prostat yang tepat untuk Anda. Lalu, bagaimana penjelasan tahapan kanker prostat, dari stadium 1 hingga stadium 4?

Langkah-langkah menentukan stadium kanker prostat

Stadium dalam kanker prostat adalah tahapan yang menentukan bagaimana perkembangan sel kanker di kelenjar prostat dan apakah sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain. Berdasarkan American Joint Committee on Cancer (AJCC) yang terbaru pada 2018, ada tiga kunci utama dalam menentukan tahapan kanker prostat ini, yaitu:

1. Sistem TNM

Sistem TNM umumnya digambarkan dengan cara berikut:

  • T (tumor), yang menunjukkan seberapa besar ukuran tumor yang ada dan di mana lokasi tumornya.
  • N (Node/kelenjar getah bening), yang menunjukkan apakah tumor sudah menyebar ke kelenjar getah bening dan seberapa luas penyebarannya.
  • M (Metastasis), yang menunjukkan apakah sel kanker telah menyebar keluar kelenjar prostat atau ke bagian tubuh lainnya serta seberapa banyak penyebarannya.

Setiap huruf di atas akan didampingi dengan nomor. Nomor ini akan menilai seberapa besar perkembangan sel kanker di dalam tubuh Anda. Semakin besar angkanya, maka semakin parah kanker prostat yang Anda derita.

2. Tingkat PSA

Protein-specific antigen (PSA) adalah protein yang dibuat oleh sel-sel di kelenjar prostat, baik sel normal maupun sel kanker. PSA sebagian besar ada di dalam air mani, tetapi protein ini juga berada di dalam darah.

PSA umumnya dilihat pada saat melakukan pemeriksaan atau skrining kanker prostat, terutama tes PSA. Semakin tinggi tingkat PSA yang dimiliki, kemungkinan menderita kanker prostat semakin besar.

3. Skor Gleason

Stadium kanker prostat juga ditentukan dengan melihat skor Gleason saat dokter melakukan diagnosis dengan biopsi atau operasi. Skor ini mengukur seberapa besar kemungkinan kanker tumbuh dan menyebar dengan cepat.

Penentuan skor ini mengacu pada bagaimana sel-sel kanker terlihat bila dibandingkan dengan sel-sel prostat normal. Berikut ketentuan dalam skor Gleason:

  • Gleason 6 atau lebih rendah, artinya sel-sel kanker mirip dengan sel sehat (kanker tingkat rendah).
  • Gleason 7, artinya sel-sel agar mirip dengan sel sehat (kanker tingkat medium).
  • Gleason 8, 9, atau 10, artinya sel-sel kanker terlihat sangat berbeda dengan sel-sel sehat (kanker tingkat tinggi).

Skor Gleason tersebut kemudian dikelompokkan kembali ke dalam lima grade. Semakin tinggi grade-nya, semakin tinggi pula tingkat keparahannya.

Pengelompokan stadium kanker prostat

hormon testosteron penyebab kanker prostat

Berdasarkan melihat ketentuan di atas, dokter akan menentukan stadium kanker prostat yang Anda alami. Sama seperti jenis kanker lainnya, pengelompokkan tahapan kanker prostat ini terbagi ke dalam empat tingkatan, dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi atau parah.

Stadium 1

Kanker prostat stadium 1 merupakan tahapan kanker yang awal. Pada tahap ini, sel kanker biasanya tumbuh lambat dan tumor tidak dapat dirasakan pada pemeriksaan colok dubur (digital rectum exam/DRE) atau saat USG. Meski tumor dapat dirasakan dan dilihat, umumnya hanya berbentuk kecil dan berada di satu sisi kelenjar prostat.

Sel kanker pun belum menyebar ke kelenjar getah bening terdekat dan ke bagian tubuh lainnya. Pada stadium awal ini, sistem TNM, tingkat PSA, dan grade skor Gleason biasanya digambarkan sebagai berikut:

  • T1, N0, M0 atau T2, N0, M0.
  • Tingkat PSA kurang dari 10.
  • Grade 1 atau skor Gleason 6 atau lebih rendah.

Stadium 2

Pada kanker prostat stadium 2, tumor umumnya hanya berada di prostat dan belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Tahapan kanker prostat 2 ini terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu:

Stadium IIA

Kanker prostat stadium IIA umumnya memiliki tingkat PSA antara 10-20 dengan skor Gleason 6 atau kurang (grade 1). Adapun ukuran tumornya digambarkan dengan salah satu dari kondisi berikut:

  • Tumor tidak dapat dirasakan dan terlihat melalui DRE atau USG (T1, N0, M0).
  • Tumor dapat dirasakan saat DRE dan terlihat di USG, yang berada di setengah atau kurang dari satu sisi kelenjar prostat (T2, N0, M0).
  • Tumor dapat dirasakan saat DRE dan terlihat di USG, yang berada lebih dari setengah di satu sisi prostat (T2, N0, M0).

Stadium IIB

Pada stadium IIB, tumor mungkin atau tidak mungkin dirasakan saat DRE atau terlihat melalui USG (T1 atau T2, N0, M0). Tingkat PSA pada stadium ini kurang dari 20 dan umumnya memiliki skor Gleason 3+4=7 (grade 2).

Stadium IIC

Pada stadium ini, tumor mungkin atau tidak mungkin terasa saat DRE dan terlihat melalui USG (T1 atau T2, N0, M0). Tingkat PSA berada di bawah 20 dengan grade 3 atau 4 (skor Gleason 4+3= 7 atau 8).

Stadium 3

Kanker prostat tahap 3 ini termasuk ke dalam stadium lanjut. Pada stadium ini tingkat PSA sudah tinggi dan tumor sudah bertumbuh lebih besar, tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening dan organ tubuh lainnya. Kanker prostat tahap 3 ini terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu:

  • Stadium IIIA: Pada stadium ini, tingkat PSA sudah mencapai angka 20 atau di atasnya, dengan skor Gleason 8 atau kurang (grade 1 hingga 4). Adapun ukuran tumornya sudah tumbuh membesar, tetapi belum menyebar keluar kelenjar prostat (T1 atau T2, N0, M0).
  • Stadium IIIB: Pada stadium ini, tingkat PSA bisa berada pada angka berapapun dan skor Gleason umumnya berada di grade 1 hingga 4 (skor Gleason 8 atau kurang). Namun, sel kanker sudah mulai tumbuh di luar prostat dan mungkin telah menyebar ke vesikula seminalis atau ke jaringan di sekitar prostat lainnya, seperti rektum, kandung kemih, dan/atau dinding panggul (T3 atau T4, N0, M0).
  • Stadium IIIC: Pada stadium ini, tingkat PSA bisa berada pada angka berapapun dengan skor Gleason 9 atau 10 (grade 5). Ukuran tumornya bisa beragam, mungkin menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya atau tidak (T berapapun, N0, M0).

Stadium 4

Kanker prostat stadium 4 adalah tahapan kanker paling akhir. Pada stadium ini, tumor umumnya sudah tumbuh semakin besar dan mungkin atau tidak mungkin bertumbuh di jaringan sekitar prostat. Tahapan kanker prostat ini terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu:

  • Stadium IVA: Pada stadium ini, tingkat PSA dan skor Gleason bisa berada pada angka berapapun. Sel kankernya pun sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, tetapi belum menyebar ke organ tubuh lainnya yang jauh (T berapapun, N1, M0).
  • Stadium IVB: Tingkat PSA dan skor Gleason pada stadium ini pun bisa berada pada angka berapapun. Penyebaran ke kelenjar getah bening di sekitarnya pun bisa saja terjadi, tetapi bisa juga tidak. Namun, pada stadium paling akhir ini, sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain, seperti tulang atau organ yang lain yang lebih jauh (T berapapun, N berapapun, M1).

Stadium akhir atau metastasis kanker prostat

Resiko kanker prostat pada penderita crohn

Sama seperti sifat sel kanker pada umumnya, kanker prostat bisa menyebar ke organ tubuh lain. Kondisi ini disebut dengan metastasis kanker prostat dan umumnya terjadi pada pasien stadium akhir atau 4.

Metastasis kanker prostat bisa terjadi ketika sel-sel pecah dari tumor di prostat dan melakukan perjalanan melalui sistem limfatik atau aliran darah ke area lain dari tubuh. Adapun organ-organ yang bisa terkena penyebaran ini umumnya, yaitu tulang, kelenjar getah bening, paru-paru, hati, dan otak.

Namun, pada kasus yang jarang, metastasis kanker prostat juga bisa terjadi di organ tubuh lain, seperti kelenjar adrenal, payudara, mata, ginjal, otot, pankreas, kelenjar ludah, dan limpa.

Bila kanker prostat sudah bermetastasis, umumnya seseorang akan merasakan berbagai gejala lain, selain gejala kanker prostat yang umumnya dirasakan. Jika ini terjadi pada Anda, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Cancer Society. 2020. Prostate Cancer Stages and Other Ways to Assess Risk. https://www.cancer.org/cancer/prostate-cancer/detection-diagnosis-staging/staging.html. Accessed July 22, 2020.

American Cancer Society. 2020. Tests to Diagnosa and Stage Prostate Cancer. https://www.cancer.org/cancer/prostate-cancer/detection-diagnosis-staging/how-diagnosed.html. Accessed July 22, 2020.

ASCO. 2020. Prostate Cancer Stages and Grades. http://www.cancer.net/cancer-types/prostate-cancer/stages-and-grades. Accessed July 22, 2020.

Cancer Research UK. 2020. TNM Staging. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/prostate-cancer/stages/tnm-staging. Accessed July 22, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Prostate cancer metastasis: Where does prostate cancer spread? https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostate-cancer/expert-answers/prostate-cancer-metastasis/faq-20058270#:~:text=In%20practice%2C%20though%2C%20most%20cases,other%20areas%20of%20the%20body. Accessed July 22, 2020.

University of Rochester Medical Center. 2020. Prostate Cancer: Grade and Stage. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=34&contentid=16288-1. Accessed July 22, 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 19/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x