home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kupas Tuntas Soal USG Transrektal, Metode Skrining Lewat Dubur (Anus)

Kupas Tuntas Soal USG Transrektal, Metode Skrining Lewat Dubur (Anus)

Selain USG abdomen (perut) dan vaginal, beberapa orang dianjurkan untuk melakukan USG transrektal. USG transrektal adalah salah satu bagian USG panggul yang dilakukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Anda mungkin jadi bertanya-tanya, siapa saja yang harus melakukan USG transrektal dan apa syaratnya? Supaya tidak penasaran, yuk, cari tahu dalam ulasan berikut ini.

USG transrektal adalah salah satu pendeteksi awal suatu penyakit

pemeriksaan USG transvaginal

Ada tiga jenis USG panggul, yaitu USG abdominal (perut), USG transvaginal, dan USG transrektal. Proses ketiga jenis USG ini sebetulnya hampir sama. Bedanya hanya terletak pada tempat dimasukkannya transduser alias alat USG itu sendiri.

USG transrektal adalah tindakan pemeriksaan tanpa pembedahan yang dilakukan dengan cara memasukkan transduser ke dalam rektum atau anus. Prosedur USG ini memanfaatkan gelombang suara berenergi tinggi yang dipantulkan ke organ dan jaringan di sekitar panggul.

Fungsi USG transrektal adalah untuk mencari kelainan pada rektum dan organ-organ di sekitar panggul, termasuk prostat. Meski begitu, ini bukan berarti USG transrektal hanya bisa dilakukan pada pria saja, lho. Wanita pun juga bisa merasakan manfaat USG transrektal ini.

Justru pada wanita, USG yang dilakukan lewat anus memberikan hasil pemeriksaan yang sama baiknya dengan USG transvaginal. Bahkan, hasilnya bisa jauh lebih baik dibandingkan USG perut.

Pada wanita, fungsi USG transrektal adalah mendeteksi berbagai kelainan pada ovarium wanita. Biasanya, wanita yang mengalami gangguan haid tapi belum aktif secara seksual lebih disarankan untuk menjalani USG transrektal, daripada USG transvaginal.

Siapa saja yang membutuhkan USG transrektal?

pengobatan kanker prostat

USG transrektal biasanya dilakukan pada orang-orang yang memiliki masalah pada organ-organ di sekitar panggulnya, baik pria maupun wanita. Ini termasuk juga pada organ reproduksi pria (prostat) dan organ reproduksi wanita (ovarium).

Berbagai tujuan USG transrektal adalah sebagai berikut:

  1. Menilai kondisi kelenjar prostat
  2. Mendiagnosis kanker prostat
  3. Melihat ukuran dan lokasi tumor di anus atau rektum
  4. Melihat apakah tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening atau jaringan lain dalam tubuh
  5. Memeriksa daerah panggul wanita, ketika USG transvaginal tidak mungkin dilakukan
  6. Mencari penyebab masalah kesuburan, seperti kista pada organ reproduksi, baik pada pria maupun wanita

Apakah USG transrektal terasa sakit?

Dikutip dari Very Well Health, Radiological Society of North America (RSNA) mengungkapkan bahwa USG transrektal aman dilakukan oleh siapa pun. Namun yang jadi pertanyaan selanjutnya, apakah akan terasa sakit?

Pada dasarnya, USG transrektal adalah prosedur yang sederhana dan tidak menimbulkan rasa sakit. Hanya saja, Anda mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman, mirip seperti saat Anda buang air besar, ketika transdusernya dimasukkan ke dalam anus.

Namun tenang dulu. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat USG transrektal. Salah satunya adalah dengan memahami prosedur USG transrektal itu sendiri. Kalau Anda sudah tahu proses USG transrektal itu seperti apa, maka Anda akan lebih rileks dan tidak kaget.

Sebelum USG transrektal dimulai, dokter akan membungkus transduser dengan kondom, lalu mengoleskan gel ke permukaannya. Nah, adanya gel tersebut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat USG berlangsung.

Setelah itu, atur napas Anda setenang mungkin untuk mengendurkan otot-otot rektum. Semakin Anda tenang menjalaninya, proses USG ini bisa berjalan lancar dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Yang harus dipersiapkan sebelum menjalani USG transrektal

tes skrining mendeteksi kanker usus besar

Sebetulnya, tidak ada persiapan khusus yang harus Anda lakukan sebelum menjalani USG transrektal. Cukup siapkan mental Anda supaya proses USG transrektal dapat berjalan dengan lancar.

Selain itu, beri tahukan dokter jika Anda punya alergi terhadap obat-obatan tertentu. Misalnya jika Anda sedang rutin minum obat pengencer darah, biasanya Anda akan diminta untuk berhenti minum obat tersebut selama beberapa hari.

Jangan ragu untuk bertanya ke dokter sebelum USG transrektal dimulai. Entah itu mengenai tahapan prosedur hingga efek samping yang mungkin terjadi. Dengan begitu, Anda jadi lebih tenang untuk melakukan USG ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What to Expect from a Transrectal Ultrasound. https://www.verywellhealth.com/what-to-expect-from-a-transrectal-ultrasound-4165957. Accessed 5/12/2018.

Transrectal Ultrasound (TRUS). http://www.cancer.ca/en/cancer-information/diagnosis-and-treatment/tests-and-procedures/transrectal-ultrasound-trus/?region=on. Accessed 5/12/2018.

Pain Level and Anal Discomfort During Transrectal Ultrasound for Guided Prostate Biopsy. Does Intrarectal Administration of Local Anesthetic Before Periprostatic Anesthesia Makes Any Difference? . https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19451896. Accessed 5/12/2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 15/12/2018
x