home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mencegah Penyakit Prostat dengan Perubahan Gaya Hidup

Mencegah Penyakit Prostat dengan Perubahan Gaya Hidup

Semua pria berisiko terhadap penyakit prostat. Sama seperti organ tubuh lainnya, prostat juga bisa mengalami masalah yang dapat membahayakan tubuh dan tentu mengganggu kegiatan, terutama pada kehidupan seksual Anda. Untungnya, Anda bisa mencegah penyakit prostat dengan menjalani pola hidup yang sehat salah satunya dengan olahraga.

Perubahan gaya hidup untuk mencegah penyakit prostat

Memang, semakin tua Anda akan semakin berisiko terhadap penyakit prostat. Bahkan, usia menjadi faktor terbesar yang bisa membuat kemungkinan terkena penyakit BPH (pembesaran prostat jinak) lebih tinggi. Meski demikian, Anda tetap bisa mengurangi faktor risiko lainnya dengan melakukan berbagai kebiasaan hidup sehat seperti berikut ini.

1. Menjaga berat badan dengan pola makan sehat

pola makan PCOS

Obesitas menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan berbagai penyakit prostat seperti BPH dan kanker prostat. Terutama ketika ukuran lingkar pinggang semakin bertambah, hal ini dipercaya juga turut diikuti dengan semakin membesarnya ukuran prostat Anda.

Selain itu, obesitas juga dapat menambah tekanan yang menghambat sirkulasi aliran darah. Ketika sirkulasi darah dari dan menuju prostat tidak berlangsung secara efisien, maka meningkatlah risiko mutasi genetik yang memicu kanker prostat.

Agar hal ini tak terjadi, Anda tentu harus segera mengubah pola hidup termasuk mengatur makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Cobalah mulai makan secara teratur tiga kali sehari di jam yang tepat dan dengan porsi yang secukupnya.

Terapkan juga diet seimbang, penuhi kebutuhan nutrisi dengan konsumsi makanan dari kelompok yang berbeda seperti karbohidrat, serat, dan protein. Berikut beberapa bahan makanan yang dikenal baik untuk dikonsumsi jika Anda ingin mencegah penyakit prostat.

  • Ikan. Beberapa jenis ikan terutama salmon, sarden, dan trout mengandung lemak baik yang dapat membantu dalam mencegah peradangan tubuh. Karena tubuh tidak bisa menghasilkan asam lemak omega 3, maka ikan bisa menjadi sumber yang tepat untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Buah beri. Buah beri dikenal dengan sumber antioksidannya yang sangat baik untuk melawan radikal bebas penyebab penyakit. Antioksidan membantu menetralkan dan menghilangkan radikal bebas dari tubuh. Beberapa buah yang bisa dipilih adalah stroberi, blueberry, dan raspberry.
  • Brokoli. Brokoli mengandung phytochemical sulforaphane yang dapat menargetkan sel kanker dan menjaga kesehatan prostat.
  • Tomat. Tomat terutama yang sudah dimasak memiliki kandungan antioksidan bernama likopen yang baik untuk sel kelenjar prostat.

2. Olahraga

olahraga saat puasa

Selain menjaga pola makan, cara lain untuk menjaga berat badan dan tentu juga mencegah penyakit prostat adalah berolahraga. Tak hanya mencegah, ternyata olahraga juga bisa membantu proses penyembuhan bagi yang telah menjalani perawatan atau operasi untuk penyakit prostat.

Mungkin sebagian dari Anda menyangka bahwa orang yang menderita pembesaran prostat tidak diperkenankan untuk melakukan olahraga berat karena bisa membuat kondisi semakin parah. Faktanya, ada beberapa gerakan olahraga tertentu yang justru bisa digunakan untuk mengurangi gejala yang dialami penderita penyakit prostat.

a. Senam kegel

Seperti yang dilansir dari laman UCLA Health, senam kegel termasuk jenis olahraga yang cocok dilakukan untuk penderita penyakit prostat.

Senam kegel merupakan salah satu latihan yang tujuannya untuk mengencangkan otot panggul bawah Anda. Otot tersebut berfungsi untuk membantu mengelola aliran urin Anda. Senam kegel juga berguna untuk membantu pria mengatur urinnya setelah menjalani operasi prostat dan melatih otot yang ada di sekitarnya.

b. Aerobik

Olahraga aerobik, seperti berenang, berjalan, dan jogging ternyata cukup membantu untuk membakar kalori, mengurangi nyeri prostatitis, dan risiko kecemasan serta depresi.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian dari BMJ Open yang mengungkapkan bahwa latihan aerobik seperti berjalan bisa menjadi salah satu terapi untuk penderita kelainan prostat.

Bahkan, rutin olahraga aerobik juga bisa meningkatkan senyawa antioksidan di dalam tubuh dan mengurangi peradangan yang terjadi di tubuh.

c. Latihan kekuatan otot

Olahraga kekuatan otot ini berfungsi untuk membantu Anda meningkatkan massa otot, memadatkan tulang, dan mengurangi lemak tubuh. Karena prostat adalah otot, maka salah satu cara untuk menjaga kesehatannya yang bisa mencegah penyakit prostat adalah dengan latihan kekuatan otot.

Untuk menjaga stamina tetap stabil, Anda bisa melakukan beberapa olahraga yang melibatkan kekuatan, seperti angkat beban, push-up, dan pull-up.

Perlu diingat, pada pasien yang telah mengalami kelainan prostat, tidak disarankan untuk melakukan sit-up atau gerakan yang melibatkan otot perut karena dikhawatirkan bisa memperparah inkontinensia urin.

3. Berhenti merokok

obat berhenti merokok maag

Merokok masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Bahkan, organisasi kesehatan dunia (WHO) menunjukkan bahwa terdapat enam juta kasus kematian di seluruh dunia setiap tahunnya akibat konsumsi tembakau.

Indonesia berada pada urutan ketiga dalam daftar negara dengan jumlah konsumsi rokok terbesar di dunia setelah Tiongkok dan India. Menurut data yang didapatkan dari Riset Kesehatan Dasar pada 2018, terdapat 28,8% penduduk di atas usia 10 tahun yang merokok di Indonesia.

Padahal, menghindari merokok sangatlah penting untuk dilakukan guna menjaga kesehatan tubuh, tak terkecuali sebagai cara mencegah penyakit prostat.

Karbon monoksida yang terdapat dalam rokok akan melekat pada sel darah merah sampai sel tersebut mati. Hal ini akan mengurangi kapasitas tubhuh untuk membawa oksigen dalam sel darah merah serta membuat alirannya lebih sulit, terutama menuju organ prostat.

Merokok juga akan menambahkan radikal bebas ke dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan reaksi berantai, termasuk mutasi gen dan perkembangan sel kanker dalam organ. Maka dari itu, sebaiknya hindari konsumsinya jika Anda tak ingin meningkatkan risiko terhadap penyakit prostat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Exercise for men with prostate cancer. (2019). Seattle Cancer Care Alliance. Retrieved 21 November 2019, from https://www.seattlecca.org/diseases/prostate-cancer/exercise 

Michaels, C. (2019). Should You Exercise If You Have Prostate Cancer? American Society of Clinical Oncology (ASCO). Retrieved 21 November 2019, from https://www.cancer.net/blog/2019-01/should-you-exercise-if-you-have-prostate-cancer 

Newton, R. U., Kenfield, S. A., Hart, N. H., Chan, J. M., Courneya, K. S., Catto, J., … Saad, F. (2018). Intense Exercise for Survival among Men with Metastatic Castrate-Resistant Prostate Cancer (INTERVAL-GAP4): a multicentre, randomised, controlled phase III study protocol. BMJ open, 8(5), e022899. doi:10.1136/bmjopen-2018-022899 Retrieved 21 November 2019. 

Tips for a healthy prostate. (2016). Retrieved 7 July 2020, from https://vitalrecord.tamhsc.edu/tips-for-a-healthy-prostate/

UCLA Health. Kegel Exercises for Men. UCLA Health. Retrieved 21 November 2019, from http://urology.ucla.edu/workfiles/Prostate_Cancer/Kegel_Exercises_for_Men.pdf

What Should I Eat To Prevent Prostate Cancer?. Retrieved 7 July 2020, from https://www.pcf.org/c/five-foods-to-protect-your-prostate/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 16/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x