Berbagai Gejala Penyakit Prostat yang Harus Anda Waspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyakit prostat merupakan salah satu penyakit yang umum diderita oleh pria, terutama pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Sayangnya, banyak yang belum mengetahui berbagai gejala yang bisa menyerang pada awal penyakitnya.

Padahal, dengan menyadari gejala yang muncul, Anda bisa mengurangi kemungkinan komplikasi penyakit prostat dan mendapatkan penanganan lebih cepat.

Gejala yang jadi pertanda penyakit prostat

Terdapat tiga jenis penyakit yang kerap menyerang prostat, yaitu radang prostat atau prostatitis, penyakit BPH (pembesaran prostat jinak), dan kanker prostat. Memang, ketiganya memiliki gejala yang berbeda-beda, tetapi ada juga beberapa gejala serupa yang harus Anda waspadai.

Biasanya gejala-gejala ini kerap terjadi di awal kemunculan penyakitnya. Apa saja?

1. Retensi urine

retensi urin gejala penyakit prostatitis
Sumber: TheHealthSite

Retensi urine merupakan sebuah kondisi ketika Anda merasakan urgensi untuk buang air kecil tapi tak bisa mengeluarkan urine atau tersendat walau Anda telah berusaha untuk mendorongnya.

Ketika berhasil keluar pun alirannya akan cenderung lemah. Terjadinya retensi urine inilah yang membuat Anda tak bisa menuntaskan buang air kecil. Akibatnya, Anda akan terus-terusan merasa kandung kemih terisi penuh.

Terkadang hal ini bisa dirasakan hanya beberapa hari. Namun, berhati-hatilah bila hal ini telah terjadi setelah beberapa lama, bisa jadi sulitnya buang air kecil merupakan gejala dari penyakit prostat.

Gejala ini rentan dialami oleh orang-orang yang terkena penyakit pembesaran prostat jinak (BPH). Karena ukuran prostat yang membesar lebih dari seharusnya, saluran uretra yang berada di tengahnya pun terdesak dan menghalangi jalan keluarnya urine.

2. Keinginan buang air kecil berlebih

Salah satu gejala yang juga umum dialami pada penyakit prostat adalah ingin buang air terus-terusan. Anda akan merasa tak nyaman pada sekitaran kandung kemih yang alhasil membuat Anda jadi sering kebelet.

Jika lebih parah, gejala ini seringnya tak bisa dikendalikan. Bahkan ketika Anda baru saja buang air kecil beberapa menit yang lalu, tak lama kemudian rasa kebelet itu akan kembali muncul.

3. Inkontinensia urine

penyebab sering ngompol

Inkontinensia urine terjadi ketika kandung kemih mengalami kebocoran urine yang tidak terkontrol.  Sebenarnya, inkontinensia urine lebih erat kaitannya dengan penyakit infeksi saluran kemih (UTI). Kebocoran urine juga bisa menjadi efek samping dari konsumsi beberapa jenis obat tertentu seperti diuretik dan antihistamin.

Meski demikian, gejala inkontinensia urine juga banyak dialami oleh orang-orang yang menderita penyakit prostat.

Perlu diketahui, saat kandung kemih telah terisi setengahnya, cincin otot atau yang disebut juga dengan otot sfingter uretra akan mengendur dan membuka jalannya. Setelah itu, otot kandung kemih akan berkontraksi untuk mengeluarkan urine. Nantinya otot sfingter akan menutup lagi setelah selesai buang air kecil untuk menjaga urine dalam kandung kemih.

Pada inkontinensia urine, fungsi ini mengalami gangguan yang juga disebut overactive bladder. Karena penyakit prostat membatasi jumlah urine yang keluar, hal ini bisa memicu kegagalan fungsi otot kandung kemih yang terus berkontraksi.

4. Sering buang air kecil malam hari (nokturia)

Pada dasarnya, gejala yang disebut juga dengan nokturia ini akan membuat Anda lebih sering ke kamar mandi, tapi intensitasnya akan meningkat di malam hari. Jika biasanya produksi urine menurun saat Anda tertidur, hal ini berbeda dengan apa yang dirasakan ketika prostat mengalami masalah.

Nokturia tentunya sangat mengganggu jam tidur Anda. Anda akan sering terbangun karena kebelet yang tiba-tiba muncul dan ujungnya jam istirahat pun jadi berkurang. Efeknya, Anda bisa saja merasa lelah di pagi hari.

5. Anyang-anyangan (disuria)

Disuria atau lebih dikenal dengan anyang-anyangan adalah sensasi nyeri seperti terbakar yang dirasakan saat buang air kecil. Pada pria, sensasi ini biasanya dirasakan di bagian uretra dan perineum, area di antara skrotum dan anus.

Dalam beberapa kasus, gejala disuria muncul karena adanya infeksi pada organ di sekitar sistem urinaria. Gejala ini kerap dirasakan oleh orang-orang yang terkena prostatitis. Namun, gejala ini juga umum terjadi pada penyakit BPH.

6. Nyeri setelah ejakulasi

Serupa dengan gejala sebelumnya, bedanya nyeri dirasakan setelah ejakulasi. Bila Anda mengalami gejala yang juga disertai oleh disuria, mungkin Anda harus waspada akan kemungkinan terkena penyakit radang prostat.

Nyeri saat ejakulasi tentu saja akan mengganggu kehidupan seksual Anda. Terlebih jika terus berlangsung, hal ini bisa membuat Anda tertekan, hilang percaya diri, atau bahkan tak mau berhubungan seksual karena cemas akan rasa sakit yang bisa muncul setelahnya.

7. Bau urine yang tidak biasa

Gejala ini lebih banyak terjadi pada pasien prostatitis. Infeksi bakteri pada prostatitis dapat mengontaminasi urine yang membuat urine berbau seperti sulfur. Meski demikian, hal ini juga bisa muncul pada pasien BPH akibat retensi urine.

Pada beberapa kasus, ada pula pasien yang mengalami gejala kencing berdarah. Akan tetapi, gejala ini termasuk hal yang jarang terjadi pada penyakit prostat.

Kapan harus ke dokter?

Granuloma Inguinale adalah

Terkadang beberapa gejala di atas belum tentu merupakan tanda dari penyakit, atau mungkin juga disebabkan oleh penyakit lainnya. Namun, bukan berarti Anda bisa membiarkan gejala begitu saja, terutama jika gejala tersebut sudah dirasakan selama beberapa hari dan tak kunjung menghilang.

Selain mengganggu kualitas hidup dan kegiatan seksual Anda, penyakit prostat juga bisa menimbulkan penyakit lainnya bila tak segera ditangani. Beberapa penyakit meliputi infeksi saluran kemih, kencing batu, sampai gagal ginjal.

Oleh karena itu, segera konsultasikan gejala yang Anda rasakan pada dokter. Apalagi jika Anda termasuk ke dalam kelompok yang berisiko seperti berusia lanjut dan memiliki riwayat medis keluarga dengan penyakit prostat.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah Anda benar-benar mengalami gangguan prostat atau penyakit lainnya. Semakin cepat Anda pergi ke dokter, semakin dini pula perawatan yang akan didapatkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Obat Herbal Paling Ampuh untuk Mengatasi Prostat Bengkak

Banyak pria yang memilih minum obat prostat herbal karena merasa risih pergi ke dokter demi mengatasi masalahnya. Tapi apa benar aman?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 April 2017 . Waktu baca 5 menit

Avodart

PenggunaanUntuk apa obat avodart itu? Avodart adalah obat minum berbentuk kapsul yang memiliki kandungan dutasteride sebagai bahan aktif utamanya. Fungsi utama avodart adalah untuk mengatasi gejala pembesaran prostat ...

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 20 April 2016 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pijat prostat

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
obat prostat

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Mencegah Penyakit Prostat dengan Perubahan Gaya Hidup

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
penyakit prostat

Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 11 menit