backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Waspada, Pahami Gejala Sakit Tenggorokan yang Serius

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 22/02/2022

Waspada, Pahami Gejala Sakit Tenggorokan yang Serius

Meski menjengkelkan, hampir setiap orang mungkin pernah mengalami sakit tenggorokan setidaknya satu kali dalam hidupnya. Namun, pada kebanyakan kasus, gejala sakit tenggorokan yang dirasa bukanlah kondisi serius dan bisa sembuh dalam beberapa hari.

Jika keluhan Anda terus berlanjut lama dan disertai dengan gejala-gejala baru, mungkin tandanya Anda perlu berobat ke dokter. Lalu, apa saja gejala tenggorokan sakit yang perlu diwaspadai?

Seperti apa gejala sakit tenggorokan yang umum?

Sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh banyak hal.

Hal yang paling umum, kondisi ini bisa menjadi pertanda awal dari pilek dan flu akibat infeksi virus.

Mayo Clinic menyebut, sakit tenggorokan akibat pilek atau flu biasanya akan sembuh dengan sendirinya.

Selain yang paling umum, polusi udara juga dapat menyebabkan tenggorokan teriritasi sehingga terasa sakit.

Jika Anda berteriak kencang atau berbicara panjang pun, nyeri di tenggorokan bisa timbul setelahnya.

Bukan cuma itu, asam lambung yang naik pun bisa menyebabkan tenggorokan terasa panas dan tak nyaman.

Pada kondisi-kondisi di atas, gejala sakit tenggorokan yang umum biasanya digambarkan seperti di bawah ini.

  • Sensasi sakit atau gatal di tenggorokan.
  • Rasa sakit semakin buruk saat menelan atau berbicara.
  • Suara serak atau teredam yang membuat Anda terengah-engah saat bicara. 
  • Sulit menelan.

Selain itu, beberapa gejala berikut juga sering kali muncul bila sakit tenggorokan yang Anda rasakan terjadi akibat pilek atau flu.

  • Demam.
  • Batuk.
  • Hidung meler.
  • Bersin.
  • Pegal-pegal.
  • Sakit kepala.
  • Mual atau muntah.
  • Mata memerah.

Gejala-gejala di atas masih dianggap wajar dan umumnya akan menghilang dalam beberapa hari.

Namun, jika gejalanya bertambah buruk, berubah, atau bertambah dengan yang baru, sebaiknya segera periksakan sakit tenggorokan Anda ke dokter.

Gejala sakit tenggorokan yang perlu Anda waspadai

Perempuan sakit tenggorokan

Seperti penjelasan sebelumnya, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter jika tenggorokan yang sakit semakin parah atau tidak kunjung sembuh setelah lebih dari seminggu.

Anda pun perlu ke dokter bila sakit tenggorokan sering berulang atau kambuh dalam waktu berdekatan.

Bukan cuma itu, suara serak yang berlangsung hingga lebih dari dua minggu juga sebaiknya perlu mendapat pemeriksaan dari dokter untuk mengetahui diagnosis dan penanganan yang tepat.

Selain sakit tenggorokan yang memburuk, ada beberapa gejala tambahan yang perlu Anda waspadai.

Pasalnya, gejala tambahan di bawah ini bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius.

  • Demam di atas 38,3° Celsius lebih dari 2 hari atau terkadang disertai menggigil.  
  • Adanya darah dalam air liur atau dahak. 
  • Merasa sangat sakit saat menelan.
  • Sulit bernapas.
  • Sakit kepala. 
  • Ada benjolan di leher.
  • Ada pembengkakan di leher atau wajah, yang mengganggu dan bisa membuat Anda sulit tidur.
  • Amandel bengkak dan merah, terkadang ada bercak putih atau garis-garis nanah.
  • Bintik-bintik merah kecil di belakang langit-langit mulut.
  • Telinga sampai terasa sakit
  • Ruam.
  • Sendi terasa nyeri dan bengkak.

Pada anak, beberapa tanda sakit tenggorokan berikut perlu Anda waspadai.

  • Produksi air liur yang berlebih.
  • Sulit bernapas.
  • Sulit menelan.
  • Sakit perut.
  • Muntah.

Penyebab sakit tenggorokan serius

tenggorokan berdahak

Gejala-gejala sakit tenggorokan ini bisa menandakan adanya infeksi atau penyakit lain yang lebih serius.

Salah satunya adalah radang tenggorokan atau strep throat, yaitu sakit tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. 

Strep throat umumnya menunjukan gejala yang lebih parah dibandingkan dengan sakit tenggorokan akibat infeksi virus.

Bila tak segera diobati, strep throat bisa menyebabkan komplikasi, seperti radang ginjal atau demam rematik

Selain strep throat, gejala tenggorokan sakit di atas juga bisa menjadi tanda dari penyakit lainnya.

Bila Anda curiga mengalami salah satu dari penyakit ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. 

  • Alergi debu, bulu hewan, atau serbuk sari. Reaksi alergi bisa menimbulkan kesulitan bernapas. 
  • Radang amandel atau tonsilitis. Pada kondisi yang serius, operasi pengangkatan amandel mungkin perlu dilakukan.
  • Tumor atau kanker di tenggorokan, lidah, atau kotak suara (laring). Tanda atau gejala yang menyertai adalah suara serak dalam jangka waktu lama, sulit menelan, benjolan di leher, atau ada darah dalam air liur atau dahak.
  • Infeksi HIV. Seseorang yang HIV positif memiliki kekebalan tubuh yang lemah, sehingga cenderung mengalami sakit tenggorokan kronis atau berulang karena infeksi virus atau jamur dalam rongga mulut.

Pada kondisi-kondisi di atas, pengobatan medis sangat diperlukan untuk mengatasinya.

Ambil contoh, penderita radang tenggorokan umumnya memerlukan obat antibiotik untuk membunuh bakteri yang menyebabkannya dan mencegah terjadinya komplikasi.

Sementara itu, pada kasus yang jarang, abses di tenggorokan atau epiglotitis juga bisa menjadi penyebab sakit tenggorokan yang serius.

Epiglotitis adalah kondisi ketika epiglotis meradang dan membengkak, sehingga menghalangi aliran udara ke paru-paru.

Baik abses maupun epiglotitis, keduanya bisa menyebabkan tertutupnya jalan napas.

Pada kondisi ini, penderitanya memerlukan penanganan medis darurat.

Gejala sakit tenggorokan akibat COVID-19

sindrom kelelahan kronis covid-19

Tetap waspada jika Anda atau orang sekitar Anda memiliki gejala yang satu ini. Pasalnya, sakit tenggorokan juga merupakan salah satu gejala dari COVID-19.

Pada penderita COVID-19, sakit tenggorokan bisa terasa ringan atau berat. Adapun gejala biasanya muncul pada 2-14 hari setelah terpapar virus.

Selain sakit tenggorokan, melansir laman CDC, berikut adalah beberapa gejala yang umum muncul pada penderita COVID-19.

  • Demam atau menggigil.
  • Batuk.
  • Sesak napas.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot atau pegal-pegal.
  • Sakit kepala.
  • Hilangnya penciuman atau indera perasa.
  • Hidung tersumbat atau pilek.
  • Mual atau muntah.
  • Diare.

Beberapa gejala lainnya mungkin belum disebutkan.

Bila Anda mencurigai gejala tertentu sebaiknya periksakan diri ke dokter atau lakukan tes untuk COVID-19 guna memastikannya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 22/02/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan