Bukan Hanya Luka, Ini 4 Penyebab Air Liur Berdarah

    Bukan Hanya Luka, Ini 4 Penyebab Air Liur Berdarah

    Air liur yang normal umumnya berwarna putih keruh. Jika warnanya kemerahan, Anda patut waspada karena kondisi tersebut bisa saja terjadi akibat percampuran air ludah dengan darah.

    Apa yang jadi penyebabnya? Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

    Penyebab ludah berdarah

    Perbedaan batuk dan muntah darah

    Ludah bercampur darah bisa menjadi tanda penyakit tertentu. Biasanya, air liur berdarah yang disertai batuk menjadi tanda adanya masalah pada organ pernapasan.

    Sementara itu, ludah berdarah tapi tidak disertai batuk umumnya berkaitan dengan masalah kesehatan gigi dan mulut. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

    Berikut beberapa penyebab air liur berdarah.

    1. Mulut terluka

    Luka pada bagian dalam mulut merupakan penyebab air ludah bercampur darah yang paling umum. Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya yakni sebagai berikut.

    • Cedera ringan, seperti tidak sengaja menggigit pipi.
    • Menyikat gigi terlalu keras.
    • Menggunakan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung lauryl sulfate.
    • Penyakit scurvy akibat kekurangan vitamin C.
    • Penyakit pellagra akibat kekurangan vitamin B3.
    • Kekurangan vitamin B12, asam folat, zinc, dan zat besi.
    • Gejala penyakit radang usus atau penyakit celiac, salah satunya sariawan.
    • Masalah sistem kekebalan tubuh.

    Perdarahan akibat luka pada mulut sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Biasanya, kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

    Namun, jika luka tidak kunjung hilang dan terus mengakibatkan perdarahan, segera periksa ke dokter. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui penyebabnya secara pasti.

    2. Radang gusi (gingivitis)

    Jika Anda sering mendapati ludah berdarah tapi tidak batuk, coba perhatikan kondisi gusi Anda. Anda mungkin mengalami gingivitis yang membuat gusi rentan berdarah.

    Biasanya, perdarahan terjadi ketika gusi terkena benda keras seperti sikat gigi. Gesekan sikat akan melukai gusi dan membuatnya berdarah.

    Selain perdarahan pada gusi, beberapa kondisi lain yang dapat menjadi tanda gingivitis, antara lain:

    • gusi kemerahan,
    • pembengkakan gusi,
    • gusi terasa lunak ketika disentuh,
    • gusi turun atau menyusut, hingga
    • muncul bau tidak sedap dari dalam mulut.

    Gingivitis harus segera diobati karena berpotensi memicu terjadinya infeksi. Apabila dibiarkan, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan komplikasi serius.

    3. Kanker

    kanker mulut gusi gigi bibir

    Infeksi gusi yang tidak diobati dapat berkembang menjadi kanker. Selain itu, beberapa jenis kanker berikut juga dapat menyebabkan perdarahan di dalam tubuh sehingga darah keluar bersama ludah.

    • Kanker mulut: terjadi pada bagian dalam mulut, baik pada gusi, lidah, pipi bagian dalam, dan langit-langit serta lantai mulut.
    • Kanker tenggorokan: ditandai dengan tumor yang berkembang pada tenggorokan, laring (kotak suara), atau amandel.
    • Leukimia: menyerang darah dan sumsum tulang.

    Kehadiran kanker sering kali tidak disadari, terlebih jika baru memasuki stadium awal. Oleh sebab itu, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter saat mengalami gejala penyakit ini.

    4. Kebiasaan merokok

    Berdasarkan penjelasan profesor Departemen Klinis Anestesi Wayne State University, Detroit, AS, Pramod Kerkar, banyak perokok yang mendapati ludah mereka berdarah pada pagi hari.

    Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena merokok meningkatkan risiko peradangan pada gusi. Selain itu, kebiasan buruk ini juga bisa memicu perdarahan dalam organ pernapasan.

    Jika kerusakan organ pernapasan sudah parah, darah biasanya akan muncul juga ketika batuk. Kondisi tersebutlah yang kemudian membuat ludah keluar bercampur darah.

    Cara mengatasi ludah berdarah

    ludah darah

    Cara mengatasi ludah berdarah harus sesuai dengan kondisi yang mendasarinya. Maka dari itu, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum melakukan pengobatan.

    Berikut beberapa cara mengatasi ludah berdarah sesuai kondisinya.

    1. Menjaga kebersihan dan kesehatan mulut

    Buruknya kebersihan mulut bisa menyebabkan radang gusi yang berpotensi berkembang menjadi kanker jika dibiarkan. Maka dari itu, mulai sekarang pastikan kesehatan mulut Anda terjaga dengan baik.

    Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut, Anda bisa menerapkan beberapa tindakan sederhana berikut.

    • Sikat gigi minimal dua kali sehari, masing-masing selama dua menit.
    • Lakukan flossing untuk mengangkat sisa makanan di sela gigi.
    • Bersihkan karang gigi dengan prosedur scaling.
    • Batasi konsumsi makanan tinggi pati dan gula karena dapat berkembang menjadi karang gigi.
    • Periksa rutin ke dokter gigi, setidaknya enam bulan sekali.

    2. Penggunaan obat sesuai rekomendasi dokter

    Jika air liur bercampur darah muncul sebagai gejala penyakit tertentu, Anda bisa menggunakan obat sesuai rekomendasi dokter. Ingat, penggunaan obat harus sesuai penyebabnya.

    Penggunaan obat secara sembarangan nantinya dapat memperparah kondisi Anda. Maka dari itu, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebab ludah berdarah.

    3. Menjalani terapi jika mengidap kanker

    Terapi biasanya diberikan untuk Anda yang mengalami ludah berdarah karena mengidap penyakit kanker. Jenis terapi nantinya akan disesuaikan dengan stadium kanker yang Anda miliki.

    Beberapa jenis terapi yang mungkin dilakukan, meliputi:

    4. Berhenti merokok

    Rokok merupakan sumber penyakit, jadi ada baiknya Anda menghentikan kebiaaaan tersebut. Sebagai gantinya, Anda dapat beralih menerapkan pola hidup sehat.

    Jika Anda mengalami kesulitan dalam berhenti merokok, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Dengan begitu, dokter akan memberikan saran agar kebiasaan buruk ini bisa dihentikan.

    Fakta seputar ludah berdarah

    • Apabila disertai batuk, biasanya berkaitan dengan penyakit pernapasan.
    • Jika air liur berdarah tanpa batuk, umumnya disebabkan oleh masalah kesehatan mulut.
    • Dapat menjadi tanda kanker, mulai dari mulut, tenggorokan, hingga leukimia.
    • Ketika berlangsung dalam waktu yang lama, periksakan diri ke dokter karena bisa menjadi tanda penyakit serius.
    • Pengobatan harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Klinik Chika Medika


    Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 21/11/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan