home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Suara Serak Tanda Gangguan Pita Suara, Apa Penyebabnya?

Suara Serak Tanda Gangguan Pita Suara, Apa Penyebabnya?

Suara serak merupakan gejala yang ditunjukkan dari penurunan kualitas suara yang menjadi lemah, berat, atau terdengar parau. Seseorang yang mengalami gejala ini akan kesulitan untuk berbicara dengan lantang atau sakit saat menelan. Suara serak menandakan adanya gangguan pada pita suara di tenggorokan. Penyebabnya bisa merupakan gangguan kesehatan ringan, berteriak atau bernyanyi terlalu kencang hingga penyakit yang serius.

Apa penyebab suara serak?

Suara serak atau parau terjadi ketika ada iritasi atau cedera pada pita suara yang menghasilkan gelombang suara. Pita suara terdapat di tenggorokan, tepatnya di laring yang terletak di antara bagian bawah pangkal lidah dan trakea.

Menurut American Academy of Otolaryngology, iritasi pada pita suara bisa disebabkan oleh sejumlah kondisi. Penyebab suara serak yang paling umum, yaitu laringitis akut atau radang pita suara akibat oleh infeksi virus seperti flu atau gondongan.

Tak hanya itu, aktivitas pita suara yang terlalu intens, seperti berteriak atau bernyanyi terlalu keras, juga dapat menyebabkan tenggorokan serak karena iritasi.

Pita suara terdiri atas dua jaringan otot yang terpisah (berbentuk huruf V). Saat berbicara, kedua pita suara akan dan bergetar bersamaan dengan keluarnya udara saat Anda menghembuskan napas.

Iritasi pada pita suara akan berdampak pada vibrasi (getaran) dan penutupan pita suara sehingga menghasilkan gelombang suara parau atau pecah.

Penyebab lain dari tenggorokan yang serak

Meskipun umumnya diakibatkan oleh peradangan pada laring, terdapat penyakit lain yang menjadi penyebab suara serak seperti:

  • Iritasi pita suara akibat kista, benjolan, atau polip pita suara.
  • Iritasi pada saluran pernapasan
  • Gangguan tiroid
  • Kanker pita suara
  • Kondisi saraf, seperti penyakit Parkinson dan stroke
  • Refluks asam lambung (GERD)
  • Alergi

Selain penyakit, beberapa kondisi dan kebiasaan berikut juga dapat menyebabkan tenggorokan serak:

  • Merokok
  • Trauma (cedera) akibat benturan pada laring atau pita suara
  • Masa pubertas pada anak laki-laki berusia 10-15 tahun
  • Atrofi pita suara (penurunan fungsi otot pita suara karena pertambahan usia)
  • Paparan zat iritan, seperti polusi atau limbah kimia
  • Efek samping obat isap kortikosteroid untuk asma secara jangka panjang
  • Komplikasi dari operasi pita suara

Gejala suara serak yang perlu diwaspadai

Penyebab suara hilang

Suara serak biasanya ditandai dengan kondisi suara yang terdengar berat dan pecah. Hal ini juga ditandai dengan adanya perubahan nada atau volume suara yang lebih lemah. Anda juga mungkin mengalami sakit tenggorokan atau tenggorokan terasa perih, kering, dan gatal.

Hal itu dapat berakibat Anda kesulitan bicara ataupun menelan makanan. Nah, jika Anda terus mengalami serak selama lebih dari 1 minggu, sebaiknya segera periksakan kondisi Anda ke dokter spesialis THT.

Apalagi, jika suara parau juga disertai gejala, seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Tenggorokan sakit saat berbicara
  • Penurunan kualitas suara semakin memburuk dalam waktu beberapa hari
  • Suara bergetar dan hampir hilang
  • Tenggorokan serak berlangsung lebih dari 4 minggu, terutama untuk perokok aktif

Cara cepat mengobati suara serak

Pengobatan untuk suara serak biasanya berbeda-beda, tergantung kondisi atau penyakit penyebabnya. Itu sebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dulu untuk menentukan diagnosis.

Pemeriksaan akan difokuskan pada kepala bagian leher dan kepala untuk melihat adanya peradangan pada tenggorokan. Jika diperlukan, pemeriksaan melalui laringoskopi (teropong optik) akan dilakukan untuk mengamati kondisi pita suara secara langsung.

Sementara, untuk memastikan apakah benar disebabkan oleh infeksi virus, dokter bisa melakukan tes usap (swab test) dan tes darah. Pemeriksaan melalui foto Rontgen atau CT scan tenggorokan akan diperlukan jika dicurigai disebabkan oleh penyakit lain.

Berdasarkan penyebabnya, cara pengobatan suara serak berbeda-beda tergantung apa yang menjadi penyebabnya, seperti:

  • Operasi pita suara untuk memperbaiki kerusakan pada fungsi pita suara
  • Terapi suara dengan teknik oleh suara untuk cedera pada pita suara
  • Memperbanyak konsumsi cairan
  • Radiasi atau kemoterapi untuk kanker pita suara
  • Terapi bicara, olah suara, atau injeksi botulinum toxin (Botox®) untuk gangguan fungsi saraf yang melumpuhkan pita suara

Meski begitu, suara serak yang sifatnya ringan—biasanya disebabkan oleh laringitis—masih bisa diatasi secara mandiri di rumah. Berikut ini adalah beberapa pengobatan suara serak secara alami:

  • Memperbanyak istirahat dan konsumsi cairan
  • Menghirup uap hangat untuk melegakan tenggorokan
  • Mengistirahatkan suara dengan tidak banyak berbicara sampai suara kembali normal
  • Disarankan untuk berhenti merokok bagi perokok aktif
  • Hindari konsumsi alkohol, kafein, dan makanan pedas, terutama jika disebabkan oleh kenaikan asam lambung (GERD)

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

ENT Health. (2020). Hoarseness. Retrieved 2 October 2020, from https://www.enthealth.org/conditions/hoarseness/

BLA. (2020). Hoarse voice. Retrieved 2 October 2020, from https://www.britishlaryngological.org/patient-information/hoarse-voice

Helene J. Krouse, Charles (Charlie) W. Reavis, Robert J. Stachler, David O. Francis, Sarah O’Connor, 2018. (2020). Plain Language Summary: Hoarseness (Dysphonia). Otolaryngology–Head And Neck Surgery. Retrieved from https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/0194599817751137

Hoover, L. (2018). Dysphonia (Hoarseness): AAO-HNSF Releases Updated Clinical Guideline for Treatment. American Family Physician, 98(10), 606-607. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2018/1115/p606.html

Foto Penulis
Ditulis oleh Fidhia Kemala pada 23/12/2020
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x