backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

12

Tanya Dokter
Simpan

7 Penyebab Benjolan di Leher dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 01/11/2022

7 Penyebab Benjolan di Leher dan Cara Mengatasinya

Sebagian besar orang mungkin merasa khawatir bila menemui benjolan yang tiba-tiba muncul di leher. Pada dasarnya, terdapat bebeberapa kondisi dan penyakit yang bisa menyebabkan benjolan ini. Untuk mengetahui selengkapnya, simak pembahasan di bawah ini.

Beragam penyebab benjolan di leher

Ada banyak penyebab munculnya benjolan di leher. Hal ini bisa Anda alami, baik di area leher sebelah kanan, sebelah kiri, bagian tengah, dan bahkan bagian belakang.

Mengetahui letak benjolan ini biasanya dapat membantu Anda dalam mengetahui berbagai kondisi dan penyakit yang menyebabkannya sebagai berikut.

1. Gangguan tiroid

tiroiditis gangguan kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid yang berfungsi mengatur metabolisme ini terletak di bagian depan leher. Kelenjar ini bisa mengalami pembesaran yang dalam dunia medis dikenal sebagai penyakit gondok.

Gondok ditandai dengan kemunculan benjolan di leher tapi tidak sakit. Meski bukan tumor atau kanker, gondok yang terlalu besar bisa membuat Anda sulit bernapas atau menelan.

Kondisi ini dapat berawal dari kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) maupun kurang aktif (hipotiroid) dalam memproduksi hormon tiroid.

Maka dari itu, penting untuk konsultasi dan periksa dengan dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari benjolan ini.

2. Penebalan kulit

Benjolan di leher belakang juga bisa timbul dari kulit yang menebal. Kondisi ini bisa terjadi pada bagian bawah maupun atas jaringan kulit. 

Sebagian besar benjolan ini tidak bersifat kanker dan tidak menimbulkan gejala tertentu. Akan tetapi, sebagian kecil dari benjolan ini terkadang bisa berubah menjadi kanker.

Tanda-tanda yang harus diperhatikan, seperti perubahan ukuran, warna, perdarahan, dan ada-tidaknya benjolan lain yang muncul di sekitarnya.

3. Pembesaran kelenjar ludah

Kelenjar ludah memproduksi air liur yang berfungsi membantu mencerna makanan agar mudah masuk ke saluran pencernaan.

Terkadang, kelenjar ludah bisa bengkak dan membesar karena berbagai alasan, mulai dari infeksi, tumor, atau akibat kondisi medis lainnya.

Pembesaran kelenjar ludah bisa menimnbulkan benjolan di leher sebelah kanan atau kiri. Lebih baik, konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

4. Gondongan

perbedaan gondok dan kanker tiroid

Sebagian orang mungkin keliru dalam membedakan gondok dan gondongan. Penyakit gondong atau parotitis disebabkan oleh infeksi virus yang menular pada kelenjar ludah parotis.

Bengkak pada leher akibat gondongan akan muncul pada sisi kiri atau kanan leher. Benjolan ini biasanya akan terasa panas dan bahkan nyeri saat Anda raba.

Gondongan juga bisa disertai sejumlah gejala lain, seperti demam, lemas, sakit kepala, nyeri di telinga yang tambah parah saat mengunyah atau bicara, serta bengkak pada sudut rahang.

Perawatan untuk penyakit infeksi ini hanya dilakukan untuk membantu meredakan gejala. Infeksi biasanya sembuh dan gejalanya berangsur menghilang dalam lima hingga tujuh hari.

5. Kista saluran tiroglosal

Berbeda dengan kanker, benjolan di leher akibat kista biasanya tidak berbahaya. Namun, kondisi ini bisa berkembang dari sebelum lahir, yang juga dikenal sebagai kista bawaan (kongenital).

Kista saluran tiroglosal merupakan salah satu kista yang menjadi penyebab benjolan di leher anak.

Jenis kista leher kongenital ini biasanya terletak di bagian depan leher. Kista terbentuk dari sel-sel setelah kelenjar tiroid berkembang di dalam rahim.

Meski tidak berbahaya, kista mungkin dapat tumbuh lebih besar saat dewasa. Dokter umumnya akan membedah dan mengangkat benjolan untuk mencegah risiko komplikasi. 

6. Infeksi

Limfadenitis

Benjolan di leher sebelah kiri atau kanan mungkin muncul akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Ini akan terjadi saat tubuh melawan infeksi, baik itu infeksi bakteri maupun virus.

Infeksi bakteri yang umum menyebabkan pembengkakan di leher yakni strep throat atau radang tenggorokan yang disebabkan infeksi bakteri Streptococcus.

Tak hanya flu atau batuk pilek, infeksi virus lainnya, termasuk herpes simpleks, rubela, dan mononukleosis, juga dapat membuat leher Anda membengkak.

Orang dengan HIV/AIDS juga memiliki sistem imun yang lemah sehingga sulit melawan infeksi dan lebih berisiko mengalami benjolan pada lehernya.

7. Kanker getah bening

Kelenjar getah bening yang membengkak juga bisa disebabkan oleh pertumbuhan sel kanker. Kondisi ini juga dikenal sebagai limfoma atau kanker getah bening.

Limfoma umumnya bisa dibedakan ke dalam dua kelompok besar, yakni limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin, yang masing-masing mempunyai ciri khusus.

Jenis penyakit kanker lain juga bisa menimbulkan benjolan di leher, seperti kanker tiroid, kanker kelenjar ludah, dan kanker tenggorokan.

Ringkasan

Ada beragam penyebab benjolan di leher, mulai dari penyakit tiroid, infeksi virus dan bakteri, pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati), hingga kanker getah bening (limfoma).

Cara mengatasi benjolan yang muncul di leher

Cara mengobati benjolan di leher tergantung dari penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi, pada umumnya dokter akan meresepkan antibiotik atau obat antivirus terkait penyakitnya. 

Sementara untuk pengobatan gangguan tiroid, dokter akan melakukan terapi untuk menambah atau menghambat produksi hormon tiroid.

Benjolan yang dicurigai sebagai kanker akan ditangani melalui pemeriksaan diagnostik dan perawatan kanker, seperti biopsi, kemoterapi, hingga radioterapi. 

Dokter mungkin juga menyarankan pembedahan bila benjolan tersebut bersifat kanker. Hal ini bertujuan agar sel kanker tidak makin menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Oleh sebab itu, segera lakukan pemeriksaan dengan dokter bila Anda menemukan benjolan atau pembengkakan pada leher yang tidak diketahui penyebabnya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 01/11/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan