home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Strep Throat

Strep Throat
Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Diagnosis|Pengobatan|Pengobatan di rumah

Definisi

Apa itu strep throat?

Strep throat adalah radang tenggorokan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes atau Streptococcus grup A. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak.

Peradangan di tenggorokan akibat bakteri Streptococcus bisa membuat tenggorokan terasa mengganjal, kering, perih, dan gatal. Namun, gejala sakit tenggorokan yang ditunjukkan biasanya lebih parah dari radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus.

Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan medis melalui obat antibiotik untuk menyembuhkan penyakit ini. Apabila strep throat yang dibiarkan, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti demam rematik dan peradangan pada ginjal.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Strep throat umumnya terjadi pada rentang umur 5 hingga 15, tapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terkena penyakit ini. Meskipun penyakit strep throat bisa dialami kapan saja, bakteri penyebabnya lebih mudah ditularkan pada musim dengan suhu yang lebih dingin.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala strep throat?

Gejala akan muncul sekitar 2 hingga 5 hari setelah tertular bakteri. Gejala bisa berlangsung lebih lama dibandingkan dengan radang tenggorokan yang disebabkan infeksi virus.

Dilansir dari CDC, strep throat tidak memunculkan gejala seperti batuk, hidung tersumbat, suara serak atau mata berair seperti pada yang disebabkan infeksi virus.

Secara umum, pearadangan di tenggorokan akibat strep throat dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Sakit tenggorokan
  • Demam dan bisa mencapai 38,3°C
  • Sakit kepala
  • Tenggorokan sakit saat menelan atau berbicara
  • Ruam-ruam kemerahan
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan dan terkadang mual
  • Nyeri otot dan kaku pada persendian
  • Amandel dapat menjadi merah, bengkak, dan muncul bercak putih atau garis nanah (tonsilitis)
  • Bintik-bintik merah di langit-langit mulut
  • Kelenjar getah bening di leher membengkan

Gejala ruam kemerahan bisa menandakan bahwa strep sthroat berkaitan dengan penyakit demam berdarah. Namun, bakteri penyebab strep sthroat bisa saja menginfeksi tubuh tapi tidak menyebabkan gejala sama sekali.

Orang tanpa gejala tetap menjadi carrier atau pembawa bakteri dan masih bisa menularkannya pada orang lain.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera hubungi dokter apabila Anda atau anak mengalami gejala strep throat seperti berikut:

  • Sakit tenggorokan yang disertai mengempuk dan membengkaknya kelenjar getah bening.
  • Sakit tenggorokan dengan gejala seperti yang disebutkan selama 48 jam
  • Demam dengan suhu lebih dari 38,3 Celcius lebih dari 48 jam
  • Sakit tenggorokan disertai ruam
  • Gangguan pernapasan atau kesulitan menelan makanan atau air liur
  • Napas memendek
  • Warna urine berubah kehitaman dan berlangsung lebih dari seminggu

Penyebab

Apa penyebab dari strep throat?

Strep throat disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Streptococcus pyogenes, atau Streptococcus grup A. Bakteri ini ditularkan dari satu orang ke orang lainnya.

Penularannya bisa berlangsung dengan cepat dan menyebar melalui beberapa cara seperti:

  • Menghirup udara yang terkontaminasi percikan air liur yang dikeluarkan saat penderitanya bersin atau batuk.
  • Berbagi makanan, minuman atau menggunakan alat makan yang sama dengan orang yang terinfeksi.
  • Menyentuh permukaan benda yang sudah terkontaminasi bakteri penyebab, kemudian memegang hidung atau mulut.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk strep throat?

Siapapun bisa tertular bakteri penyebab strep throat. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terjangkit penyakit ini, seperti:

  • Berusia di antara usia 5 hingga 15 tahun.
  • Walaupun strep throat dapat terjadi kapan saja, tapi sirkulasinya meningkat pada musim dengan suhu lebih dingin.
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh.
  • Melakukan kontak dan sering berinteraksi denga orang yang terinfeksi.
  • Berada di dalam suatu lingkungan tertutup seperti asrama, tempat penitipan anak atau sekolah yang terdapat orang yang terinfeksi.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terjangkit penyakit ini. Begitupun dengan memiliki faktor risiko bukan berarti Anda pasti terjangkit strep throat.

Penularan dari penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor risiko tersebut.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit ini?

Diagnosis dilakukan oleh dokter melalui evaluasi riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik untuk mengamati tanda-tanda dan gejala, serta tes laboratorium.

Tes yang mungkin dilakukan dokter untuk memastikan radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri strep throat adalah:

  • Tes antigen cepat (rapid test) yang hasilnya keluar dalam waktu beberapa menit atau hitungan jam.
  • Tes usap (swab test) dengan mengambil sampel cairan di belakang tenggorokan. Sampel akan diperiksa di laboratorium dan hasilnya akan keluar dalam beberapa hari.

Selain itu, tes darah juga mungkin dilakukan untuk mengevaluasi kadar hemoglobin dan sel darah putih.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk strep throat?

Pengobatan biasanya melibatkan antibiotik untuk sakit tenggorokan. Antibiotik yang digunakan untuk menghentikan peradangan strep throat adalah penicilin.

Namun, anak-anak yang belum dapat menelan obat tablet atau kapsul dapat mengonsumsi antibiotik yang tidak begitu pahit seperti amoxilin.

Orang yang alergi terhadap penicilin dapat menggunakan antibiotik jenis cephalosporin seperti cephalexin atau makrolida seperti aserythromycin atau azithromycin.

Sementara obat pereda nyeri seperti ibuprofen, acetaminophen, dan aspirin dapat membantu meredakan sakit tenggorokan dan demam. Anak-anak dan remaja tidak disarankan mengonsumsi aspirin dikarenakan memicu risiko sindrom Reye.

Pastikan Anda menghabiskan semua obat antibiotik yang diresepkan dokter. Jangan berhenti mengonsumsi obat radang tenggorokan ini kecuali atas anjuran dokter, sekalipun kondisi Anda terasa lebih baik.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi strep throat?

Untuk mempercepat pemulihan, Anda sebaiknya melakukan perawatan untuk radang tenggorokan secara mandiri seperti:

  • Memperbanyak istirahat dan konsumsi cairan terutama air putih agar terhindar dari dehidrasi.
  • Mengonsumsi makanan bernutrisi untuk radang tenggorokan. Pilihlah makanan bertekstur lunak dan lembut agar mudah ditelan sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Berkumur dengan air garam beberapa kali dalam sehari.
  • Menggunakan pelembab udara seperti humidifier.
  • Mengonsumsi permen pelega tenggorokan.
  • Menghentikan kebiasaan tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol atau ngemil makanan manis secara berlebihan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Martin, J. (2015). The Mysteries of Streptococcal Pharyngitis. Current Treatment Options In Pediatrics, 1(2), 180-189. https://doi.org/10.1007/s40746-015-0013-9

Shulman, S., Bisno, A., Clegg, H., Gerber, M., Kaplan, E., & Lee, G. et al. (2012). Clinical Practice Guideline for the Diagnosis and Management of Group A Streptococcal Pharyngitis: 2012 Update by the Infectious Diseases Society of America. Clinical Infectious Diseases, 55(10), e86-e102. https://doi.org/10.1093/cid/cis629

Wessels, M. (2016). Pharyngitis and Scarlet Fever. University Of Oklahoma Health Sciences Center. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK333418/

CDC. (2020). Group A Strep | Strep Throat | For Clinicians | GAS. Retrieved 9 October 2020, from https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-hcp/strep-throat.html

Mayo Clinic. (2020). Strep throat – Symptoms and causes. Retrieved 9 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/strep-throat/symptoms-causes/syc-20350338

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 09/12/2020
x