home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sakit Tenggorokan

Definisi|Tanda-tanda dan gejala|Penyebab|Faktor risiko|Diagnosis|Pengobatan|Pencegahan
Sakit Tenggorokan

Definisi

Apa itu sakit tenggorokan?

Sakit tenggorokan adalah kondisi saat tenggorokan terasa kering, perih, dan nyeri. Kondisi ini merupakan gejala dari penyakit atau gangguan kesehatan tertentu yang menyebabkan rasa sakit ketika menelan atau berbicara. Penyebab paling umum dari tenggorokan yang sakit saat menelan adalah infeksi virus dan bakteri.

Nyeri tenggorokan yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pernapasan, seperti virus pilek, flu ataupun virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19. Sedangkan sakit tenggorokan yang disebabkan bakteri dikenal juga dengan strep throat yaitu infeksi tenggorokan akibat bakteri streptokokus.

Selain karena virus dan infeksi bakteri, rasa nyeri dan tidak nyaman pada tenggorokan juga sering disebabkan oleh alergi, sinusitis, dan faktor lingkungan misalnya udara kering.

Jika disebabkan infeksi ringan, nyeri tenggorokan biasanya akan mereda dengan sendirinya. Namun, sakit tenggorokan yang berlangsung kronis atau jangka panjang dapat menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sakit tenggorokan sangat umum terjadi pada siapa pun dari segala usia. Namun, anak-anak berusia antara 5-15 tahun cenderung paling sering mengalaminya. Sementara itu, sekitar 10% kasus nyeri tenggorokan yang terjadi pada orang dewasa disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala yang menyertai sakit tenggorokan?

Sakit tenggorokan bukanlah penyakit, melainkan adalah gejala atau keluhan dari masalah kesehatan atau penyakit tertentu. Rasa nyeri, kering, dan perih pada tenggorokan biasanya disertai dengan gejala lainnya.

Namun, gejala yang menyertai nyeri tenggorokan bisa bervariasi tergantung penyebab atau penyakit yang mendasarinya.

Tanda-tanda dan gejala lain yang mungkin muncul selama Anda mengalami sakit tenggorokan adalah:

  • Sensasi terbakar di tenggorokan
  • Batuk
  • Demam
  • Kesulitan menelan
  • Leher membengkak
  • Amandel merah dan bengkak
  • Bercak putih atau nanah pada amandel
  • Suara menjadi serak atau hilang
  • Hidung berair
  • Bersin-bersin
  • Pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah

Terlepas dari apapun penyebabnya, gejala sakit tenggorokan akan semakin terasa ketika makan, minum, dan berbicara.

Kapan harus ke dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika nyeri tenggorokan dan gejala yang menyertainya tidak hilang dalam waktu lebih dari 5-10 hari. Selain itu, segera pergi ke dokter jika memiliki gejala sakit tenggorokan parah seperti:

  • Sulit bernapas
  • Tidak bisa menelan sama sekali
  • Kesulitan membuka mulut
  • Sakit di bagian telinga, terutama ketika menelan
  • Muncul ruam-ruam merah di badan
  • Demam lebih tinggi dari 38,3º Celsius
  • Terdapat darah dalam air liur atau dahak
  • Muncul benjolan di leher Anda
  • Suara serak berlangsung lebih dari dua minggu

Penyebab

Apa penyebab sakit tenggorokan?

Berdasarkan bagian tenggorokan yang terdampak, sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh penyakit seperti:

1. Faringitis

Faringitis adalah penyakit penyebab sakit tenggorokan yang biasa disebut sebagai radang tenggorokan (strep throat). Faringitis disebabkan oleh peradangan di bagian belakang tenggorokan yang umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus.

Selain bakteri, peradangan pada faringitis sebenarnya juga bisa disebabkan oleh infeksi virus seperti:

  • Virus flu biasa (common cold)
  • Virus influenza
  • Virus mononukleosis
  • Virus campak
  • Virus cacar air
  • Virus Corona penyebab COVID-19

2. Tonsilitis

Tonsilitis yang sering juga disebut sebagai penyakit amandel terjadi ketika ada pembengkakan dan kemerahan pada amandel (tonsil), yaitu jaringan lunak di belakang mulut.

3. Laringitis

Laringitis terjadi ketika ada pembengkakan pada kotak atau pita suara yaitu lapisan mukosa yang terletak pada laring. Pembengkakan pada pita suara menyebabkan suara menjadi serak.

4. Epiglotitis

Epiglotitis merupakan peradangan yang terjadi pada katup epiglotis yang terletak di belakang mulut. Penyebab utamanya adalah infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Epiglotitis bisa membahayakan nyawa karena dapat menghalangi aliran udara di tenggorokan.

Sementara menurut American Academy of Otolaryngology, penyakit dan kondisi lain tertentu juga bisa menjadi penyebab sakit tenggorokan, seperti:

  • Alergi

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap pemicu alergi (alergen) seperti serbuk sari, rumput, dan bulu hewan peliharaan. Reaksi berlebihan dari sistem imun menyebabkan postnasal drip (lendir dari hindung yang jatuh ke belakang tenggorokan) yang dapat mengiritasi tenggorokan.

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah suatu kondisi di mana asam dari lambung naik ke tenggorokan. Zat asam ini bisa membakar esofagus (saluran pencernaan yang terhubung dengan tenggorokan) sehingga menyebabkan gejala sakit tenggorokan dan nyeri di bagian atas perut.

  • Cedera

Setiap cedera yang menimbulkan luka di bagian leher bisa menyebabkan rasa sakit di tenggorokan.

Selain jatuh, terbentur, atau mengalami kecelakaan, Anda bisa terkena cedera tenggorokan akibat berteriak, berbicara keras, atau bernyanyi untuk jangka waktu yang lama.

Tersedak makanan, minuman, air, atau benda asing yang tersangkut di tenggorokan juga bisa menyebabkan tenggorokan cedera hingga mengalami iritasi.

  • Tumor

Tumor di tenggorokan, pita suara atau pada lidah merupakan penyebab sakit tenggorokan yang sebenarnya tidak terlalu umum. Anda harus segera waspada dan cek ke dokter jika rasa sakit tidak hilang dalam jangka waktu yang lama.

  • Udara yang kering

Udara yang panas dan kering dapat menurunkan kelembapan di sekitar mulut dan tenggorokan. Hal ini dapat membuat tenggorokan terasa kering dan gatal. Udara yang kering kemungkinan dapat terjadi di antara peralihan musim dingin ke musim panas.

  • Asap, bahan kimia, dan zat iritasi lainnya

Nyeri di tenggorokan bisa disebabkan oleh iritasi dari polusi udara, asap rokok, zat kimia pada produk pembersih rumah tangga, dan polutan berbahaya dari lingkungan yang tercemar.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami kondisi ini?

Siapa pun memang dapat terserang kondisi ini. Namun, ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami nyeri tenggorokan:

  • Paparan asap rokok. Perokok aktif (yang merokok) dan perokok pasif (yang menghirup asap rokok) juga dapat terkena sakit pada tenggorokannya.
  • Alergi. Alergi terhadap debu, jamur atau bulu hewan peliharaan, lebih berisiko tinggi memicu sakit tenggorokan
  • Paparan kimia. Polutan dan limbah bahan kimia rumah tangga dapat menyebabkan iritasi tenggorokan.
  • Sinusitis. Saluran drainase dari hidung dapat mengiritasi tenggorokan atau menyebarkan infeksi.
  • Berada di lingkungan yang tertutup. Infeksi virus dan bakteri dapat menyebar dengan mudah di lokasi yang terisolasi seperti pusat penitipan anak, panti, dan sekolah.
  • Kekebalan tubuh yang lemah. Anda lebih rentan terhadap infeksi secara umum jika imun kekebalan tubuh Anda rendah. Penyebab umum penurunan kekebalan tubuh: penyakit HIV, diabetes, pengobatan kemoterapi, stres, kelelahan, dan pola makan yang tidak sehat.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis penyebab dari sakit tenggorokan?

Dalam memastikan penyebab dari nyeri tenggorokan yang Anda alami, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengamati tanda-tanda dan gejala.

Beberapa gejala bisa menandakan penyakit yang dialami berasal dari infeksi bakteri, tapi infeksi virus bisa menunjukkan gejala serupa.

Untuk memastikan penyebabnya, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan cairan tenggorokan melalui rapid test atau yang lebih akurat yakni tes PCR. Tes dilakukan dengan mengambil sampel di tenggorokan yang selanjutnya dianalisis di laboratorium.

Selain itu, tes darah mungkin juga dilakukan jika dokter mencurigai kemungkinan penyebab dari penyakit lain.

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati sakit tenggorokan?

Untuk nyeri tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi ringan dari pilek atau flu, sebenarnya tidak ada obat khusus untuk mengatasinya. Umumnya, kondisi Anda akan segera membaik dalam beberapa hari.

Namun, Anda dapat melakukan cara perawatan sederhana untuk mengurangi rasa sakit di tenggorokan dan mempercepat proses pemulihan melalui:

  • Mengonsumsi makanan dan minuman hangat seperti sup kaldu, air hangat, atau teh herbal yang dicampur madu.
  • Berkumur dengan larutan air garam (¼ sendok garam untuk ½ gelas air) beberapa kali dalam sehari.
  • Memperbanyak istirahat dan minum air putih.
  • Menggunakan humidifier untuk membersihkan udara serta mengingkatkan kelembapan udara yang cenderung kering di malam hari.
  • Mengonsumsi makanan bernutrisi dengan pola makan yang teratur.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman dingin seperti es krim.

Untuk meredakan rasa sakit pada tenggorokan, Anda juga dapat mengonsumsi obat over-the-counter (OTC) yang dijual di apotek seperti:

  • Obat pereda nyeri seperti paracetamol (Tylenol), Ibuprofen (Advil, Motrin), dan Aspirin.
  • Lozenges (permen pelega tenggorokan)
  • Obat oles atau salep pelega yang mengandung mentol
  • Obat batuk OTC jika disertai gejala batuk

Sementara untuk gejala nyeri tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan obat antibiotik. Pencillin adalah jenis antibiotik yang umumnya digunakan sebagai obat radang tenggorokan (disebabkan bakteri Streptococcus).

Apabila sakit tenggorokan disebabkan oleh penyakit GERD, Anda perlu mengonsumsi obat-obatan untuk masalah asam lambung seperti:

  • Obat antasida seperti Tums, Rolaids, Maalox, dan Mylanta
  • H2 blocker seperti cimetidine (Tagamet HB), famotidine (Pepcid AC), dan ranitidine (Zantac)
  • Obat Proton pump inhibitor (PPIs) seperti lansoprazole (Prevacid 24) dan omeprazole (Prilosec, Zegerid OTC)
  • Obat kortikosteroid dosis rendah bisa mengatasi kondisi ini tanpa menyebabkan efek samping yang serius

Tidak semua obat asam lambung ini bisa diperoleh di apotek. Untuk mengetahui obat asam lambung yang tepat menyembuhkan penyebab sakit tenggorokan Anda, sebaiknya konsultasikan langsung ke dokter.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah sakit tenggorokan?

Cara terbaik untuk mencegah nyeri tenggorokan adalah dengan menghindari sumber bakteri, virus, paparan alergen atau zat iritasi yang menyebabkan Anda terinfeksi.

Mengingat secara umum penyebab sakit tenggorokan berasal dari penyakit yang bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya, berikut adalah tips pencegahan yang bisa Anda lakukan:

  • Cuci tangan dengan benar secara menyeluruh menggunakan sabun atau hand sanitizer beralkohol. Terutama sebelum makan, sesudah makan, setelah dan sebelum menggunakan toilet, dan setelah bersin atau pun setelah batuk.
  • Hindari berbagi makanan lewat sendok garpu, piring, dan gelas dengan orang lain.
  • Hindari kontak langsung yang terlalu dekat dengan orang yang sakit flu atau penyakit menular lain untuk sementara waktu sampai mereka benar-benar sembuh.
  • Pakai masker mulut dan hidung saat bepergian ke tempat umum dan lingkungan berpolusi.
  • Jaga kondisi badan tetap bugar dan sehat dengan cara makan makanan bergizi dan olahraga teratur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jika Anda memiliki keluhan dan pertanyaan lain terkait kondisi nyeri tenggorokan, segera konsultasikan ke dokter untuk memperoleh solusi terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pelucchi, C., Grigoryan, L., Galeone, C., Esposito, S., Huovinen, P., Little, P., & Verheij, T. (2012). Guideline for the management of acute sore throat. Clinical Microbiology And Infection, 18, 1-27. https://doi.org/10.1111/j.1469-0691.2012.03766.x

Renner, B., Mueller, C., & Shephard, A. (2012). Environmental and non-infectious factors in the aetiology of pharyngitis (sore throat). Inflammation Research, 61(10), 1041-1052. https://doi.org/10.1007/s00011-012-0540-9

UpToDate. (2020). Patient education: Sore throat in adults (Beyond the Basics). Retrieved 1 October 2020, from https://www.uptodate.com/contents/sore-throat-in-adults-beyond-the-basics#H5

ENT Health. (2020). Sore Throats. Retrieved 1 October 2020, from https://www.enthealth.org/conditions/sore-throats/

Mayo Clinic. (2020). Sore throat – Symptoms and causes. Retrieved 1 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/symptoms-causes/syc-20351635

CDC. (2020). Suffering from a sore throat?. Retrieved 1 October 2020, from https://www.cdc.gov/antibiotic-use/community/for-patients/common-illnesses/sore-throat.html

Cleveland Clinic. (2020). How to Tell if Your Sore Throat Needs a Doctor’s Visit. Retrieved 1 October 2020, from https://health.clevelandclinic.org/strep-throat-sore-throat-best-ways-can-tell/

Cleveland Clinic. (2020) When to See a Doctor for Your Sore Throat. Retrieved 1 October 2020, from https://health.clevelandclinic.org/strep-throat-sore-throat-best-ways-can-tell/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 03/01/2021
x