home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan, Tanda Harus Periksa ke Dokter THT

Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan, Tanda Harus Periksa ke Dokter THT

Banyak keluhan kesehatan yang sering kita alami terkait area telinga, hidung, dan tenggorokan. Padahal ketiganya, merupakan organ yang memiliki fungsi penting dalam proses pernapasan, pendengaran hingga menelan makanan. Pemeriksaan oleh dokter spesialis THT atau otolaringologis bisa membantu Anda mengatasi masalah kesehatan di area telinga, hidung, dan tenggorokan.

Hanya saja, bagaimana mengetahui kapan harus periksa ke dokter THT ? Ketahui beberapa penyakit THT dan gejalanya yang menandakan Anda perlu melakukan pemeriksaan medis.

Panduan waktu Anda perlu periksa ke dokter THT

Telinga, hidung, dan tenggorokan merupakan bagian tubuh yang saling berhubungan. Saat terjadi gangguan pada hidung, hal ini bisa memengaruhi kondisi telinga juga tenggorokan.

Beberapa gejala yang Anda rasakan sebetulnya bisa menjadi pertanda untuk memilih periksa langsung ke dokter. Berikut ini adalah gangguan THT yang perlu diperhatikan.

1. Gangguan pendengaran: tuli atau telinga berdenging

telinga sakit saat flu

Memang tidak semua gangguan pada telinga bisa menurunkan kemampuan pendengaran atau bahkan kehilangan kemampuan mendengar atau tuli.

Kadang-kadang, kehilangan pendengaran terjadi sementara (temporer) dan bisa disembuhkan sehingga Anda bisa kembali mendengar dengan normal.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika gangguan pendengaran berlangsung jangka panjang. Hal ini bisa menjadi sebuah tanda adanya kerusakan telinga yang perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter THT.

Gangguan pendengaran kronis ini bisa disebabkan oleh:

  • Mendengar suara terlalu keras
  • Penumpukan kotoran di telinga
  • Faktor genetik
  • Faktor usia
  • Tumor atau kanker

Selain itu, gangguan telinga lain yang perlu diwaspadai adalah telinga berdenging atau dalam bahasa medis disebut tinnitus. Kondisi ini memang umum terjadi pada segala usia dan bukan pertanda serius.

Namun, Anda perlu waspada jika mengalami telinga berdenging secara konstan (terus-menerus) karena dalam beberapa kasus, tinnitus merupakan gejala awal penyakit telinga yang berbahaya. Telinga berdenging bisa terjadi karena:

  • Infeksi telinga di bagian dalam, tengah, dan luar oleh bakteri atau virus
  • Cedera pada telinga
  • Gangguan keseimbangan atau Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

Untuk mengetahui secara pasti penyebab gangguan telinga, dokter THT akan melakukan otoskopi, yaitu pemeriksaan untuk melihat bagian dalam telinga dengan alat otoskop.

2. Gangguan penciuman yang terus berulang

sakit hidung

Gangguan penciuman seperti hidung tersumbat, penumpukan ingus, hidung berair, hingga kehilangan penciuman yang terjadi secara berulang menandakan adanya masalah pada hidung Anda.

Masalah kesehatan pada hidung seringnya menyerang bagian rongga udara di sekitar dahi (sinus), kedua sisi batang hidung, dan area hidung di sekitar mata.

Kondisi ini biasanya juga menyebabkan beberapa gangguan pada area lain di sekitar. Oleh karena itu, Anda yang terus bermasalah dengan gangguan penciuman bisasanya juga merasakan nyeri di sekitar wajah, telinga, daerah gigi atas, dan kepala (pusing).

Saat gangguan penciuman dan rasa nyeri di sekitar hidung terus-menerus dialami, sekalipun pernah sembuh dan mereda dalam beberapa waktu, Anda pelu segera memeriksakan kondisi hidung ke dokter THT.

Menurut American Academy of Otolaryngology, penyakit yang umumnya menyebabkan gangguan penciuman kronis di antataranya adalah:

Pengobatan untuk gangguan pada hidung akan bergantung dengan kondisi penyebabnya. Namun, biasanya obat yang mengandung dekongestan seperti pesudoephedrine akan diberikan dokter untuk mengatasi hidung tersumbat.

3. Gangguan pernapapasan, menelan, dan suara serak

tenggorokan sakit setelah menangis

Saat penyakit THT atau masalah kesehatan tertentu menyerang tenggorokan, kondisi ini bisa menimbulkan beberapa gejala seperti nyeri tenggorokan, sakit saat menelan, sesak napas, dan suara serak.

Sebagian besar gangguan di tenggorokan biasanya tidak berbahaya dan keluhan yang dirasakan bisa sembuh dengan cepat. Namun, ketika keluhan seperti sakit tenggorokan, sesak napas, atau suara serak berlangsung lama atau lebih dari 2 minggu, Anda perlu mewaspadainya.

Gejala lain yang bisa muncul akibat gangguan di tenggorokan seperti batuk, tenggorokan terasa kering, panas, dan mengganjal juga perlu diperhatikan.

Terdapat banyak penyakit dan kondisi yang menyebabkan gangguan di tenggorokan. Namun, penyakit dan kondisi tertentu bisa mengarah pada komplikasi berbahaya apabila tidak diobati dengan tuntas.

Berikut ini adalah penyakit yang dapat menyebabkan gangguan serius di tenggorokan:

Oleh sebab itu, lakukanlah pemeriksaan tenggorokan ke dokter spesialis THT untuk mengetahui penyebabnya. Untuk melakukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan laringoskopi atau tes usap dan analisis sampel di laboratorium jika dicurigai disebabkan infeksi virus dan bakteri.

Jika peradangan disebabkan oleh infeksi bakteri, Anda harus menjalani pengobatan antibiotik dengan tuntas. Obat antibiotik yang diberikan biasanya adalah penicillin atau amoxicillin.

Saat mengalami gejala dan keluhan akibat penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan seperti di atas, dianjurkan bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter THT.

Setelah dari pemeriksaan diketahui penyebabnya, dokter akan memberikan pengobatan atau melakukan operasi jika memang diperlukan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

ENT Physician. (2020). Signs You Should Visit An Ear, Nose And Throat Doctor. Retrieved 26 October 2020 from: https://entphysiciansinc.com/blog/5-signs-you-should-visit-an-ear-nose-and-throat-doctor

(ENT) Doctor? (2020). Arizona Otolaryngology Consultants. When Should I See An Ear, Nose, And Throat. Retrieved 26 October 2020 from: http://www.aocphysicians.com/blog/when-should-i-see-an-ear-nose-and-throat-ent-doctor

Lafci Fahrioglu S, Andaloro C. Anatomy, Head and Neck, Sinus Function and Development. (Updated 2020 Mar 10). In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532926/

ENT Health. (2020). Ears. Retrieved 26 October 2020, from https://www.enthealth.org/ears-landing-page/

ENT Health. (2020). Throat. Retrieved 26 October 2020, from https://www.enthealth.org/throat/

ENT Health. (2020). Nose. Retrieved 26 October 2020, from https://www.enthealth.org/nose-landing-page/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 25/05/2020
x