home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tenggorokan Terasa Gatal? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tenggorokan Terasa Gatal? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Setiap orang mungkin pernah mengalami rasa tidak enak di tenggorokan seperti terasa perih, nyeri, dan gatal. Gejala seperti ini bisa dibarengi dengan gangguan lain seperti sakit saat menelan, demam atapun batuk kering. Tenggorokan yang terasa gatal dan kering dapat disebabkan radang di sekitar tenggorokan dan gangguan di saluran napas. Berdasarkan penyebabnya, mengatasi tenggorokan gatal pun bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Penyebab utama dari tenggorokan gatal

tenggorokan gatal terus menerus

Anda bisa mengatasi tenggorokan yang gatal dengan mengetahui terlebih dulu apa penyebab dari gejala ini. Dengan begitu, perawatan yang dilakukan bisa disesuaikan dengan penyebab dan gejala pun akan lebih mudah teratasi.

1. Post-nasal drip

Post nasal drip adalah kondisi di mana lendir terlalu banyak diproduksi di saluran napas atas. Kondisi ini memunculkan sensasi seperti dahak menumpuk di tenggorokan sehingga terasa gatal. Post nasal drip biasanya disebabkan oleh alergi rhinitis, pilek atau flu yang berlangsung lama.

2. Sakit tenggorokan

Sakit tenggorokan umumnya disebakan oleh infeksi virus seperti pilek dan flu. Rasa gatal pada tenggorokan bisa timbul dari peradangan pada bagian tenggorokan yang terinfeksi.

Peradangan bisa terjadi pada daerah amandel (tonsilitis), pita suara atau laring (langitis), dan katup epiglotis (epiglotitis). Selain itu, peradangan di tenggorokan juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus, kondisi ini disebut juga dengan strep throat.

3. Alergi

Tenggorokan gatal bisa menjadi gejala dari reaksi alergi yang muncul saat Anda terpapar zat pemicu. Makanan, debu, bulu binatang, serbuk sari, atau obat-obatan dapat menjadi alergen atau sumber alergi.

Saat mengonsumsi atau terpapar alergen, tubuh akan melepaskan zat histamin yang memicu terjadinya post-nasal drip.

4. Infeksi sinus

Infeksi sinus atau dikenal sebagai sinusitis adalah penyebab umum lainnya dari tenggorokan gatal. Sinusitis bisa dikenali dari gejala pilek seperti hidung tersumbat, berair, dan bersin-bersin yang berlangsung selama lebih dari 10 hari.

Gejala juga bisa mulai membaik kemudian memburuk lagi dan terus berlangsung dalam waktu lama.

5. Infeksi jamur

Rasa gatal di tenggorokan terkadang disebabkan karena infeksi jamur Candida albicans di mulut, tenggorokan atau kerongkongan. Infeksi jamur di tenggorokan juga bisa ditandai dengan munculnya bercak putih di lidah dan kemerahan di sudut mulut.

6. Dehidrasi

Kondisi tubuh yang kekurangan cairan bisa menyebabkan tenggorokan menjadi kering dan gatal. Pasalnya, cairanlah yang berfungsi melembabkan jaringan di tenggorokan.

Dehidrasi membuat tubuh kehilangan banyak cairan sehingga Anda juga merasakan gejala lain seperti tubuh lemas, sulit berkonsentrasi, dan sakit kepala.

7. Iritasi akibat paparan asap rokok, polusi, dan zat kimia

Debu, polusi udara, zat kimia, dan asap rokok yang terhirup dapat mengiritasi saluran napas dan menyebabkan tenggorokan gatal. Kondisi ini selanjutnya bisa menimbulkan berbagai gejala lain seperti tenggorokan berdahak dan batuk.

8. Penyakit asam lambung (GERD)

Zat asam dari lambung yang naik ke kerongkongan bisa memberikan sensasi terbakar atau panas di tenggorokan sehingga terasa perih dan gatal.

Kondisi refluks asam lambung biasanya disebabkan oleh faktor gaya hidup, seperti konsumsi makanan yang terlalu asam atau pedas. Pergerakan otot kerongkongan yang lemah pun cenderung membuat seseorang sering mengalami refluks asam lambung.

9. Esofagitis

Esofagitis adalah kondisi saat eksofagus atau kerongkongan mengalami peradangan. Kerongkongan berisiko tinggi mengalami peradangan saat Anda memiliki penyakit refluks asam lambung.

10. Asma

Asma adalah kondisi paru-paru kronis di mana saluran udara menjadi meradang dan menyempit, sehingga sulit untuk bernafas. Peradangan di saluran napas dapat memicu produksi lendir berlebih yang memberikan sensasi gatal di tenggorokan.

11. Luka pada tenggorokan

Tenggorokan gatal bisa juga terjadi akibat cedera atau luka akibat zat asing atau makanan tertentu. Makanan atau minuman yang terlalu panas bisa mengiritasi dan menimbulkan di tenggorokan.

Begitupun dengan benda atau makanan bertekstur keras dan tajam seperti tulang atau duri ikan tersangkut di kerongkongan.

Cara mengatasi tenggorokan gatal

Dari penyakit penyebabnya, gejala ini bisa dialami saat kondisi tenggorokan terlalu kering atau penuh dengan dahak.

Oleh karena itu, pengobatannya bertujuan meningkatkan kelembapan saat kondisi tenggorokan terlalu kering, atau mengendalikan produksi dahak saat disebabkan oleh penumpukan dahak.

Menurut National Health Institute, cara mengatasi tenggorokan yang gatal ini bisa dilakukan melalui konsumsi obat medis, perubahan gaya hidup ataupun pengobatan rumahan.

Cara perawatan di rumah untuk tenggorokan gatal

mengobati amandel tanpa operasi

1. Berkumur dengan air garam

Berkumur dengan air garam dapat membasmi bakteri, meredakan rasa sakit di tenggorokan sekaligus membantu melarutkan lendir yang menggumpal. Campurkan ½ sendok teh garam ke dalam 1 gelas air. Berkumurlah dengan larutan garam tersebut selama beberapa menit dan lakukan 3-4 kali dalam sehari.

2. Mengisap permen pelega tenggorokan

Permen pelega tenggorokan (lozenge) dapat membantu merangsang produksi air liur yang dapat menjaga tenggorokan tetap lembab. Kondisi tenggorokan yang lebih basah dan lembab bisa menghilangkan rasa nyeri akibat tenggorokan yang kering.

3. Perbanyak istirahat

Jangan memaksa tubuh Anda untuk beraktivitas terlalu keras. Penyebab utama sakit tenggorokan adalah infeksi virus atau bakteri. Istirahat diperlukan agar sistem pertahanan tubuh mampu melawan infeksi dengan optimal sehingga bisa sembuh lebih cepat

4. Menambah konsumsi cairan

Cairan dibutuhkan tak hanya untuk melembabkan tenggorokan, tapi juga untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi saat sakit. Meningkatkan konsumsi cairan dengan minum air putih, teh herbal dengan madu, jus buah tanpa gula atau sup kaldu dapat efektif melegakan tenggorokan.

5. Hindari minuman beralkohol dan berkafein

Alkohol atau kopi merupakan jenis minuman yang lebih mudah memicu terjadinya dehidrasi dan membuat tenggorokan kering. Selama gejala masih berlangsung, sebaiknya berhenti dulu mengonsumsi alkohol dan kopi.

6. Menggunakan humidifier

Alat humidifier digunakan untuk menjaga kelembapan sehingga udara di dalam ruangan tidak menjadi terlalu kering. Udara yang kering dan dingin sering dapat semakin mengiritasi tenggorokan dan menghambat pemulihan.

7. Hindari pemicu yang diketahui

Untuk cara mengatasi rasa gatal di tenggorokan yang disebabkan oleh alergi, Anda harus mengetahui hal-hal yang menjadi sumber alergi Anda (alergen).

Alergen dapat berupa makanan, serbuk sari, bulu binatang, obat-obatan, udara kering dan dingin atau zat kimia tertentu.

Sama halnya ketika disebabkan oleh refluks asam lambung, Anda harus berhenti mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu asam atau pedas.

8. Mengonsumsi makanan lunak

Jangan lupa untuk makan makanan lunak dan kunyah makanan lebih lama agar tidak terlalu sakit saat menelan. Setiap habis makan, hindari langsung berbaring. Tunggulah selama 1-2 jam hingga makanan benar-benar turun sampai di sistem pencernaan.

Obat untuk tenggorokan gatal

Beberapa penyakit yang penyebab gejala ini perlu ditangani dengan konsumsi obat-obatan. Radang tenggorokan yang diakibatkan infeksi bakteri seperti strep throat memerlukan obat antibiotik seperti pencillin atau amoxicillin.

Sementara untuk meredakan rasa gatal akibat reaksi alergi dengan lebih cepat, Anda bisa mengonsumsi obat antihistamin. Salah satu jenisnya yang paling umum yaitu diphenhydramine.

Untuk mengatasi gatal di tenggorokan karena asma, penggunaan inhaler bisa menjadi pilihan untuk meredakan serangan asma mendadak. Namun, sebaiknya Anda juga melakukan pengobatan asma jangka panjang agar serangan asma bisa dikendalikan.

Obat yang berfungsi menurunkan kadar asam lambung atau mencegah produksi asam di lambung yang berlebih bisa mengatasi gejala tenggorokan gatal. Obat-obatan untuk GERD adalah antasida (Mylanta dan Rolaids), H-2 receptor blocker (cimetidine dan ranitidine), dan penghambat pompa proton (lansoprazole dan omeprazole).

Jika Anda mulai tidak nyaman dengan rasa gatal di tenggorokan, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Terlebih, jika pengobatan di atas tidak berhasil menyembuhkan gejala yang dialami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Addey, D., & Shephard, A. (2012). Incidence, causes, severity and treatment of throat discomfort: a four-region online questionnaire survey. BMC Ear, Nose And Throat Disorders, 12(1). doi: 10.1186/1472-6815-12-9

Renner, B., Mueller, C., & Shephard, A. (2012). Environmental and non-infectious factors in the aetiology of pharyngitis (sore throat). Inflammation Research, 61(10), 1041-1052. doi: 10.1007/s00011-012-0540-9

Madanick R. D. (2013). Management of GERD-Related Chronic Cough. Gastroenterology & hepatology, 9(5), 311–313. Available at: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23943667/

ENT Health. (2020). Sinusitis. Retrieved 14 October 2020, from https://www.enthealth.org/conditions/sinusitis/

National Health Institute. (2013). Soothing a Sore Throat. Retrieved 14 October 2020, from https://newsinhealth.nih.gov/2013/03/soothing-sore-throat

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 09/02/2021
x