4 Teknik untuk Mencegah Ejakulasi Dini

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ejakulasi dini merupakan masalah seksual yang sering terjadi. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Drug Discovery Today, sebanyak 30 persen laki-laki pernah mengalami ejakulasi dini. Menurut Andrew C. Kramer, MD, ahli urologi dan dosen bedah junior di University of Maryland School of Medicine, Baltimore, ejakulasi dini bisa terjadi karena stress, serta masalah yang melibatkan emosi dan psikologis. Bukan hanya itu, ejakulasi  dini juga dianggap sebagai masalah kepercayaan diri laki-laki. Berbagai cara mungkin akan Anda lakukan untuk mencegah ejakulasi dini.

Ejakulasi dini dapat terjadi dalam 30 detik sampai semenit, bahkan mungkin juga terjadi sebelum dilakukannya penetrasi. Masih menurut Kramer, ejakulasi dini dapat dikaitkan dengan disfungsi ereksi, dan masalah ini dapat menimpa laki-laki dari kalangan mana saja, tidak melihat umur. Meskipun, belum ditemukan penyebab pasti dari masalah ini, seringnya masalah ini dikaitkan dengan stres, depresi, dan kecemasan. Ketiganya bisa menjadi pemicu terjadinya ejakulasi dini. Kalau dibiarkan tentunya, masalah ini akan mempengaruhi hubungan Anda dan pasangan. Anda dan pasangan mungkin akan sama-sama tidak puas. Lalu, apa solusinya?

BACA JUGA: 5 Faktor yang Menyebabkan Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Bagaimana cara mencegah ejakulasi dini?

Anda bisa mengunjungi dokter untuk berkonsultasi. Dokter akan merekomendasikan sesi konseling yang melibatkan psikoterapi. Begitu juga dengan cara berkomunikasi dengan pasangan mengenai disfungsi seksual. Selain konseling, pengobatan lainnya juga akan melibatkan teknik perilaku, anestesi topikal (yang diberikan langsung pada kulit), dan beberapa obat. Berikut ini beberapa penjelasannya:

1. Teknik perilaku

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ejakulasi dini bisa terjadi karena Anda merasa tertekan. Teknik perilaku bisa dibilang tidak rumit, Anda mungkin akan direkomendasikan untuk masturbasi sekitar satu, atau dua jam sebelum melakukan senggama.

Perilaku ini ditujukan untuk mengendalikan ejakulasi dini selama Anda berhubungan seksual. Cara lainnya yang mungkin direkomendasikan adalah menghindari senggama selama beberapa waktu untuk fokus pada tipe permainan/rangsangan seksual saja, sehingga stres yang memicu perdebatan dalam pikiran Anda dapat dihilangkan.

BACA JUGA: Berapa Kali Masturbasi yang Dianggap Masih Normal?

2. Latihan dasar panggul

Tidak hanya perempuan yang bisa melakukan senam Kegel, laki-laki juga bisa melakukannya. Senam Kegel menargetkan otot-otot dasar panggul. Ejakulasi dini bisa disebabkan dengan lemahnya otot dasar panggul sehingga kemampuan untuk menahan ejakulasi juga melemah. Latihan dasar panggul dengan senam Kegel dapat menguatkan otot-otot ini.

Cara melakukan senam Kegel:

  • Temukan otot yang benar. Caranya Anda bisa mencoba gerakan menahan aliran kencing, atau kencangkan otot ketika Anda menahan buang angin. Jika Anda sudah menemukan otot yang benar, Anda bisa melakukan gerakan ini kapan saja. Pastikan hal ini tidak membuat Anda menjadi menahan urin, atau menahan buang angin, sebab dampaknya tidak baik untuk kesehatan. Lakukan gerakan tersebut saat tidak ingin buang air kecil atau buang angin.
  • Mulai melakukan teknik latihan. Anda bisa menahan otot dasar panggul selama tiga detik, lalu lemaskan untuk tiga detik selanjutnya. Ketika Anda merasakan otot panggul sudah mulai menguat, Anda bisa melakukannya sambil duduk, berdiri, atau berjalan
  • Latih fokus Anda. Hati-hati untuk tidak latihan melenturkan otot perut, paha, atau bokong. Fokus saja pada mengencangkan otot panggul. Selama latihan, sebaiknya Anda bernapas bebas saja, tidak perlu menahan napas Anda
  • Ulangi latihan ini. Agar hasilnya maksimal lakukan tiga kali dalam sehari. Jika, Anda sudah mampu melakukannya beberapa kali, targetkan 10 kali pengulangan dalam sehari

BACA JUGA: Menguak Orgasme Wanita: Mengapa Beda Dengan Orgasme Pria?

3. Teknik jeda-remas

Teknik lain yang mungkin juga akan direkomendasikan oleh dokter adalah teknik jeda-remas. Cara kerja dari metode ini adalah:

  • Mulai aktivitas seksual seperti biasanya, bisa diawali dengan memberikan rangsangan-rangsangan, hingga Anda merasa siap untuk berejakulasi (tapi tidak sampai ejakulasi).
  • Biarkan pasangan Anda memeras bagian ujung penis Anda, pada titik di mana bagian kepala (kelenjar) menyatu dengan batang. Atur remasan untuk beberapa detik saja, sampai dorongan untuk ejakulasi berlalu
  • Minta pasangan Anda melakukannya lagi sesuai yang Anda butuhkan

Teknik ini ditujukan untuk mengetahui kapan tepatnya Anda harus menahan ejakulasi, dan membuat Anda terbiasa menahannya, sehingga tidak lagi membutuhkan teknik tersebut. Anda juga bisa mencoba teknik yang disebut berhenti-mulai, jika melakukannya teknik yang sebelumnya terasa menyakitkan. Cara melakukan teknik berhenti-mulai adalah dengan menghentikan rangsangan seksual sebelum terjadinya ejakulasi, tunggu sampai gairah menurun, lalu Anda bisa memulai kembali melakukan stimulasi-stimulasi seksual.

4. Kondom

Selain mencegah Anda dari penyakit menular seksual, kondom juga bisa dijadikan alternatif teknik untuk mencegah ejakulasi dini. Kondom dapat menurunkan sensitivitas, hal ini jelas menjadi alat untuk menahan ejakulasi. Untuk menahan klimaks, Anda bisa mencari kondom yang mengandung benzocaine, atau lidocaine, sebab keduanya dapat memberikan efek mati rasa. Jika tidak ada, cari kondom yang terbuat dari lateks yang tebal.

BACA JUGA: 13 Kesalahan Utama Saat Menggunakan Kondom

Adakah obat untuk mencegah ejakulasi dini?

Anda mungkin akan diberikan dua obat yang diaplikasikan langsung pada kulit, atau yang diminum. Berikut ini penjelasannya:

Anestesi yang diaplikasikan langsung pada kulit

Anestesi ini dapat berupa krim, dan spray, biasanya memiliki kandungan benzokain, prilokain, atau lidokain. Efek yang dihasilkan adalah efek ‘mati rasa’, atau kebas. Cara menggunakannya adalah dengan mengaplikasikannya pada penis sekitar 10 hingga 15 menit sebelum melakukan hubungan seksual. Anda akan mengalami penurunan sensasi ‘tanda’ ejakulasi dini. Yang perlu Anda ketahui, anestesi ini memang dapat ditoleransi, tapi juga memiliki efek samping. Beberapa laki-laki dikabarkan kehilangan sensivitasnya sementara waktu, dan adanya penurunan kepuasan seksual.

Obat minum

Anda perlu tahu bahwa obat-obat ini tidak mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration di Amerika sebagai pengobatan untuk mencegah ejakulasi dini. Tapi obat ini diresepkan untuk digunakan kebutuhan sehari-hari mencegah ejakulasi dini, seperti antidepresan, analgesik dan phosphodiesterase-5.

BACA JUGA: Mengapa Beberapa Orang Berpura-pura Orgasme Saat Seks?

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Jitu Meraih Orgasme Pertama Kali untuk Wanita

Ada banyak cara wanita orgasme, namun untuk mencapainya memang tak semudah yang dikira. 5 hal ini untuk membantu Anda capai klimaks pertama kalinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Trikomoniasis

Kalkulator Masa Subur Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut. Kapan Ya? Your ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Seksual, Trikomoniasis 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Pria, Impotensi 2 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Impoten (Disfungsi Ereksi)

Impoten (disfungsi ereksi) adalah ketika Anda tidak bisa ereksi secara optimal untuk berhubungan seks. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Impotensi 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

setelah seks

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
selingkuh hati

5 Tanda Pasangan Anda Sedang Memendam Rasa Dengan Orang Lain

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
viagra

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Waspadai 6 Trik yang Biasa Dilakukan Pelaku Pelecehan Seksual

Waspadai 6 Trik yang Biasa Dilakukan Pelaku Pelecehan Seksual

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit