Gatal, panas, dan nyeri adalah gejala yang pasti dirasakan oleh seseorang dengan herpes, apa pun jenisnya. Untuk meredakan berbagai gejala tersebut, Anda ternyata bisa memanfaatkan obat alami untuk herpes. Apa saja contohnya?
Gatal, panas, dan nyeri adalah gejala yang pasti dirasakan oleh seseorang dengan herpes, apa pun jenisnya. Untuk meredakan berbagai gejala tersebut, Anda ternyata bisa memanfaatkan obat alami untuk herpes. Apa saja contohnya?

Pengobatan utama untuk herpes adalah pemberian antivirus, seperti acyclovir dan jenis obat lain yang disesuaikan dengan gejalanya.
Untuk mendukung pengobatan herpes secara medis, Anda juga bisa memanfaatkan bahan-bahan alami, herbal, dan tradisional sebagai bagian dari perawatan rumahan.
Selama mendapatkan izin dari dokter, Anda bisa memanfaatkan berbagai bahan dan cara berikut sebagai obat herpes alami agar luka cepat kering.

Herpes akan membuat kulit Anda terasa lebih kering. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa memanfaatkan oatmeal yang bersifat emolien atau meningkatkan kelembapan kulit.
Selain itu, oatmeal juga dapat meringankan rasa gatal yang timbul dari ruam cacar air.
Untuk mendapatkan manfaat oatmeal, Anda cukup mencampurkan oatmeal mentah yang sudah dihaluskan dengan air bersuhu ruang, lalu gunakanlah untuk mandi atau berendam.
Bahan dapur seperti soda kue dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk meredakan rasa gatal pada kulit yang terkena infeksi herpes zoster.
Sama seperti oatmeal, Anda bisa melarutkan soda kue ke dalam air hangat yang digunakan untuk mandi dan berendam.
Selain itu, Anda bisa menggunakan pasta soda kue untuk dioleskan menggunakan kapas pada bagian kulit yang terdampak. Mengoleskannya secara rutin dapat mempercepat pengeringan luka herpes.
Bahan dapur lain yang bisa digunakan sebagai obat tradisional herpes dengan pengolahan yang sama adalah tepung jagung.
Sifat antiradang yang dimiliki madu akan membantu meredakan infeksi akibat virus herpes. Madu juga mengandung propolis yang bisa mengembalikan kelembapan kulit Anda.
Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Biomaterials and Applications, jenis madu manuka diketahui mempunyai sifat antiradang yang lebih kuat dibandingkan dengan madu biasa.
Dengan begitu, madu manuka dipercaya bisa meredakan infeksi lebih cepat. Untuk memanfaatkannya, Anda bisa langsung mengoleskan madu alami ke kulit.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa lidah buaya bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit, termasuk membantu pemulihan berbagai infeksi.
Sebagai obat alami herpes, lidah buaya dapat menenangkan kulit yang mengalami peradangan akibat infeksi.
Untuk memanfaatkan lidah buaya, Anda cukup mengambil cairan atau ekstraknya tanpa perlu melarutkannya dengan bahan lain. Setelah itu, oleskan ekstrak lidah buaya secara perlahan ke bagian yang ruam.

Berkat sifat anti-inflamasi dan antivirus yang dimilikinya, sari cuka apel dipercaya bisa menjadi obat alami herpes agar cepat kering.
Untuk mendapatkan manfaat bahan satu ini, cukup campurkan satu sendok sari cuka apel dengan tiga sendok air hangat. Setelah itu, oleskan pada area kulit yang mengalami ruam.
Jangan pernah mengoleskan sari cuka apel pada luka herpes secara langsung karena hal ini bisa menimbulkan iritasi.
Bahan alami yang juga baik untuk meredakan gejala herpes adalah tea tree. Pasalnya, bahan ini memiliki sifat antiradang dan antivirus.
Namun, tea tree tidak boleh langsung dioleskan pada kulit karena berisiko menimbulkan iritasi. Oleh karena itu, Anda perlu melarutkannya terlebih dahulu dalam minyak pengencer, seperti minyak kelapa.
Kandungan allicin pada bawang putih dapat membantu mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.
Secara umum, bawang putih juga memiliki sifat antiradang yang kuat sehingga bisa meringankan sakit yang disebabkan oleh virus herpes jenis lainnya.
Cukup haluskan satu siung bawang putih, lalu campurkan dengan minyak zaitun secukupnya. Setelah itu, Anda bisa mengoleskannya pada luka herpes hingga tiga kali sehari.
Meskipun tidak menyembuhkan luka bekas herpes, kompres dingin akan mengurangi rasa nyeri dan sensasi terbakar yang Anda rasakan.
Walaupun begitu, jangan langsung menempelkan es batu atau botol berisi air dingin pada kulit Anda. Bungkuslah botol atau es batu dengan handuk bersih terlebih dahulu.
Anda bisa mengompres luka setiap kali terlihat bengkak, kering, dan terasa perih.
Jika Anda ingin berendam atau mandi dengan obat alami herpes, seperti baking soda atau oatmeal, pastikan untuk tidak melakukannya terlalu lama.
Membiarkan kulit yang terkena herpes terendam air lebih dari 20 menit akan membuatnya kering. Kondisi ini akan membuat Anda merasakan gatal yang mengganggu.
Semakin lemah sistem imun Anda, semakin lama proses pemulihan. Oleh karena itu, salah satu obat alami agar luka herpes cepat kering adalah meningkatkan asupan makanan bergizi.
Asupan buah dan sayur dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Sebaliknya, makanan cepat saji bisa membuat kekebalan tubuh Anda memburuk.
Jangan pernah menggaruk luka herpes yang terasa gatal. Sebagai gantinya, cobalah mengolesinya dengan losion atau pelembap.
Sebisa mungkin, pilihlah losion mengandung calamine yang efektif menjaga kelembapan kulit dan menghilangkan rasa gatal.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, Anda bisa mengoleskannya secara rutin setelah selesai mandi sehingga kulit tetap lembap dan tidak mudah kering.
Meskipun Anda sudah menggunakan obat medis, alami, maupun rumahan, luka herpes akan sulit untuk sembuh bila Anda terus menggaruknya. Terutama ketika luka masih berupa lenting.
Apabila digaruk, lenting bisa pecah dan menjadi luka terbuka. Kondisi ini membuat bakteri bisa masuk dan menyebabkan infeksi sekunder. Alhasil, gejala herpes akan semakin parah.
Itu sebabnya, usahakan sebisa mungkin untuk tidak menggaruk luka yang gatal.

Infeksi virus herpes penyebab mononukleosis bisa menyebabkan bengkak pada kelenjar di leher dan menyebabkan sakit tenggorokan. Untuk meredakan kondisi ini, Anda bisa berkumur air garam.
Caranya, larutkan setengah sendok air garam dalam satu gelas air dan berkumurlah selama beberapa menit. Ulangi kumur air garam sebanyak 3–4 kali dalam sehari.
Infeksi virus herpes dapat menyebabkan demam dan kelelahan. Kondisi ini bisa memicu dehidrasi sehingga Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
Oleh karena itu, pastikan Anda mengonsumsi cairan yang cukup dengan memperbanyak minum air putih.
Selain air putih, Anda bisa mendapatkan asupan cairan dari sup kaldu hangat, jus buah tanpa gula, dan teh herbal.
Nutrisi dari sumber makanan alami yang digunakan sebagai obat untuk herpes juga bisa ditemukan dalam bentuk suplemen.
Jika Anda merasa membutuhkan suplemen untuk meningkatkan sistem imun, pilihlah yang mengandung zinc, vitamin B kompleks, lisin, dan probiotik.
Namun, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu ketika membutuhkan suplemen yang diminum bersamaan dengan obat antivirus.
Pasalnya, beberapa kandungan suplemen bisa menimbulkan reaksi efek samping serius saat dikonsumsi bersamaan dengan kandungan obat tertentu.
Meskipun obat alami dan perawatan rumahan dapat meringankan gejala herpes, cara ini tidak bisa menggantikan peran obat medis.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
CDC – Genital herpes treatment. (2021, December 8). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 19 August 2024, from https://www.cdc.gov/std/herpes/treatment.htm.
Main, E. N., & Bowlin, G. L. (2022). Potential for manuka honey‐inspired therapeutics to improve the host–biomaterial response. MedComm – Biomaterials and Applications, 1(1). Retrieved 19 August 2024, from https://doi.org/10.1002/mba2.18.
Españo, E., Kim, J., & Kim, J. (2022). Utilization of aloe compounds in combatting viral diseases. Pharmaceuticals, 15(5), 599. Retrieved 19 August 2024, from https://doi.org/10.3390/ph15050599.
Chang, J. Y., Balch, C., Puccio, J., & Oh, H. S. (2023). A narrative review of alternative symptomatic treatments for herpes simplex virus. Viruses, 15(6), 1314. Retrieved 19 August 2024, from https://doi.org/10.3390/v15061314.
Álvarez, D. M., Castillo, E., Duarte, L. F., Arriagada, J., Corrales, N., Farías, M. A., Henríquez, A., Agurto-Muñoz, C., & González, P. A. (2020). Current antivirals and novel botanical molecules interfering with herpes simplex virus infection. Frontiers in Microbiology, 11. Retrieved 19 August 2024, from https://doi.org/10.3389/fmicb.2020.00139.
Leyla B., Koulivand, P. H., Gorji A. (2014). Garlic: a review of potential therapeutic effects. Avicenna Journal Of Phytomedicine, 4(1), 1. Retrieved 19 August 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4103721/.
Versi Terbaru
23/08/2024
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)