home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Bila Pasangan Anda Kena Herpes Genital

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Bila Pasangan Anda Kena Herpes Genital

Herpes genital adalah penyakit kelamin yang sangat menular. Penyakit ini dapat menyebar melalui sentuhan, namun lebih sering menyebar melalui hubungan seksual. Ketika Anda mengetahui pasangan kena herpes genital, Anda mungkin terkejut pada awalnya dan kemudian memiliki banyak sekali pertanyaan yang menumpuk di kepala. Berikut ini beberapa jawaban dari pertanyaan yang paling sering ditanyakan apabila seseorang baru mengetahui pasangannya kena herpes genital.

Seberapa besar risiko saya tertular herpes genital dari pasangan?

Pada dasarnya hal ini tergantung pada kebiasaan seks yang Anda lakukan dengan pasangan. Jika Anda menerapkan seks yang aman dengan selalu menggunakan kondom, tidak menggunakan sex toy secara bergantian, dan juga setia pada satu pasangan saja, risiko Anda kena herpes genital akan lebih rendah. Sebaliknya, jika Anda melakukan sering kali melakukan seks berisiko bersama pasangan, peluang Anda kena herpes genital tentu akan jauh lebih besar.

Bagaimana cara aman berhubungan seksual jika pasangan saya kena herpes genital?

Cara paling aman dan mudah untuk dilakukan supaya Anda tak tertular herpes genital dari pasangan adalah dengan selalu pakai kondom saat berhubungan seksual. Dalam banyak kasus, orang yang kena herpes genital tidak tahu kalau dirinya sudah terinfeksi. Pasalnya, gejala dari penyakit ini sangat samar dan mirip sekali dengan gejala penyakit lain, seperti jerawat, gigitan serangga, wasir, dan lain sebagainya. Ingat, virus herpes genital dapat menular bahkan meski pasangan Anda tidak menunjukkan gejala apapun.

Karenanya, selalu berhubungan seks dengan kondom bisa jadi cara pencegahan yang efektif supaya tidak tertular herpes genital. Sebaiknya Pria juga tetap menggunakan kondom saat menerima seks oral dari pasangannya.

Bisakah pasangan saya sembuh?

Herpes genital merupakan infeksi virus yang sangat menular. Seseorang yang telah terinfeksi herpes genital akan selamanya memiliki virus ini dalam tubuhnya. Meski begitu, virus herpes tidak selamanya aktif. Virus bisa “tertidur” dan bersembunyi untuk sementara, tapi bisa aktif kembali apabila dipicu oleh sesuatu. Penyakit ini bisa saja kambuh sewaktu-waktu, misalnya saat daya tahan tubuh turun.

Bagaimana saya bisa mengetahui apakah saya telah terinfeksi herpes genital atau tidak?

Pergi ke dokter dan segera lakukan tes penyakit kelamin untuk memastikan kondisi Anda yang sebenarnnya. Dokter Anda akan mengambil sampel jika mencurigai gejala luka yang menyerupai herpes genital di kulit Anda dan segera mengeceknya di laboratorium untuk proses pengujian lebih lanjut.

Tes darah juga mungkin akan dilakukan untuk melihat antibodi yang akan dibuat oleh sistem kekebalan tubuh Anda ketika Anda terinfeksi. Jenis virus herpes simpleks kedua, HSV-2, hampir selalu menginfeksi area genital. Jadi jika hasil tes menunjukkan antibodi terhadap HSV-2 terdeteksi dalam darah, ini artinya Anda mungkin terkena herpes genital.

Sementara jika hasil tes darah menunjukkan antibodi terhadap jenis virus herpes lain, seperti HSV-1, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Anda bisa saja terkena herpes genital ataupun herpes oral. Hal ini terjadi karena herpes oral, dapat menyebar ke alat kelamin selama seks oral.

Apa masalah kesehatan yang mungkin terjadi jika pasangan saya kena herpes genital?

Dampak terbesar herpes genital biasanya bersifat emosional dan bahkan dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi. Sebenarnya ini adalah hal yang wajar. Sebab menghadapi gejala yang menyakitkan, adanya perubahan aktivitas seksual dengan pasangan, dan menerima kenyataan bahwa kondisi ini tidak bisa disembuhkan merupakan hal yang tak mudah.

Oleh sebab itu, pastikan Anda memberikan dukungan terbaik untuk pasangan Anda agar mereka kuat dalam menghadapi masalah yang sedang dihadapi.

Lantas, apa yang bisa saya lakukan untuk membantu pasangan?

Sebagai permulaan, Anda dapat memahami bahwa memiliki herpes genital bukanlah kondisi yang mudah untuk dihadapi. Anda dapat menyarankan pasangan untuk ikut bergabung dengan mereka yang sama-sama menghadapi kondisi ini dalam kelompok pendukung.

Jika Anda berpikir herpes genital merusak hubungan, Anda bisa mencoba terapi pasangan. Ingat, jika Anda meninggalkan pasangan Anda untuk mencari orang lain, Anda tetap akan memiliki peluang bertemu pasangan lain dengan penyakit yang sama. Jadi, bijaklah dalam mengambil keputusan.

Mungkinkah pasangan menularkan herpes genital dari dudukan toilet?

Virus menular lewat cairan tubuh dan sentuhan kulit langsung dengan luka herpes. Virus biasanya cepat mati di luar tubuh, maka penularannya tidak mungkin terjadi melalui benda perantara seperti duduk di toilet, handuk, alat makan, dan sikat gigi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Frequently Asked Questions When Your Partner Has Genital Herpes – https://www.webmd.com/genital-herpes/partner-faq#1 diakses pada 5 Juni 2018

Everything You Should To Know About Genital Herpes – https://www.verywellhealth.com/genital-herpes-3520792 diakses pada 5 Juni 2018

If someone has herpes but no sores, can it still be passed on to another person? -https://kidshealth.org/en/teens/transmit-hsv.html  diakses pada 5 Juni 2018

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 07/07/2018
x