5 Penyebab Infeksi Mata yang Sering Terjadi (Ssst, Bisa Karena Penyakit Kelamin, Lho!)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ada berbagai jenis infeksi mata yang berkisar dari ringan sampai berat, dengan berbagai penyebab dan pengobatan. Tidak semua infeksi mata mengancam nyawa, tetapi beberapa memerlukan bantuan medis. Meski penyebab infeksi mata biasanya adalah bakteri dan virus, ada berbagai hal dan kondisi yang bisa memicu hal ini terjadi.

Apa ciri dan tanda jika saya mengalami infeksi mata?

Banyak orang yang terkena infeksi mata merasakan nyeri, gatal, atau sensasi adanya benda asing pada mata. Mata bahkan bisa robek dan mengeluarkan cairan berwarna kuning, hijau, atau bahkan berdarah. Orang terkadang mengalami sensitivitas terhadap cahaya atau penglihatan kabur.

Jika tidak mengalami rasa sakit atau gejala parah lainnya, biasanya Anda akan dianjurkan untuk mengobatinya sendiri. Jika Anda mengalami perubahan penglihatan, segera cari bantuan medis.

Komplikasi serius dari infeksi mata adalah kerusakan retina dan pembentukan bekas luka di kornea yang dapat memengaruhi penglihatan. Beberapa infeksi seperti sipilis juga dapat menyebabkan glaukoma. Selebihnya, masalah mata tanpa gejala yang jelas dapat diabaikan. Contohnya, klamidia sering tidak menimbulkan gejala awal, tetapi jika tidak diobati dapat menyebabkan ketidaksuburan dan penyakit jantung.

Apa saja yang bisa jadi penyebab infeksi mata?

1. Iritasi dan cedera

Ini adalah penyebab infeksi mata yang sering terjadi. Contohnya, terkena bahkan sedikit bahan kimia dapat mengiritasi mata, membuatnya menjadi lebih sensitif terhadap infeksi, terutama pada orang yang menggunakan lensa kontak. Beberapa jenis infeksi mata dapat berkembang dan merusak mata dengan sangat cepat.

2. Klamidia dan gonore

Meskipun keduanya adalah penyakit menular yang umum, klamidia dan gonore juga dapat menyebabkan konjungtivitis pada orang dewasa. Seseorang bisa terkena infeksi melalui cairan genital secara langsung, seperti air mani, atau saat ia menggaruk mata setelah menyentuh area genital yang terinfeksi. Bayi dengan ibu yang terinfeksi berisiko sangat tinggi untuk terkena infeksi mata saat mereka lahir.

3. Herpes simplex

Penyakit kulit umum ini dapat menginfeksi mata dengan cara yang sama seperti klamidia atau gonore. Herpes dapat menyebabkan lekukan dan ulserasi kornea, yang dapat menghancurkan jaringan retina dan kerusakan penglihatan.

4. Herpes zoster

Herpes zoster adalah virus yang secara umum dikenal sebagai penyebab cacar air, namun juga dapat menyebabkan infeksi mata jika Anda menyentuh mata setelah menyentuh luka terbuka. Herpes zoster memengaruhi saraf mata dan dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan keluarnya cairan mata. Herpes zoster adalah penyebab infeksi mata paling umum pada orang di atas usia 50 tahun karena penyakit ini lebih umum dialami orang usia lanjut.

5. Keratitis bakteri dan jamur

Ini adalah infeksi kornea yang disebabkan oleh bakteri atau jamur umum yang biasanya hidup di kulit dan di mulut dan hidung. Bakteri ini tidak dapat menembus lapisan terluar mata pada orang yang sehat. Namun, pada orang yang menggunakan lensa kontak atau memiliki sistem imun yang lemah, bakteri dipermudah untuk memasuki kornea, lapisan bening pada bagian depan mata.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Hamil di usia 20-an disebut sebagai waktu terbaik. Tapi, bukan berarti tidak ada kekurangannya dibanding hamil di usia 30-an. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Selain mengonsumsi obat, Anda yang memiliki sakit maag juga perlu mengubah pola makan dengan memilah-milah jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk kuku

6 Makanan untuk Membuat Kuku Kuat dan Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
pasca operasi usus buntu

Semua Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setelah Jalani Operasi Usus Buntu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
mengatasi mata bengkak

5 Cara Mengatasi Kelopak Mata Bengkak Sesuai Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit